
Di Apartement.
Ho Jiazhen menidurkan Yue Yan di ranjang dan melihatnya dengan jijik, Yue Yan tidak bisa menahannya dan membuka semua pakaiannya.
“ Panas, sangat panas.” gumam Yue Yan sambil menjilat jarinya.
“ Panas? apa dia minum sesuatu di bar, tapi apa?.” batin Ho Jiazhen.
Ho Jiazhen membawa Yue Yan ke toilet dan menyiramnya agar sadar dari mabuknya. Tapi usaha Ho Jiazhen sia-sia saat Yue Yan menciumnya dengan paksa, Ho Jiazhen kehilangan kendali dan menggendong Yue Yan ke ranjang.
“ Kamu yang memintaku melakukannya, jadi jangan salahkan aku.” Ho Jiazhen membuka pakaiannya.
Ho Jiazhen menyiramkan Wine ke tubuh Yue Yan, menjilatnya secara perlahan seluruh tubuh Yue Yan terdapat bekas kecupan.
“ Biarkan aku memuaskanmu malam ini.” ujar Ho Jiazhen sambil mengecup Yue Yan.
Ho Jiazhen sangat bersemangat melakukan itu dengan Yue Yan, rasa cinta di dalam hati Ho Jiazhen masih dalam untuk Yue Yan, tapi Ho Jiazhen sadar kalau dirinya tidak bisa mendapatkan Yue Yan untuk saat ini. Hanya hubungan gelap dan kepuasan yang bisa di dapatkan satu sama lain.
Waktunya pulang kerja, Kaila dan Via masih sibuk mengerjakan pekerjaan mereka yang tertinggal. Wisnu melihatnya dari CCTV yang ada di ruangannya, Wisnu tidak tega melihat Kaila kecapean dan menyuruhnya untuk pulang.
Kring!.
“ Kau pulang saja sama temanmu, biarkan pekerjaan itu besok di lanjutkan lagi.” isi pesan singkat dari Wisnu.
Kaila membacanya sekilas dan mematikan ponselnya lalu kembali bekerja.
“ Kaila, ada apa denganmu? kelihatannya kamu tidak nyaman.” tanya Via.
“ Aku tidak apa-apa.” senyum paksa.
“ Tidak biasanya Kaila bersikap seperti itu, apa ada sesuatu yang buat dirinya kesal?.” batin Via.
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya pekerjaan selesai tanpa kendala, Wisnu yang masih di ruangannya terus memantau Kaila dari CCTV. Melihat Kaila sudah mau pulang, Wisnu terburu-buru untuk pulang agar bisa mengantar Kaila pulang.
“ Ternyata CEO kita belum pulang? kupikir dia sudah pulang.” bisik Via di telinga Kaila.
“ Jangan banyak bicara, ayo kita pulang.” dengan dingin.
Wisnu terus mengikuti Kaila dari belakang, seketika Via sadar kalau mobil di belakang terus membuntutinya. Via yang panik langsung memberitahu Kaila, Kaila menarik tangan Via dan membawanya ke jalan lorong khusus pejalan kaki.
“ Hah! mau ke mana dia? cepat ikuti dia.” Wisnu panik.
“ Maaf tuan, dia pergi ke lorong jalan kecil, mobil tidak bisa masuk.” ujar sopir.
Wisnu terpaksa turun dari mobil dengan memakai mantel hitam dan topi hitam untuk menutupi jati dirinya.
“ Kaila, bagaimana ini? aku takut sekali.” tubuh Via gemetar ketakutan.
“ Suttt! dia ada di sini, lebih baik kamu jangan menangis atau kita akan mati di sini.” Kaila menakuti Via agar patuh padanya.
__ADS_1
Via menganggukan kepalanya dengan patuh.
“ Maafkan aku Via, aku terpaksa berbohong padamu karena aku tidak mau Wisnu terus-terusan mengganggu kita. Mulai sekarang detik ini juga aku akan menjauh dari Wisnu sejauh mungkin, bahkan aku tidak ingin bertemu dengannya lagi.” batin Kaila dengan sedih.
Entah apa yang membuat Kaila benci pada Wisnu, yang pasti Kaila tidak suka sama orang yang munafik, pura-pura baik padanya hanya menginginkan sesuatu.
“ Ke mana perginya mereka? kenapa sangat cepat menghilangnya.” batin Wisnu.
Wisnu terus mencari sampai ke ujung lorong tapi tidak menemukan jejak apapun. Wisnu merasa sedih karena Kaila menghindarinya, Wisnu tidak tahu kesalahannya pada Kaila sampai membuat Kaila tidak mau bertemu dengannya.
Wisnu pergi dengan kesedihan, dan menundukan kepalanya.
“ Kaila, apa penjahat itu sudah pergi?.” tanya Via sambil memeluk Kaila.
“ Iya, dia sudah pergi.” jawab Kaila dengan sedih.
“ Ada apa denganmu Kaila? apa kamu sedih karena kita tidak tertangkap olehnya?.” Via melihat mata Kaila berkaca-kaca.
“ Jangan bicara sembarang, kalau tidak kupukul kamu. Aku, aku merasa lelah.” Kaila tidak sanggup berkata kesedihannya pada Via.
Kaila menarik Via pergi dari persembunyiannya, Wisnu melihat Kaila berlari sembari menarik Via.
“ Sudah berani sekarang ya, bahkan sengaja menghindariku sampai seperti itu, kita lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu.” gumam Wisnu sambil menyeringai.
Di Apartement.
Kaila merasa lega bisa sampai di Apartement tanpa ada halangan, Via yang tidak tahu apa-apa sibuk memasak untuk makan nanti malam, hanya ramen pedas dengan ayam panggang dan sedikit nasi.
