CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode36


__ADS_3

Hati telah malam.


Via pulang ke Apartement membawa makanan untuk di santapnya ketika lapar.


Saat Via membuka pintu, terlihat kamar itu sangat bersih dan tertata rapih. Via tertegun dan mengingat saat dirinya pergi bekerja tidak membersihkan kamarnya terlebih dulu.


“ Siapa yang membersihkan kamar ini?.” gumam Via melihat ke sekeliling.


“ Aku.” jawab Kaila yang berdiri di belakng pintu.


“ Kaila, itu kau? aku senang akhirnya kau kembali. Sini, peluk aku.” Via berlari mengulurkan tangan.


Kaila menghindar dan membuat Via menabrak tembok.


“ Aduh, sakit sekali.” mengelus jidat yang merah.


“ Sakit ya? itu balasan karena kamu tidak mengkhawatirkanku.” ucap Kaila.


“ Apa maksudmu Kaila? kenapa berkata seperti itu padaku? aku lagi kesakitan, kamu tidak mau menolongku apa?.” merenge.


“ Cih! kamu ini sangat licik! sekarang kamu mau aku menolongmu, tapi di mana saat aku lagi sakit? kau malah bersenang-senang dengan uangmu itu dan melupakan aku.” Kaila memukul Via dengan kesal.


“ Jangan pukul lagi, sakit.”


“ Pukul ya pukul, kenapa harus mendengarkanmu. Aku belum selesai membuat perhitungan denganmu.” sekali lagi Kaila memukul Via dengan keras.


Via hanya bisa pasrah dan merasa bersalah pada Kaila.


“ Sebenarnya, sebenarnya ini ide presdir Wisnu yang memintaku membiarkanmu berada di Villa nya. Dengan begitu dia akan memberiku uang asal aku bisa jaga rahasia jika kamu ada di tempatnya.” menjelaskan agar tidak di pukul lagi.


“ Apa?! Wisnu?.” terkejut.


“ Iya, dia ingin merawatmu selama sakit. Dia juga sengaja membuatmu tetap di Villa nya karena khawatir jika kamu di goda oleh preman lagi.”


“ Rupanya dia sengaja melakukan ini. Benar-benar keterlaluan! dia malah memintaku membayar semua fasilitas yang aku pakai selama di Villa nya.” batin Kaila menggertak gigi.


Hatcih!


“ Kenapa tiba-tiba aku terserang flu?.” batin Wisnu.


Wisnu baru saja pulang dari lapangan, melihat proyek yang bermasalah Wisnu berniat menetap selama seminggu sampai proyek nya berjalan dengan lancar.


“ Aku lupa mengecek ponsel dari pagi, entah apa yang membuat Bibi pelayan menelponku sampai berkali-kali. Mungkin saja ini masalah Kaila yang memintaku pulang buru-buru karena rindu.” Wisnu sempat senang karena berpikir kalau Kaila akan merindukannya.


Kebetulan, saat ponsel Wisnu menyala Bibi pelayan menelpon Wisnu.


“ Tuan, akhirnya Anda menjawab telponku.” dengan lega.


“ Bi, ada apa? apa Kaila memintaku untuk segera pulang? bilang padanya kalau aku akan menetap di sini selama 3 bulan.” dengan bangga.


“ Tidak, bukan itu tuan. Anu, tadi, nona Kaila pulang ke Apartement nya, saat aku memberitahu nona tentang kepergian tuan, nona langsung berdandan cantik dan pergi dari Villa.” dengan ragu.


“ Apa?! Kaila pergi dari rumah?.” terkejut sampai berdiri.


“ Iya tuan.”


“ Kenapa kamu membiarkan dia pergi? di mana pengawal yang kusuruh jaga Villa agar Kaila tidak kabur?.” bentak Wisnu.


“ Itu tuan, nona memanjat pagar dan mengancam akan bunuh diri jika tidak di ijinkan pergi.”


