CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode42


__ADS_3

“ Aku baru saja bertemu dengannya.” ucap Wisnu memijat keningnya.


“ Siapa?.” Asher melirik.


“ Dia, orang yang selama ini kita cari. Tenyata dia ayah angkat Kaila, bahkan dia mengancam akan melaporkanku pada ayah jika aku terus dekat dengan putrinya.” Wisnu merasa prustasi.


“ Ternyata benar dugaanku selama ini.” bergumam.


“ Apa yang benar? kau tahu kalau ayah Kaila orang yang kita cari?.” tanya Wisnu penasaran.


“ Iya tuan, waktu itu, pada saat nona Kaila masih sekolah, sekilas aku melihat orang itu melambaikan tangan pada nona Kaila. Tidak di sangka nona Kaila malah masuk ke perusahaan Yhusi sebagai karyawan magang, apa ini ide orang itu?.” mengingat kejadian dulu dengan curiga.


“ Jadi kau sudah tahu lebih awal?.”


“ Iya, tapi aku tidak yakin kalau itu orangnya. Itu sebabnya aku tidak memberitahu Anda mengenai hal ini, dan alasanku tidak begitu suka saat tuan bersama nona Kaila, aku selalu terbayang dan berpikir kalau nona Kaila adalah putri dari orang itu.”


“ Ya, tapi dia hanya anak angkat. Seharusnya tidak masalah bukan?.” balas Wisnu.


“ Maksud Anda tuan?.”


“ Tidak, antar saja aku ke kantor.” menggelengkan kepala.


Tibanya di perusahaan Yhusi. Wisnu memberi perintah pada Asher.


“ Aku ingin tahu pria yang bersama Yue Yan tadipagi. Dalam 3 jam kamu harus menemukan Identitasnya.” ucap Wisnu.


“ Baik tuan.” walaupun 3 jam itu kurang, tapi Asher hanya bisa mengiyakan perintah dari Wisnu.


Wisnu duduk di kursi, membayangkan kalau dirinya tidak bisa bersama Kaila sampai kapanpun.


“ Presdir, aku bawa berkas penting yang harus Anda tanda tangani.” ucap Manajer Shu dari luar ruangan.


“ Aku lagi sibuk, nanti saja.” balas Wisnu.


Manajer Shu kecewa karena tidak bisa mendapatkan tanda tangan Wisnu, selain itu Yue Yan akan marah jika Manajer Shu memperlambat rencananya.


“ Tapi presdir, ini sangat penting, harus di tanda tangani hari ini juga.” tidak menyerah.


Wisnu melemparkan barang yang ada di depannya, lalu berdiri dan berteriak pada Manajer Shu.


“ Sudah kubilang aku lagi sibuk! apa kau tidak mengerti bahasa manusia?!.”


“ Mengerti presdir. ” Manajer Shu berlari ke ruangannya dengan ketakutan.


Manajer Shu mulai gelisah, ia takut jika Yue Yan akan melakukan sesuatu pada keluarganya jika tidak mengerjakan perintahnya.


“ Aku harus bagaimana sekarang, nona Yue Yan sebentar lagi pasti akan menelponku dan bertanya soal tanda tangan itu. Tapi aku takut mendengar presdir memarahiku.” mondar-mandir.


Tidak butuh waktu lama, ponsel Manajer Shu berdering.


“ Hah, bagaimana ini? apa yang harus aku katakan pada nona.” Menggigit jari telunjuk dengan panik.


Yue Yan tidak berhenti menghubungi Manajer Shu, Manajer Shu tidak punya pilihan lain selain harus mengangkat telponnya.


“ Nona, ada apa?.” tanya Manajer Shu dengan pelan.

__ADS_1


“ Kamu dari mana saja? kenapa baru mengangkat telpon? bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan tanda tangan Wisnu?.” berbicara dengan kencang.


“ Ah, hmm, anu nona. Aku, aku tidak.”


“ Tidak apa?! jangan bilang kamu tidak berhasil dalam rencana ini.” menebak dengan kesal.


“ Nona benar, aku tidak bisa mendapatkannya sekarang. Tapi nona tenang saja, secepatnya aku akan berikan tanda tangan presdir pada nona. Berikan aku waktu, ok.” mencoba meyakinkan Yue Yan.


“ Baiklah, aku tunggu sampai malam ini. Jika tidak, ibumu akan mati di Rumah Sakit.” ucap Yue Yan mengancam.


Manajer Shu menaruh ponselnya di meja, kemudian dirinya duduk dan menundukkan kepala di meja.


“ Ibu, kau harus baik-baik saja.” batin Manajer Shu sambil meneteskan air mata.


Asher membuka pintu ruangan Wisnu, ia terkejut melihat seisi ruangan itu sangat berantakan. Dia memunguti barang dan membuangnya ke tempat sampah.


“ Kenapa kamu sudah pulang? sudah dapat?.” bertanya dengan arogan.


Asher berdiri, ia menjelaskan semuanya pada Wisnu.


“ Tunjukan tempatnya.” lantas Wisnu mengambil jas miliknya dan pergi bersama Asher.


Semua karyawan melihat rambut Wisnu berantakan, di tambah lagi tubuh Wisnu berkeringat, membuat karyawan wanita berpikir macam-macam.


Sesampainya di Hotel tempat di mana Yue Yan bertemu dengan pria bertopi itu.


“ Beritahu aku no berapa kamar atas nama Yue Yan.” tanya Asher ke resepsionis.


“ Mohon maaf tuan, tamu di Hotel kami sangat privasi. Jadi saya tidak bisa memberitahunya pada Anda.” dengan sopan.


“ Maafkan saya tuan, saya tidak tahu jika kalian.”


