
Di perusahaan Yhusi.
" Kaila, semua berkasnya udah selesai belum?." tanya Manajer sambil menghampiri Kaila.
" Ah? iya udah Manajer, ini semua berkas yang anda minta." Kaila menyerahkan berkasnya pada Manajer.
" Baiklah, terima kasih, Kaila." Manajer pergi setelah mengambil berkasnya.
" Ahh? apa aku salah dengar? tadi Manajer berterima kasih dengan tersenyum. Biasanya Manajer selalu memasang wajah yang dingin ketika berhadapan denganku." gumaman Kaila dengan bingung sekaligus senang karna sikap Manajer tidak sedingin lagi seperti dulu.
" Tuan muda Wisnu, anda udah datang? biar aku yang menyiapkan kopi untuk Anda." Manajer bersikap peduli di hadapan Wisnu.
" Tidak perlu, biar calon Tunanganku yang membuatkannya." Wisnu menolak dan ingin membuat Kaila cemburu pada Yue Yan.
" Ahh, baik tuan muda Wisnu." Manajer sangat kesal karna tidak ada kesempatan baginya untuk mendekati Wisnu.
" Sayang, aku akan membuatkan kopi untukmu sekarang." Yue Yan bersikap manja ke pada Wisnu di depan semua karyawan, membuat para wanita iri melihatnya bermesraan dengan Wisnu.
" Baik, terima kasih sayang." ucap Wisnu sambil pergi ke ruangannya.
Yue Yan segera pergi membuatkan kopi untuk Wisnu, sedangkan Kaila kesal karna Wisnu selalu membuatnya kesal dan tidak nyaman ketika berada di kantor.
" Kaila? apa kamu tidak papa?." Via merasa kalau wajah Kaila memerah.
" Ah! aku tidak papa, kenapa kau selalu mengagetkan aku, Via?." Kaila marah karna Via selalu membuatnya kaget ketika dirinya sedang tak enak hati.
" Apa kau cemburu? Hihihi." Via menggoda Kaila yang tengah marah itu.
" Kau! Via, teman macam apa kamu ini? ngomong seenaknya aja. Hmm." Kaila marah karna Via terus memojokinya dengan Wisnu.
Karna merasa tidak nyaman, Kaila memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya yang sekarang. Tapi Kaila sangat bingung dengan keputusannya, karna Kaila tidak mau meninggalkan Via dan tidak mau berjauhan, karna menurutnya Via adalah seorang sahabat yang selalu membuat dirinya semangat dalam menjalani segala hal.
__ADS_1
Di ruangan Wisnu.
Wisnu terlihat galau dan terus melamun dari pagi, tapi Yue Yan terus menganggu Wisnu yang sedang galau itu. Membuat Wisnu marah dan menyuruh Yue Yan pergi dari hadapannya.
" Sayang, lihatlah, aku membawakan kopi untukmu. Ini sangat spesial buatanku untuk calon suamiku." Yue Yan memberikan kopinya tepat di depan Wisnu.
Wisnu tidak menghiraukan Yue Yan yang sedang berbuat tak pantas padanya.
" Sayang, ayolah, aku tau kau pasti menginginkannya juga kan?." Yue Yan memeluk Wisnu dari belakang dan mencoba merayu Wisnu dengan dada yang besar.
" Diam! pergi sekarang juga dari ruanganku." Wisnu berdiri dan menyuruh Yue Yan keluar dari ruangannya.
" Tapi sayang?." Yue Yan malah bersikap manja pada Wisnu.
" Enyahlah." Wisnu menepiskan tangannya dan merasa jijik terhadap Yue Yan.
Yue Yan kaget karna Wisnu selalu bersikap dingin dan kejam padanya saat waktu berduaan. Sangat berbeda ketika di depan semua orang, Wisnu sangat Romantis dan selalu memanjakan Yue Yan layaknya pasangan yang bahagia.
Yue Yan kesal dengan kelakuan Wisnu yang tidak punya perasaan padanya, membuat Yue Yan marah dan menjatuhkan kopinya ke lantai.
" Wisnu, aku harap kedepannya kau akan berubah dan akan mencintaiku seperti aku mencintaimu." Yue Yan berjalan keluar dan berbicara sambil membelakangi Wisnu.
Brak.. suara pintu yang keras membuat para karyawan kaget, dan melihat Yue Yan dengan pakaian yang berantakan membuat orang lain salah paham sama hubungan Wisnu dan Yue Yan.
