
“ Oh tidak, apa yang aku lakukan semalam? apa aku dan Wisnu! tidak tidak, itu tidak mungkin. Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh dengan diriku.” gumam Kaila.
Kaila melihat tubuhnya yang tanpa pakaian apapun, sontak Kaila berteriak terkejut dan berlari masuk ke toilet.
“ Kenapa aku bisa tanpa pakaian seperti ini? ada apa denganku? hiks hiks, itu sangat memalukan, bahkan seorang pelayan sudah melihat sekujur tubuhku dengan jelas, bagaimana ini?.” batin Kaila merintih karena malu.
Kaila bercermin dan melihat tubuhnya penuh dengan memar merah, bukti bahwa dirinya sudah melakukan hubungan intim dengan Wisnu.
“ Nona, biarkan aku membantumu mandi. Nona jangan takut, kita sama-sama perempuan tidak perlu malu padaku, lagi pula aku sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini.” Bibi pelayan mengedor pintu toilet untuk membantu Kaila mandi.
“ Tidak perlu, aku bisa mandi sendiri. Kamu pergilah dari sini.” ujar Kaila sambil wajah memerah karena malu.
“ Baik nona, saya akan menyiapkan pakaian untukmu di sini. Setelah selesai mohon turun ke bawah untuk sarapan.” balas Bibi pelayan.
“ Ya ya, pergilah.” dengan nada kesal.
Kaila tidak menyangka kalau toilet milik Wisnu ternyata memiliki 2 pintu, ruangan sebelah untuk berendam di lengkapi dengan tirai berwarna hitam, membuat toilet itu sangat menakjubkan.
“ Ini toilet atau kamar tidur? sebesar ini 'kah. Setengah dari kamarku saja tidak ada, ini lebih besar dari kamar tidurku.” menghibur kemiskinan Kaila yang serba pas-pasan.
Kaila ingin mencoba berendam di toilet milik Wianu, tapi Kaila takut Wisnu akan marah karena lancang memakai toilet tanpa ijin darinya.
“ Bodo amat! dia sudah meniduriku semalam, tidak akan rugi jika aku mencoba sebuah toilet saja.” gumam Kaila.
Kaila berendam di taburi bunga merah yang telah di siapkan. Kaila merasakan betapa nikmatnya hidup setelah mencicipi Fasilitas orang kaya, di situ Kaila merasa sedang Bereinkarnasi menjelajah kehidupan jadi seorang putri dari kerajaan zaman dahulu.
“ Jika seperti ini aku tidak mau kembali jadi Kaila yang miskin, aku berharap suatu saat nanti aku akan jadi putri dari seorang yang kaya raya. Hahah, tapi siapa yang akan mengangkatku jadi putrinya, benar-benar halu.” berhalu tingkat dewa.
Kaila keluar dari kamar mandi setelah 1 jam.
“ Benar-benar menyenangkan jadi orang kaya, bahkan pakaian saja sudah di siapin.” berbicara sambil menepuk jidat.
Tanpa buang-buang waktu Kaila segera memakai pakaian itu, sebuah dress yang pendek dan memperlihatkan tulang selangka, Kaila merasa tidak cocok dengan dress yang di siapkan Bibi pelayan.
“ Bibi pelayan itu benar-benar ingin membuatku malu, bagaimana aku bisa memakai dress seperti ini, sedangkan tubuh dan leherku penuh dengan tanda merah.” menggelengkan kepala karena tidak habis pikir.
__ADS_1
Kaila membuka lemari dan memilih beberapa baju yang ada, Kaila memakai kemeja milik Wisnu yang berwarna putih dan celana pendek. Kaila terlihat seperti anak kecil yang memakai pakaian orang dewasa.
“ Tidak apa, begini lebih bagus dari pada menonjolkan tanda merah ini.” Kaila tertawa melihat dirinya tertutup sama kemeja, bahkan kemeja itu menutupi tangan Kaila yang membuatnya kesulitan.
Kaila melepaskan celananya karena terlalu longgar dan sulit untuk di paksakan, kemeja yang di pakai Kaila sudah bagus dan menutupi tubuh Kaila sampai lutut.
“ Sudah selesai, waktunya makan.” dengan gembira.
“ Nona, Anda? kenapa tidak memakai baju yang aku siapkan?.” Bibi pelayan melongo melihat Kaila memakai kemeja milik Wisnu tanpa ijin darinya.
“ Aku tidak suka, biarkan aku pakai ini untuk sementara waktu.” balas Kaila dengan jutek.
“ Ya sudah kalau begitu. Silahkan nona duduk dan nikmati sarapan Anda, semoga sesuai dengan selera.” Bibi pelayan tidak bisa membantah dan hanya pasrah.
Kaila duduk di kursi dan mencicipi semua makanannya.