Asher menghentikan pembicaraan resepsionis itu. “ Katakan saja di mana kamarnya.” mengangkat tangan.


“ Kamar no 145B, lantai 40.” jawab resepsionis.


“ Terima kasih.” balas Asher.


Kebetulan pada saat Wisnu dan Asher sampai di lantai 40, Yue Yan dan Ho Jiazheng baru saja keluar dari kamarnya. Yue Yan yang melihat kedatangan Wisnu segera menarik tangan Ho Jiazhen dan bersembunyi dari Wisnu.


“ Sttt, diam. Ada Wisnu.” bisik Yue Yan menutup mulut Ho Jiazheng yang terkejut.


“ Apa! mana?.” Ho Jiazheng menyaksikan sendiri kalau Wisnu datang ke kamarnya.


“ Kita harus bagaimana?.” tanya Ho Jiazheng.


“ Jangan tanya aku, pikir cara kita untuk kabur dari sini.” memukul pipi Ho Jiazheng dengan pelan.


Wisnu baru saja melangkah masuk, mendengar sura orang membuatnya mundur keluar, pada saat Wisnu menghampiri tempat persembunyiaan Yue Yan, tiba-tiba Asher memanggilnya.


“ Tuan, lihatlah.” teriak Asher dari dalam kamar.


Wisnu yang ragu menggelengkan kepala dan masuk menemui Asher.


“ Ayo cepat.” Yue Yan menarik Ho Jiazhen masuk ke lift.

__ADS_1


Wisnu berlari keluar, tapi tidak menemukan apa-apa.


“ Tuan, apa kita akan bawa tespek ini?.” tanya Asher.


“ Emm. Ayo pergi.” bergumam.


Wisnu dan Yue Yan hanya berselisih 5m saja, tapi Wisnu tidak menyadari kalau Yue Yan sudah pergi bersama Ho Jiazhen lebih dulu darinya.


“ Untung dia tidak menemukan kita. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana nasibku kedepannya jika Wisnu tahu aku berselingkuh darinya.” menghela nafas dengan lega.


“ Ya, kupikir begitu. Bukan hanya kamu yang akan hancur, tapi aku juga tidak bisa menghancurkan hidupnya tanpa bantuan darimu. Btw, terima kasih ya.” menatap Yue Yan.


Yue Yan mengangguk, lalu memeluk Ho Jiazheng yang sedang menyetir mobil.


“ Apa tespek itu milik Yue Yan? jika iya, aku akan mengadu pada ayah untuk membatalkan pertunangan dengannya.” batin Wisnu sembari menatap ke arah kaca mobil.


“ Kamu simpan saja tespek itu. Kedepannya aku akan membutuhkannya.” ucap Wisnu.


“ Baik tuan.” sahut Asher.


Wisnu menyempatkan diri untuk pergi Rumah Sakit, dia melihat sendiri kalau Kaila sudah mau pulang dari Rumah Sakit. Wisnu berpikir jika dia tidak di perlukan lagi setelah Kaila pulih, ia memutuskan pergi ke Barr untuk mabuk.


Di dalam Barr, suasana sangat rame dan berisik. Tapi Wisnu tidak peduli, dia terus mabuk sambil memyangkan Kaila.


“ Kaila, kenapa kamu? kenapa harus jadi anak dia. Dia adalah musuhku.” bergumam setengah sadar.


Manajer Shu baru pulang kerja, dia langsung pergi ke Rumah Sakit untuk menengok ibunya yang di rawat.


“ Ibu, apa kau baik-baik saja? beritahu aku apa ada seorang wanita yang menemuimu ke sini?.” tanya Manajer Shu dengan panik.


“ Tidak. Memang siapa yang mau menemui ibu? apa dia temanmu?.” menggelengkan kepala.


“ Bukan apa-apa bu. Ibu istirahat saja dulu, aku mau keluar cari suster.” menunduk dan mengusap tangan ibunya.


Manajer Shu membuka pintu, tiba-tiba Yue Yan sudah berdiri di depan pintu. Manajer Shu terkejut, ia segera menutup pintu dengan rapat dan memawa Yue Yan menjauh dari ruangan itu.


“ Lepaskan! berani sekali kamu menyentuhku.” Yue Yan dengan jijik menghempas tangan Manajer Shu.


“ Maafkan aku nona. Aku tidak bermaksud menyentuhmu.” menunduk.


“ Mana? waktunya hampir habis. Berikan berkas itu padaku sekarang.” mengulurkan tangan.


“ Nona, aku tidak bertemu dengan presdir dari tadi. Sejak presdir memarahiku presdir pergi entah ke mana.”


Plak! Yue Yan menampar Manajer Shu dengan keras.


“ Apa kau pikir aku peduli dengan hal itu? yang kuinginkan tanda tangan Wisnu, terserah dia mau pergi ke mana. Kenapa kamu tidak berusaha mendapatkan tanda tangannya?!.” bentak Yue Yan.


Yue Yan pergi dengan kesal, memberikan peringatan pada Manajer Shu dengan cara membekukan semua perawatan ibunya di Rumah Sakit.


“ Ibu, ibu kau kenapa?.” Manajer Shu terkejut melihat ibunya yang kesusahan bernafas.


“ Dada ibu sesak Shu, ada apa ini? apa oksigennya habis?.” berbicara dengan terbata-bata.


Manajer Shu berlari keluar, mencari dokter dan suster untuk bertanya. Ternyata benar, ini semua di sebabkan oleh Yue Yan, Manajer Shu sangat terpuruk, ia terduduk di lantai sambil menangis. Tapi itu tidak akan menyelesaikan masalah, ia berdiri dan pergi mencari Wisnu di malam hari.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2