Wisnu langsung mematikan telponnya.

__ADS_1


“ Segitu tidak senangnya dia berada di sampingku, saat aku pergi dia malah gembira dan lari dari rumah.” batin Wisnu memegang kepala dengan kecewa.


Wisnu bergegas mengambil jas miliknya lalu pergi dari Hotel.


“ Aku akan menghukummu karena tidak nurut.” gumam Wisnu sembari menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.


Wisnu tidak hati-hati dan hampir menabrak seorang pemulung di jalan yang sedang menyebrang.


“ Apa itu?!.” Wisnu mengerem mobil mendadak dan membuat mobil itu berputar mengelilingi nenek itu.


Brak!


Wisnu segera turun setelah mobil berhenti dari putaran, mencari orang yang hampir tertabrak olehnya.


“ Apa kau baik-baik saja?.” menyentuh pundak sang nenek.


“ Yaa, aku hampir saja mati. Mengapa kau tidak melihatku berjalan? apa kau sedang buru-buru?.” melirik Wisnu.


“ Tidak, tadi aku tidak melihatmu karena jalanan gelap sekali. Maafkan aku, ini uang untukmu berobat.” Wisnu memberikan uang agar sang nenek tidak mempersulitnya.


“ Baiklah, aku terima uang ini. Hati-hati di jalannya.” nenek itu berdiri.


Wisnu meninggalkan nenek yang aneh itu, kejadian seperti itu bukan kali pertama bagi Wisnu. Ia pernah bertemu dengan seorang paruh baya yang pura-pura tertabrak olehnya, dan meminta pertanggung jawaban.


“ Entah siapa yang menyuruhnya berbuat seperti itu? ini sudah larut malam, bahkan di sekitar sini sangat sepi. Tidak masuk akal jika seorang nenek tua berjalan selarut ini di tempat sepi.” batin Wisnu dengan heran.


Wisnu melanjutkan perjalanannya dengan perlahan, dan benar saja segerombolan preman datang menghampiri nenek itu lalu meminta uangnya.


Yue Yan pergi ke Villa untuk menemui Wisnu.


“ Pelayan, di mana tunanganku? apa dia sudah tidur? aku ingin mengajaknya makan malam.” tanya Yue Yan.


“ Kenapa aku harus memberitahu tunanganku? sedangkan dia akan jadi suamiku sebentar lagi. Kau hanya seorang pelayan tapi berani bicara seperti itu padaku.” bentak Yue Yan.


Yue Yan masuk ke dalam dan berteriak memanggil Wisnu.


“ Sayang, apa kau di sini? aku ingin mengajakmu makan malam.” teriak Yue Yan naik ke tangga.


“ Sejak kapan tuan mau berkencan dengannya? ya ampun, nona muda sangat tidak tahu malu. Berkali-kali di tolak tapi selalu saja datang ke sini.” batin pelayan memegang kepala.


“ Hei kau! katakan padaku di mana Wisnu? kenapa dia tidak ada di kamarnya?.” tanya Yue Yan.


“ Aku tidak tahu, tuan tidak memberitahuku ke mana dia pergi.” balas pelayan.


“ Bohong! kau pasti tidak mau memberitahuku iya 'kan? sekarang cepat katakan di mana Wisnu? aku ingin menemuinya sekarang.” Yue Yan ngeyel dan tidak percaya pada pelayan itu.


“ Aku tidak tahu, jika nona muda tidak percaya Anda boleh cari tahu ke pelayan lainnya.” meyakinkan.


“ Sepertinya dia tidak sedang berbohong. Tapi ke mana perginya Wisnu? sudah selarut ini apa mungkin dia masih Metting dengan Klien.” batin Yue Yan menatap pelayan itu.


Yue Yan bergegas pergi dari Villa, menyetir mobil tanpa bantuan sopir.


Ternyata Yue Yan pergi ke Apartement milik Kaila, Yue Yan curiga jika Wisnu datang menemui Kaila.


