CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode22


__ADS_3

“ Masuklah.” Wisnu membawa Kaila masuk ke dalam dan menutup pintunya.


Kaila duduk di meja makan dengan termenung. Wajah sedihnya dan air mata yang keluar di usap Wisnu.


“ Apa kamu tidak papa?.” Tanya Wisnu dengan khawatir.


“ Hemmzt. Aku tidak papa. Maaf ya, tadi aku sudah buat keributan di depanmu.” Kaila tersadar dari kesedihannya.


Tung! Wisnu menjentik jidat Kaila sambil tersenyum.


“ Sakitt.” Ujar Kaila sambil mengelus jidatnya.


“ Jika kau tahu itu sakit, kenapa kau masih mau melayani orang bodoh seperti mereka?.”


“ Mereka duluan yang buat masalah. Aku hanya.”


“ Shuttt! sudahlah, lupakan mereka, karena mereka tidak penting bagimu.” Wisnu menutup mulut Kaila dengan telunjuknya.


Hati Kaila berdebar ketika Wisnu menyentuh bibirnya. Wisnu juga terpesona dan berniat untuk menciumnya. “ Hei! apa yang kau lakukan?! jangan macam-macam sama temanku ya. Atau aku akan memukulmu agar pergi dari sini.” Teriak Via.


“ Dasar, bocah pengganggu.” Batin Wisnu dengan kesal.


“ Tuan, saya tahu Anda adalah CEO di perusahaan ternama di kota ini, tapi itu tidak membuatku takut jika kau berani macam-macam sama temanku.” Via mendekati Kaila dan menariknya untuk duduk di dekatnya.


“ Ting tong! siapa lagi itu? mungkin pengacau itu datang lagi ke sini.” Kaila bergegas berdiri untuk membuka pintu.


“ Biar aku saja.” Ujar Wisnu.


“ Asher?.”


“ Tuan, ini makanan yang Anda minta tadi.” Asisten Asher menyerahkan makanan nya lalu pergi.


“ Sekarang kau makan dulu, aku akan menyiapkan nya untukmu.” Wisnu hendak pergi ke dapur.


“ Tuan, tuan kau adalah seorang CEO yang begitu besar di di kota ini. Biar aku saja yang menyiapkan makanannya, tuan duduk saja bersama Kaila di sofa, Ok.” Via menghadang Wisnu dan merayunya demi makanan lezat.


“ Ambil.” Wisnu menyerahkan makanannya pada Via.


Via tengah asik mencicipi semua makanan, sedangkan Wisnu duduk santai sambil menonton tv. Kaila yang gugup berdekatan dengan Wisnu, mencoba membuat hatinya tenang agar tidak


memancing tingkah Wisnu yang sembrono.


“ Tidak, aku harus tenang dan melupakan semua yang telah terjadi dengannya tadi.” Batin Kaila.


“ Kau kenapa?.” Tanya Wisnu.


“ Tidak apa-apa.”

__ADS_1


“ Makanan sudah siap. Ayo makan dulu Kaila, tuan.”


Kaila menyantap makanannya dengan tenang dan santai, sedangkan Via tidak bisa berhenti memakannya dan menghiraukan Kaila dan Wisnu yang ada di sampingnya.


“ Emm, makanannya sangat enak. Terima kasih tuan, sudah tidur di sini dan bawa sarapan selezat ini.” Candaan Via.


Kaila mencubit Via karena kesal. “ Aww, sakit sekali.”


“ Ada apa?.” Tanya Wisnu.


“ Tidak, aku tidak apa-apa.” Jawab Via sambil senyum.


Setelah selesai makan, Kaila mendapati pesan dari seseorang.


“ Via, aku ada urusan sebentar dan harus pergi sekarang.” Kaila beranjak dan pergi ke kamar untuk mengambil tas.


“ Kau mau ke mana? biar aku yang antar kamu ya.” Tanya Via.


“ Tidak perlu, aku akan pergi sendiri dan akan kembali 2 jam lagi.” Teriak Kaila.


Wisnu merasa curiga dengan sikap Kaila yang terburu-buru, Wisnu meraih tangan Kaila dan berkata. “ Aku yang akan mengantarmu pergi.”


“ Ta, tapi.” Kaila tidak bisa membantah Wisnu yang begitu menakutkan.


Di dalam mobil Kaila merasa terganggu setelah mengenal Wisnu, karena menurutnya Wisnu terlalu mencampuri urusannya yang bukan siapa-siapa.


Wisnu yang marah hanya terdiam dan mengacuhkan Kaila yang berbicara padanya.


