CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode19


__ADS_3

Di dasar Danau.


Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..


Kaila sadar dan mengeluarkan banyak air dari dalam mulutnya. Kaila kaget karena orang yang telah menyelamatkannya Wisnu, bukan orang lain.


" Kau??." Kaila bangun sambil memegang kepalanya.


Tanpa kata, Wisnu langsung menggendong Kaila dan membawanya ke Villa. Kaila berontak karena tidak mau kembali lagi ke Villa, karena Kaila berniat ingin mencari Orang tuanya yang telah meninggalkannya di Panti asuhan.


Wisnu menurunkan Kaila di sofa dan memberikan handuk untuk Kaila, handuknya di lemparkan ke wajah Kaila dan Wisnu berbalik sambil mengeringkan rambutnya.


" Keringkan rambutmu, nanti kau masuk angin dan akan menyusahkan aku lagi seperti tadi." Ucap Wisnu.


" Terima kasih." Saut Kaila.


" Sudahlah, kau tidak perlu berterima kasih, aku melakukannya bukan demi kamu, tapi aku tidak mau kalau kau mati, Keluargamu akan bertanya tentangmu padaku." Wisnu kembali ke kamarnya.


" Dasar, tak punya perasaan, bicara seperti itu di saat aku lagi kena musibah yang hampir membuatku kehilangan nyawa." Gumam Kaila dengan kesal.


Kaila hanya terduduk di sofa sambil mengeringkan badannya yang basah.


" Kaila, ganti pakaianmu yang basah itu, nanti kau sakit." Ucap Wisnu.


Karena Kaila mengacuhkan perkataannya, Wisnu menggendong Kaila dan membawanya ke kamar.


" Woahh! apa yang kau lakukan Wisnu?." Kaila kaget karena Wisnu tiba-tiba menggendongnya.


" Diam! aku tidak suka di bantah!." Wisnu berbicara dengan dingin.


Kaila terdiam karena takut dengan tatapan Wisnu yang membuat Kaila merinding di sekujur tubuhnya. Wisnu menurunkan Kaila di ranjang, dan mengambilkan pakaian dari lemari buat di pakai Kaila.


" Pakailah, aku tidak bisa melihat kau sakit." Tanpa di sadari Wisnu berkata yang tak seharusnya ia katakan.


" Apa?." Kaila terkejut mendengar ucapan Wisnu.


Wisnu sadar kalau ucapannya tadi salah dan membuat Kaila salah paham padanya. Wisnu langsung keluar dari kamar Kaila karena malu sudah bicara tak seharusnya ia katakan.


" Apa aku salah dengar? sepertinya tadi Wisnu bicara.." Kaila mengingat ucapan Wisnu yang tadi.


" Tidak, aku pasti salah dengar, lagi pula pikirannya tidak bisa di tebak, apa yang sedang ia pikirkan, sangat berbeda dengan sikapnya." Gumam Kaila.

__ADS_1


" Kenapa sih, aku bisa salah bicara seperti itu, seharusnya aku bilang kalau aku tidak peduli dengan dirinya, tapi peduli dengan pekerjaannya." Wisnu mondar mandir di kamarnya dengan menyesal atas apa yang ia ucapkan tadi.


" Woah! ada apa denganku, kenapa aku jadi seperti ini, seperti orang yang takut ketahuan setelah Merampok. Aku tidak bisa mengakuinya kalau aku. Mungkin suka sama Kaila." Wisnu semakin setres karena terlalu banyak mikirin Kaila.


Karena tidak mau rasa sukanya semakin dalam, Wisnu memutuskan untuk pulang ke Kediaman Yhusi, semua Keluarganya menunggu kehadiran Wisnu di acara Pertunangannya, yang akan di laksanakan 2 hari lagi.


" Asisten Asher, siapkan Pesawat untukku, aku akan pulang ke Kediaman Yhusi nanti malam." Kata Wisnu di telpon.


" Baik tuan." Saut Asisten Asher.


" Dan kau suruh Kaila untuk bersiap-siap dari sekarang, aku tidak mau kalau nanti malam akan telat gara-gara dia." Ucap Wisnu.


" Siap, laksanakan, tuan."


" Aduh, aku harus segera menemui Nona Kaila sekarang juga ni, kalau tidak, tuan pasti marah padaku." Asisten Asher segera pergi menemui Kaila.


" Nona, tolong buka pintunya! ada yang harus saya sampaikan pada Nona." Asisten Asher mengetuk pintu kamar Kaila.


" Iya, sebentar."


Kreekk


Pintu terbuka, dan Kaila belum mengganti pakaiannya yang masih basah.