" Lihatlah, tunangan CEO kita. Dia berpakaian berantakan dan kelihatannya sangat kesal, mungkin dia tidak berhasil membuat CEO Wisnu tergoda oleh kecantikannya." para karyawan bergosip tak sedap di kantor tentang CEO Wisnu dan Yue Yan.
Kaila yang tengah sibuk kerja, mendengar ucapan karyawan yang lain, dan melihat Yue Yan yang pergi dari ruangan Wisnu dengan penuh kekesalan dan wajah yang dingin.
" Apa yang terjadi? kenapa Yue Yan pergi begitu tergesa-gesa dan pakaiannya berantakan?." gumam Kaila dengan heran.
" Kaila, Yue Yan kenapa ya? kok pakaiannya berantakan begitu? apa Yue Yan melakukan hal seperti itu dengan CEO Wisnu?." dengan polosnya Via bertanya pada Kaila yang pernah tidur sama Wisnu.
__ADS_1
Wajah Kaila memerah karna Kaila mengingat kejadian yang dulu, di mana Kaila tidur sama Wisnu dan melakukan hal yang di lakukan suami istri, bahkan melihat Wisnu bertelanjang bulat. Membuat Kaila merasa malu dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
" Aku tidak tahu? kau bisa menanyakannya ke pada Yue Yan, jika kau penasaran apa yang telah ia lakukan dengan CEO Wisnu." dengan ketusnya Kaila menjawab perkataan Via dengan singkat dan tegas.
" Ahh? ada apa dengan Kaila? kenapa setiap aku berbicara tentang CEO Wisnu, dia merasa galau dan kesal dengan begitu cepat, bahkan sikapnya berubah lebih cepat dari pada membalikan buku." gumam Via dengan penuh penasaran.
Kaila beranjak dari kursinya dan pergi ke ruangan Wisnu sambil membawa berkas, Via dengan penasaran dan aneh dengan sikap Kaila, hanya terdiam dan melihat Kaila pergi ke ruangan Wisnu membuat Via semakin penasaran dengan hubungan Kaila dan Wisnu.
Tok tok tok.
" Masuk!." saut Wisnu dari dalam.
Kaila masuk ke ruangan Wisnu dan menutup pintunya kembali. Wisnu kaget ketika melihat Kaila yang datang menemuinya.
" Kaila, ada apa kau mencariku?." tanya Wisnu sambil berdiri.
" Maaf, mengganggu Tuan. Aku kemari untuk memberikan surat pengunduran diriku." Kaila menyerahkan suratnya dan mundur dengan cepat.
" Apa? Kaila mau mengundurkan diri dari perusahaanku, tapi kenapa? apa yang membuat dirinya mau keluar dari pekerjaan ini?." dengan bingung Wisnu hanya memandang surat pengunduran Kaila sambil melamun.
" Kau tidak bisa mengundurkan diri dari pekerjaan ini, kecuali kau harus membayar uang sebesar 2M. Dengan Cash jika kau ingin keluar dari pekerjaan ini." dengan tegas Wisnu berkata kalau Kaila harus membayar karna ingin mengundurkan diri dan melanggar kontrak.
" Apa? kau curang Wisnu, bahkan aku mau keluar dari pekerjaan kamu aja aku harus membayar uang yang begitu banyak, kau tak tahu malu." Kaila membantah dengan adanya harus membayar uang pada perusahaan Yhusi.
" Apa kau lupa?, dengan kontrak yang kau tanda tangani bahkan kau menyetujui semua persaratanku." Wisnu berjalan mendekati Kaila yang tengah bingung dan kaget itu.
" Kenapa? aku bisa menerima pengunduran diri kamu, tapi apa kamu bis membayar 2M, yang sudah kita setujui di atas kertas putih waktu lalu." Wisnu berbisik di telinga Kaila dan bersikap gentleman.
" Kau! kau keterlaluan Wisnu, aku kira kau tidak akan curang dalam memainkan sesuatu, ternyata aku salah, kau lebih buruk dari yang aku bayangkan." Kaila kesal karna Wisnu selalu membuatnya marah dan emosi.
" Baiklah, jika kau tidak percaya dengan perkataanku, aku bisa memanggil Asistenku dan menyuruhnya untuk membuktikan surat Kontrak itu. Bagaimana?." Wisnu malah terus menggoda Kaila yang tengah kesal itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG