
Di perjalanan Kaila tampak gelisah dengan kata-kata Rama padanya. Kaila tidak nyaman ketika mendengar nama Adira di sebut di depannya, karena menurut Kaila Adira telah mengkhianatinya.
Kaila sadar kalau dirinya kehilangan keperawanan gara-gara Wisnu. Kaila bersukur karena tidak jadi menikah sama Adira, menurut Kaila dirinya tidak pantas untuk Adira.
Setelah sampai, Kaila melihat mobil Wisnu terparkir di depan Apartemen. Kaila kebingungan dan segera mencari tempat untuk bersembunyi.
Tiba-tiba Wisnu menarik tangan Kaila dan memeluknya. “ Mau pergi kemana kamu?.”
“ Hah! aku,, aku, aku tidak mau kemana-mana.” Jawab Kaila dengan gugup.
“ Malam ini, ikut denganku ke Villa.”
“ Tidak, aku tidak mau.” Kaila berbalik dan mundur menjauh dari Wisnu.
“ Mengapa?.”
“ Besok aku harus bekerja pagi-pagi. Jadi aku tidak bisa begadang malam ini.”
“ Siapa yang menyuruhmu begadang?.”
“ Hemmzt?!.”
“ Ada pekerjaan untukmu. Aku mau kamu mengerjakannya malam ini.”
“ Apa itu tentang perusahaan?.”
“ Yaa.”
“ Aku akan pergi!.”
Kaila masuk ke mobil dengan semangat, karena menurut Kaila pekerjaan itu lebih penting. Demi mendapatkan uang tambahan Kaila rela jika harus begadang untuk bekerja.
Setelah sampai di Villa, Wisnu menyuruh Kaila naik ke atas dan masuk ke ruang kerjanya. Kaila sempat ragu dengan kata-kata Wisnu.
“ Aku yakin Wisnu tidak akan melakukan apapun padaku. Asher ada di ruang kerjanya juga, jadi dia tidak akan berani melakukan hal bodoh lagi padaku.” Batin Kaila, Kaila berusaha tenang dan menghela nafas agar tidak takut pada Wisnu.
Tapi siapa sangka, justru Wisnu tidak keberatan jika Asher ada di ruangnya. Lihat saja, Wisnu sengaja menarik pinggang Kaila untuk duduk di pangkuannya.
“ Apa yang kamu lakukan? lepaskan aku! cepat lepaskan aku Wisnu!.” Kaila mencoba melepaskan diri dari tangan Wisnu.
“ Jangan berontak seperti itu, jika tidak maka aku tidak akan segan memakanmu di hadapan Asher, apa kamu mau?.” bisik Wisnu.
Kaila langsung patuh karena tidak mau di permalukan di depan orang lain.
“ Lagi-lagi dia mengancamku. Dia begitu hebat membuatku patuh padanya, dasar CEO gila.” batin Kaila dengan mengutuk.
“ Asher, jelaskan padaku berkas yang telah kamu selesaikan minggu kemarin.”
__ADS_1
“ Baik tuan.”
Asher menjelaskannya secara detail pada Wisnu, di tengah-tengah pembicaraan, Wisnu keberatan dengan adanya pengeluaran yang begitu besar untuk membangun sebuah proyek kecil.
“ Apa-apaan ini? kenapa pengeluarannya begitu besar, apa kamu tidak salah dalam mendata kemarin Asher?.” bentak Wisnu.
“ Tidak tuan, aku mencatat jika para pekerja kecil menginginkan upah 25% dari harga yang telah kita tentukan.”
“ 25%! bukankah 10% sudah termasuk besar, aku menggajinya lebih besar dari perusahaan yang lain, apa mereka tidak beruntung memiliki bos sepertiku. Ini namanya pemerasan bukan demo naik gaji. Brak!.” Wisnu memukul meja karena emosi.
Seketika Kaila ketakutan melihat Wisnu yang tampak marah besar karena masalah perusahaan. Kaila berniat turun dari pangkuan Wisnu agar tidak mengganggunya.
“ Kamu boleh keluar, selesaikan masalah ini dalam 2 hari, pecat semua pekerja yang semena-mena.” Wisnu menyuruh Asher keluar dari ruangannya.
“ Ba baik tuan.” Asher segera pergi secepat kilat.
Wisnu menarik tangan Kaila dan mendudukannya di kursi. “ Begitu tidak sabar ingin pergi dari sampingku!.” wajah Wisnu begitu menyeramkan.
“ Tidak tuan, aku tidak bermaksud seperti itu.” Kaila ketakutan dengan nada bicaranya.
“ Lalu apa maksudmu, hemm?.” menunggu jawaban yang mengenakan di dengar.
“ Aku hanya, hanya tidak ingin mengganggu kerja tuan saja.” dengan gemetar.
“ Benarkah, aku pikir kamu mau menjauh dariku dan tidak mau berdekatan denganku.” nada sinis.
“ Mana mungkin seperti itu tuan, hehe.” senyum terpaksa.
Wisnu sengaja mengerjai Kaila karena Wisnu tahu kalau kalung itu sangat berharga bagi Kaila. Tanpa pikir panjang Kaila menyetujuinya, Kaila langsung mendorong Wisnu ke sofa dengan wajah yang sexi, Brak! Wisnu sangat tidak menyangka kalau Kaila akan mau menuruti kemauannya.
“ Apa dia benar-benar Kaila yang kukenal dulu? kenapa tampaknya aku tidak mengenalinya dengan tingkahnya seperti itu.” batin Wisnu dengan tertegun.
Wisnu kesal karena Kaila meraba tubuhnya dan membuka semua pakaiannya, dan hanya tinggal celana tanpa sabuk. Wisnu menarik tangan Kaila dan mendorongnya keluar dari ruangannya.
Brak!
“ Ada apa dengannya? kenapa tiba-tiba dia mendorongku keluar, bukankah dia menguruhku untuk melayaninya, maka dia berjanji akan mengembalikan kalung milikku, tapi apa ini?.” batin Kaila dengan bingung dan wajah polosnya itu.
Wisnu menyandar di balik pintu dan memegang kepalanya. “ Ada apa denganku? bukankah aku menyuruhnya untuk melayaniku, dan dia menurutiku bukankah itu keinginanku, tapi kenapa tubuhku menolak melihat sikap Kaila seperti itu.” batin Wisnu.
Wisnu duduk di sofa sambil meroko. “ Sebenarnya seberapa berharganya kalung itu untuk Kaila, sampai-sampai dia mau mempermalukan dirinya di depanku. Apa jangan-jangan kalung itu pemberian mantan tunangannya?.” Wisnu berpikir jika kalung itu pemberian dari Adira Pramana.
Kaila segera pergi ke toilet untuk merapihkan pakaian dan rambutnya yang berantakan, sambil bergumam. “ Sejak keperawananku hilang, aku sudah tidak punya malu lagi di depannya, aku seperti orang gila yang di perbudak olehnya untuk mendapatkan uang.”
Kaila bersedih dan meratapi hidupnya sambil duduk di sofa ruangan bawah. Kaila tertidur dengan air mata menetes ke pipinya, Wisnu sengaja turun ke bawah untuk melihat Kaila.
“ Dia sungguh tidur? tidak seperti biasanya dia tidur seperti ini, tanpa berontak ingin pergi dari sisiku.” batin Wisnu.
__ADS_1
Wisnu mengusap air mata Kaila dan menyelimutinya. “ Tidur yang nyenyak anak nakal.” gumam Wisnu.
Di pagi hari Kaila terbangun pada pukul 07:00.
“ Astaga, aku kesiangan.” Kaila segera beranjak dan keluar dari Villa.
“ Nona Kaila, tuan memerintahku untuk mengantar nona ke kantor.” ujar Asher.
“ Hemm, terima kasih.” karena telat bangun Kaila segera masuk mobil tanpa banyak tanya pada Asher.
beberapa jam saat di perusahaan.
“ Kaila, sedang apa kamu di sini? bukankah kamu di ruang Presdir!.” tanya Via.
“ Hah, sudah selesai.” sambil tersenyum.
“ Oo, gitu, nanti siang mau makan di mana? gimana kalau kamu yang traktir aku makan di Caffe sebrang, yang baru buka itu loh.”
“ Yaa, itu tidak masalah, aku mendapatkan gaji yang lumayan sekarang.” Kaila menganggukan kepalanya.
“ Terima kasih! bulan depan aku yang traktir kamu makan, ok.”
“ Itu tidak perlu, kamu sudah mau menampungku di Apartemenmu saja aku sudah berterima kasih banyak padamu.” Kaila menggenggam tangan Via.
“ Oo, aku menyayangimu.” Via terharu dan saling berpelukan.
Waktunya makan siang.
Kaila bersama Via pergi ke Caffe untuk makan mewah dan enak, tapi siapa sangka, makan mewah itu berantakan karena Wisnu datang dan menyantap semua pesanannya.
Brak!
“ Hemm, ada apa?.” Kaila terkejut karena Wisnu memukul meja.
“ Tuan, apa Anda akan makan di sini? kalau gitu aku akan pergi cari tempat lain.” Via takut melihat Wisnu duduk di sebelahnya.
Kaila berdiri dan berniat ikut pergi bersama Via, tapi Wisnu menarik tangan Kaila dan mendudukkan nya di pangkuannya.
“ Lepaskan aku! lepaskan aku Wisnu, banyak orang yang melihat kita, aku malu di lihat mereka Wisnu. Tolong biarkan aku pergi!.” Kaila canggung karena di lihat banyak orang.
“ Suruh mereka pergi dari sini.” suruh Wisnu pada Asher.
“ Baik tuan.”
Asher dengan sigap segera membubarkan semua orang yang ada di Caffe.
“ Yaa, dia mengusir kita begitu saja.” ujar pengunjung Caffe.
__ADS_1
“ Orang kaya mah bebas! dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan.” balas pengunjung Caffe dengan kesal.
BERSAMBUNG