" Iya, tadi aku ketiduran jadi aku tidak sempat ganti pakaian." Saut Kaila.


" Oh, baiklah. Nona, tuan nyuruh Anda segera bersiap dari sekarang, karena tuan nanti malam akan pulang ke Kediaman Yhusi." Ujar Asisten Asher.


" Pulang!." Dengan kagetnya Kaila bicara keras.


" Iya, jadi Nona bersiap ya, aku takut kalau tuan akan marah jika Nona terlambat nanti malam." Asisten Asher.


" Iya, kamu tenang aja, aku pasti akan tepat waktu kok." Saut Kaila.


Kaila sangat senang karena dirinya akan kembali ke Kota. Kaila segera bersiap dan membereskan semua barangnya.


" Aahh, tinggal tunggu beberapa jam lagi, akupun akan bebas dari sini dan bisa bertemu dengan Ayah." Kaila merasa senang.


Hari telah malam jam menunjukan ke arah jam 20:00.


Kaila pergi ke depan sambil membawa barang-barangnya. Tak lama kemudian Wisnu keluar dari Villa dan masuk ke Pesawat.

__ADS_1


" Akhirnya aku bisa segera bertemu Ayah, aku sangat merindukan Ayah dan juga Via." Gumam Kaila sambil melihat ke bawah dari dalam Pesawat.


Di Kediaman Li.


Dengan penuh kegembiraan, Kaila bersemangat untuk bertemu dengan Ayahnya, dari luar Kaila sudah terlihat senang dan tersenyum.


" Ayah, aku pu.." Sapa Kaila terhenti karena melihat Adira Pramana yang tengah memakaikan cincin di jari Maria Li.


" Kaila, kau sudah pulang nak?." Tuan Li menengok dan langsung berdiri.


" Ayah, ada apa ini? kenapa seperti ini?." Tanya Kaila dengan bingung.


" Kaila, Ayah bisa jelasin sama kamu, mereka.. Mereka.." Tuan Li tak kuasa untuk memberitahu kebenarannya sama Kaila.


" Ayah, kenapa Ayah tidak bisa bicara dengan jelas? jelaskan Ayah! Jelaskan." Kaila mulai menangis dengan pandangan yang akan menyakiti hatinya.


" Mereka, mereka Bertunangan sekarang. Maafin Ayah nak, Ayah yang salah karena tidak bisa mendidik Maria dengan baik." Tuan Li pasrah dengan perkataannya.


" Tunangan?." Kaila syok mendengar kalau Adira Pramana bertunangan dengan Adiknya sendiri.


" Kaila, aku tidak bermaksud untuk mengkhianatimu, aku, aku di jebak Adikmu! hingga aku lupa kalau aku melakukan hal itu dengannya." Ucap Adira Pramana.


" Adira! apa yang kau bicarakan? apa kau menuduhku kalau aku menyukaimu, hingga aku berbuat kotor padamu. Jangan semabarangan ya, aku tidak serendah itu Adira." Maria Li membantah tuduhan Adira, dan menimpakan sumber masalahnya pada Adira Pramana.


" Kau jangan ngeles Maria, kau lah yang sudah menjebakku, dan bilang padaku kalau Kaila ingin bertemu denganku di Hotel Fli." Adifa Pramana marah karena Maria tidak mengakui kesalahannya.


" Diam! ini semua salah kalian berdua karena sudah mengkhianati Kaila. Aku kecewa dengan kalian." Tuan Li marah besar.


" Kaila, Ayah.." Tuan Li tidak bisa berbuat apa-apa.


Kaila langsung pergi meninggalkan barang-barangnya yang bergeletakan di lantai. Tuan Li berusaha menjelaskan kebenarannya sama Kaila, tapi Kaila malah berlari keluar sampai tuan Li tidak bisa mengejarnya.


" Kaila, kau mau kemana? aku bisa menjelaskan semuanya padamu!." Adira Pramana hendak mengejar Kaila.


" Adira, kau mau memana? kau tidak di izinkan pergi dari sini." Maria li menarik tangan Adira Pramana.


" Kaila, Maafin ayah nak! ini kesalahan ayah." Tuan Li pergi ke kamarnya karena kecewa dengan Maria li yang telah merebut calon suami Kaila.


" Ayah? acaranya belum selesai, ayah mau kemana?." Tanya Maria dengan cemas.


" Kau urus saja sendiri, ayah cape dengan Sandiwara yang terus terjadi di Keluarga Li." Tuan Li mengacuhkan semua orang yang ada di acara Pertunangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2