Bibi pelayan mengirimi pesan pada Wisnu.
“ Maaf mengganggu tuan, nona Kaila sudah bangun, sekarang dia sedang makan.”
“ Aku pikir dia sudah kemana! ternyata jam segini baru bangun. Coba kulihat apa yang dia lakukan sekarang.” batin Wisnu.
Wisnu melihat Kaila dari ponsel nya, CCTV yang ada Villa menyoroti pergerakan Kaila.
“ Hufft! apa yang dia lakukan? dia memakai kemeja milikku. Hahah, itu sangat imut, dia seperti anak kucing yang menggemaskan. Membuatku ingin memakannya sekarang.” batin Wisnu, Wisnu tidak sadar kalau dirinya sibuk bermain ponsel sambil tersenyum sendiri.
Para Klien melihat Wisnu sangat aneh karena tersenyum sendiri sambil bermain ponsel.
“ Presdir, bagaimana dengan proyeknya?.” tanya seorang Klien yang tidak senang karena di abaikan oleh Wisnu.
“ Hemm, ada apa? sampai mana kita membahas proyeknya?!.” menyimpan ponsel dan kembali pokus bekerja.
Klien itu membahas kembali dari awal karena Wisnu tidak pokus, tapi Wisnu penasaran sama ponselnya dan meliriknya kembali. Lagi-lagi Wisnu tersenyum sampai membutnya kehilangan kendali.
“ Sepertinya Meeting hari ini kita akhiri sampai di sini. Aku ada urusan penting sekarang, sampai jumpa di lain waktu.” Wisnu berdiri dan pergi meninggalkan ruangan Meeting.
__ADS_1
Para Klien melongo melihat Wisnu yang tiba-tiba pergi setelah senyum sendiri melihat ponsel.
Manajer Shu baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan mau pergi ke kantin, melihat Wisnu berjalan terburu-buru Manajer Shu penasaran dan mengikutinya.
“ Presdir mau pergi ke mana buru-buru begitu? sepertinya Meeting belum selesai, jadi Presdir meninggalkan Meeting hari ini. Sesuatu pasti terjadi pada Presdir, aku harus beri tahu nona muda Yue Yan.” batin Manajer Shu dengan licik.
Tibanya di Villa, Wisnu berlari masuk ke dalam.
“ Bibi, di mana Kaila?.” teriak Wisnu tidak sabaran.
“ Nona ada di halaman belakang.” jawab Bibi pelayan dengan panik.
Wisnu segera pergi melihat Kaila di halaman belakang, melihat Kaila yang tengah berjemur di siang hari dengan pemandangan kolam renang yang besar dan mewah, di meja terdapat banyak makanan dan jus buah-buahan yang dingin.
“ Aku pikir kamu sangat menikmati tinggal di sini! aku berencana untuk membuat surat pengalihanmu dan bisa tinggal di sini selamanya. Bagaimana? apakah ide aku sangat bagus?.” Wisnu tiba-tiba berbicara dengan menindih Kaila yang terbaring berjemur.
“ Hah, kamu! kenapa.” Kaila tidak dapat bicara karena Wisnu menutup mulutnya agar diam.
“ Sttt, jangan bicara saat aku tidak menyuruhmu. Aku paling tidak suka ada orang yang berbicara dengan teriakan seperti itu, tidak sopan.” menyindir.
“ Jika kamu tidak suka kenapa kamu membawaku kemari? sudah kubilang jangan ganggu hidupku lagi, tapi kamu selalu datang dan mengacaukan hari-hariku.” menepis tangan Wisnu yang menutupi mulutnya.
“ Jika kamu tidak suka kenapa kamu sangat menikmati Fasilitas di sini, aku lihat kamu juga baik-baik memakai semua barang milikku, bahkan kemeja saja kamu memakainya tanpa ijin dariku.” berbisik dengan nada dingin.
Kaila tercengang karen perkataan Wisnu menyinggung perasaannya.
“ Baiklah, aku akan melepaskan kemeja ini termasuk membayar Fasilitas yang telah aku pakai tadi. Katakan padaku berapa jumlah yang kamu inginkan?.” Kaila berdiri dan marah besar pada Wisnu.
“ Tidak besar, hanya 15 Million. Apa kamu sanggup membayarnya?.” berbisik menyindir kemiskinan Kaila.
“ Apa kamu bilang? kamu mau aku merampok bank berapa sampai aku harus membayar uang sebanyak itu?.” bentak Kaila dengan terkejut.
“ Bukankah kamu bilang akan membayar Fasilitas yang kamu pakai di sini. Kenapa sekarang berubah pikiran dan menjilat ucapan sendiri?.” Wisnu malah mempermainkan Kaila.
BERSAMBUNG
__ADS_1