“ Kenapa dia tidak bicara? apa dia marah padaku?.” Batin Kaila dengan wajah yang menyedihkan.


Wisnu melirik Kaila dan melihat betapa kecewanya Kaila. “ Kenapa kau masih di sini? bukankah kau ingin pergi.”


“ Apa? jadi Anda mengijinkan aku untuk pergi.”


Wisnu menganguk.


“ Terima kasih tuan. Aku akan kembali setelah semuanya selesai.” Kaila sangat senang karena Wisnu tidak menolak permintaannya.


“ Kaila, aku di sini!.” Sapa Rama.


Rama adalah sahabat lelaki yang selalu melindungi Kaila di sekolah. Kaila meminta Rama untuk mencarikan Informasi keberadaan orang tua kandungnya.


“ Apa kau sudah lama menungguku?.”


“ Tidak begitu, aku baru sampai beberapa menit sebelum kamu.”


“ Jadi apa yang mau kau bicarakan padaku? apa kamu sudah mendapatkan Informasinya?.”

__ADS_1


“ Aku hanya tahu sedikit Informasi, kalau orang tua kamu berada di kota M. Aku tidak tahu apa Informasi ini akurat apa tidak, tapi kau harus tahu Kaila, ayahku yang membantuku mencari Informasi orang tua mu.” Penjelasan Rama.


“ Benarkah? jadi ibu dan ayahku masih hidup? dan mereka tinggal di kota M, yang tidak jauh dari kota ini.” Kaila begitu bahagia mendengar kata-kata Rama


“ Itu benar.”


“ Aku ucapkan terima kasih banyak padamu Rama, kau sudah membantuku. Kau adalah sahabat terbaikku.” Kaila memeluk Rama sebagai ucapan terima kasih.


Wisnu tahu apa yang di bicarakan Kaila dengan Rama. Melihat Kaila begitu senang memeluk Rama, Wisnu geram dan meninggalkan Kaila di saat itu juga.


“ Baiklah, aku akan pergi sekarang. Lain waktu aku akan mentraktirmu makan di resto yang paling mahal.”


“ Benarkah? aku sudah tidak sabar di traktir makan olehmu.” Senyum Rama.


Kaila kembali ke parkiran yang tepat di depan. “ Hah? kemana perginya dia? bukankah tadi dia bilang bakal nungguin aku di sini. Menyebalkan! dia meninggalkanku di sini sendirian tanpa memberitahuku. Kalau tahu gitu aku tidak akan menolak ajakan Rama untuk pulang bersama.” Gumam Kaila.


Kaila terpaksa jalan kaki untuk pulang ke Apartemen. “ Tiin! Kaila, kenapa kamu jalan kaki? bukankah tadi kamu bilang ada temanmu yang menjemputmu?.” Tanya Rama dari dalam mobil.


“ Iya, temanku ada sedikit urusan jadi dia pergi begitu mendadak.”


“ Kalau begitu biar aku antar kau pulang. Naiklah.”


“ Baiklah jika itu tidak merepotkanmu.”


“ Tidak.”


Wisnu yang tadinya pergi meninggalkan Kaila, kembali lagi ke resto karena kasihan pada Kaila. Ketika Wisnu sampai di depan resto, Wisnu melihat Kaila yang tersenyum dan masuk ke mobil Rama. Bahkan Rama sendiri yang membukakan pintu mobilnya untuk Kaila.


“ Jalan.” Ujar Wisnu.


Asisten Asher mulai bingung dengan sikap tuanya itu, yang selalu bersikap tidak peduli pada Kaila, tapi tidak rela melihat Kaila bersama lelaki lain.


“ Dimana kamu tinggal sekarang?.” Tanya Rama.


“ Aku tinggal bersama teman kerja ku di Apartemen.” Jawab Kaila.


“ Aku tahu masalahmu dengan adikmu, aku harap kamu bisa melupakan segalanya dan tidak berharap sama lelaki bajingan seperti mantan tunanganmu itu.”


“ Di sini, aku turun di sini saja.” Kaila mengalihkan pembicaraan.


“ Kenapa di sini? ini bukan tempat tinggalmu kan? Apartemennya masih di depan.”


“ Tidak apa-apa, aku ada urusan sebentar dan harus pergi sekarang. Terima kasih banyak untuk segalanya.”


“ Iya, hati-hati di jalan Kaila.” Rama tidak bisa menghentikan Kaila yang mau turun dari mobilnya.


“ Ini semua salahku, seharusnya aku tidak berbicara seperti tadi sama Kaila.” Rama menyesal karena telah membuat Kaila marah dengan ucapannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2