“ Buka pintunya! aku tahu di dalam ada orang. Cepat buka pintunya.” teriak Yue Yan memukul pintu dengan keras.


Via mengecek dari balik pintu, Via terkejut saat tahu Yue Yan datang menemuinya.


“ Nona muda?! ada apa dia datang kemari?.” batin Via tertegun.


Kaila keluar dari kamar karena mendengar kegaduhan yang membuatnya berisik.

__ADS_1


“ Siapa? malam-malam begini siapa yang bertamu?.” tanya Kaila.


“ Sttt! nona Yue, dia yang datang.” menyuruh Kaila diam.


“ Apa?! untuk apa dia datang kemari? apa kau buat masalah dengannya selama aku tidak ada?.” terkejut.


Via menggelengkan kepala.


“ Ya sudah buka pintunya, kenapa malah diam di sana?.”


Sekali lagi Yue Yan menobrak pintu itu.


“ Cepat buka, jika tidak dia akan merusak pintunya.” ucap Kaila.


Via mengangguk dan membuka pintunya.


“ Nona, apa yang membuatmu datang kemari?.” tanya Via dengan gugup.


Yue Yan tudak menjawab pertanyaan Via, ia malah masuk tanpa ijin dengan terburu-buru.


“ Kau! di mana Wisnu?.” berhenti setelah melihat Kaila.


“ Apa maksud Anda nona? aku tidak mengerti.” jawab Kaila.


“ Jangan pura-pura di hadapanku, katakan di mana Wisnu? aku ingin menemuinya sekarang.” tidak sabaran.


“ Aku tidak tahu, aku bukan siapa-siapa dia. Untuk apa bertanya padaku?.” dengan santai.


“ Kau!.” Yue Yan menerobos masuk ke setiap ruangan, bahkan masuk ke kamar Kaila dan Via tanpa ijin.


“ Sudah puas masuk ke kamar orang tanpa ijin!.” nyindir.


“ Di sini tidak ada, lalu ke mana perginya Wisnu?.” batin Yue Yan.


“ Via, tolong buka pintunya selebar mungkin. Biarkan nona muda terhormat ini segera pergi dari gubuk kecil kita. Di sini terlalu kotor dan berdebu, aku akan merasa bersalah jika nona muda sakit sepulang dari sini.” ucap Kaila dengan dingin.


Wisnu baru saja sampai di Apartement, mendengar perkataan Kaila, Wisnu segera sembunyi agar tidak ketahuan oleh Yue Yan.


“ Yue Yan? apa orang yang di maksud nona muda itu Yue Yan? untuk apa dia datang ke sini?.” batin Wisnu.


“ Hmph! jika kau berani menyembunyikan Wisnu dariku, awas saja kau!.” mengancam lalu pergi.


“ Ya ampun, dia mencurigaimu menyembunyikan presdir? aku rasa hubungan mereka tidak sebaik yang rumor katakan.” gumam Via.


“ Jangan omong kosong! tutup pintunya. Aku mau tidur sekarang.” berbalik badan lalu membuka pintu kamarnya.


Saat Via hendak menutup pintu, seseorang dari luar menahannya sampai terbuka lebar.


“ Presdir, Anda?!.” Via terkejut.


“ Sttt, diam!.” bisik Wisnu.


Kaila menoleh dan menatap Wisnu yang sedang berdiri di depannya.


“ Kau! di sini? kenapa kau.” kata-kata Kaila terhenti karena Wisnu menutup mulut Kaila menggunakan jari telunjuknya.


“ Kita bicarakan baik-baik di dalam.” Wisnu menggiring Kaila masuk ke kamarnya.


“ Barusan nona Yue datang mencari presdir, sekarang presdir malah datang ke sini menemui Kaila. Bahkan mereka berduaan di dalam kamar, benar-benar hubungan yang aneh.” batin Via dengan heran.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2