“ Iya, sebentar lagi selesai, tunggu sebentar.” sahut Kaila daei dalam kamar.
Kaila keluar dari kamar.
“ Via makan apa kita malam ini? apa kamu masak makanan enak untuk di makan?.” tanya Kaila sambil merapihkan rambut yang masih basah.
“ Ehemm! aku datang ke sini bawa makanan untuk kalian berdua, semoga kalian menyukainya.” ujar Wisnu sambil mengalihkan pandangannya.
“ Dia! kenapa dia bisa ada di sini?.” batin Kaila dengan terkejut.
Kaila melirik Via yang sibuk menyiapkan makan malam mereka.
“ Kurang ajar, sudah tahu aku ingin menghindar dari Wisnu. Tapi dia malah menyuruhnya masuk hanya karena sebuah makanan mahal, ini semua salah Via yang memasukan orang sembarang, awas kamu Via.” batin Kaila sambil mengepelkan tangan dengan ekspresi menahan amarah.
Via melirik Kaila yang berdiri di depan kamar.
“ Kaila, kenapa berdiri di situ? ayo cepat kita makan malam bersama Presdir Wisnu. Kamu tenang saja malam ini aku tidak mengeluarkan uang banyak untuk makan malam.” ujar Via sambil mengedipkan sebelah mata.
“ Astaga, anak ini selalu membuatku kesal. Benar-benar tidak bisa di maafkan.” batin Kaila dengan merintih sakit hati.
“ Baiklah, karena Presdir Wisnu membawa makanan untuk kami, seharusnya kami membalas budi pada Presdir, benar tidak? Via.” ekspresi Kaila berubah begitu cepat.
__ADS_1
“ Benar yang di katakan Kaila, Presdir Wisnu terlalu baik sama kami. Tapi bagaimana caranya membalas budi, Presdir Wisnu 'kan sudah kaya, apa yang mau kita lakukan untuknya.” gumam Via dengan bingung.
“ Itu tidak perlu, aku senang melakukannya.” jawab Wisnu dengan sungkan.
“ Kamu tenang saja Via, kamu tahu kalau aku handal dalam memasak di dapur. Aku akan masak makanan spesial untuk Presdir Wisnu.” dengan bangga Kaila ingin memasak untuk Wisnu.
“ Iya-iya. Kaila benar, Presdir Wisnu harus mencicipi masakan Kaila.” Via tepuk tangan sambil menganggukan kepala.
“ Aish, jika itu mau kalian aku tidak akan menolaknya.” pura-pura terpaksa padahal Wisnu senang bisa makan masakan Kaila.
“ Heheh, bagus! masuk dalam jebakan kamu Wisnu.” batin Kaila sambil menyeringai.
Kaila segera pergi ke dapur untuk masak, memilih bahan makanan di kulkas Kaila memasak sesuai bahan yang ada.
1 jam berlalu, Kaila selesai masak berbagai makanan sederhana.
“ Makanan sudah siap.” teriak Kaila sambil membawa makanan ke meja makan.
“ Wah, ini pasti lezat sekali.” Via hendak mencicipi masakan Kaila tapi Kaila melarangnya.
“ Tidak sopan, sudah kubilang ini masakan khusus untuk Presdir Wisnu, kamu tidak boleh memakannya.” mendorong sumpit milik Via dengan tangannya.
“ Tapi aku ingin mencicipinya. Sedikit boleh ya?.” mengekspresikan wajah kasihan.
“ Ya sudah kalau kamu mau makan itu, biar aku yang menghabiskan makanan bawa Presdir tadi.” Kaila memeluk makanan dari Wisnu.
“ Jangan! aku mau, itu makanan enak yang belum pernah aku makan.” Via memohon pada Kaila untuk berbagi makanan dengannya.
“ Ini, patuh jangan banyak bicara saat makan.” Kaila memberikan makanannya pada Via.
Wisnu melihat tingkah laku Kaila yang imut dan menggemaskan saat marah, membuat jantung Wisnu berdetak kencang.
“ Apa-apaan ini? bukankah hanya seorang gadis biasa tapi kenapa jantungku rasanya tidak biasa.” batin Wisnu dengan wajah memerah.
“ Presdir kenapa Anda tidak makan? itu enak loh, cicipi sebelum makanannya dingin.” berbicara dengan mulut penuh makanan.
“ Iya-iya, yang di bilang Kaila benar, Presdir harus memakan itu sebelum dingin.” Via juga tidak berhenti terus makan.
“ Baik, aku memakannya sekarang.” Wisnu mengambil sumpit dan mulai mencicipi makanan itu.
“ Hemm, lezat, sangat lezat! aku tidak menyangka seleraku langsung cocok dengan makanan seperti ini. Aku tidak boleh membuat Kaila sedih karena aku tidak menghabiskan makanannya.” batin Wisnu.
Wisnu bersemangat menyantap masakanan Kaila, Wisnu menghabiskan makanan itu dalam sekejap, makan seperti Monster dan membuat Kaila melongo melihat Wisnu.
“ Dia lapar apa doyan? masakan segitu banyak di habiskan dalam sekejap, bahkan nasi saja habis tidak tersisa.” batin Kaila sambil makan dengan perlahan.
“ Lezat, benar-benar lezat. Terima kasih Kaila.” ujar Wisnu sambil mengusap mulutnya dengan tangannya.
“ Emm, Presdir pakai tisu jangan pakai tangan, itu kotor.” gumam Via memberikan tisu pada Wisnu.
__ADS_1
“ Huft! terima kasih.” Wisnu terlihat malu memperlihatkan sisi buruknya di depan orang lain.
BERSAMBUNG