CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode26


__ADS_3

Di ruangan Manajer.


Kaila terlihat tenang dan tidak menujukan kalau dirinya takut atau panik, tapi Via terus gemetar dan tidak bisa mengendalikan dirinya.


“ Ada apa dengan bocah tengik ini? apa sekarang dia tidak takut lagi padaku dan malah menatapku dengan tatapan sinis seperti itu, benar-benar kurang ajar.” batin Manajer Shu.


“ Kalian tahu kenapa aku menyuruh kalian datang kemari?.” tanya Manajer Shu.


“ Tentu saja, karena kita datang terlambat. Manajer tidak perlu repot menjelaskan kesalahan kita pada kami.” jawab Kaila.


“ Bagus kalau gitu, jadi apa hukuman yang kalian inginkan sekarang membersihkan semua toilet atau gajih kalian di potong 50%?.” Manajer Shu mendongak dan bertanya lagi.


“ Apa ada peraturan seperti ini di perusahaan Yhusi?.” tanya Kaila menyindir.


“ Tentu saja, kalau tidak kenapa aku akan berkata demikian pada kalian.” bentak Manajer Shu.


“ Aku rasa tidak ada peraturan seperti ini di perusahaan Yhusi.” balas Kaila.


Brak! Manajer Shu memukul meja dengan emosi. “ Apa maksudmu Kaila!? apa kamu menuduhku melakukan pemerasan demi kepentingan diriku sendiri?.”


“ Yaa, bisa di bilang seperti itu.”


“ Kurang ajar! apa kamu tahu jabatanmu lebih rendah dariku? jangan kira karena kamu sudah di angkat jadi Asisten pribadi Presdir kamu bisa melawanku dengan seenaknya.” teriak Manajer Shu.


Manajer Shu sangat marah dan ingin menampar Kaila, tapi Kaila bisa menghadang tangannya dan mencengkram dengan keras.


“ Lepaskan! lepaskan tanganku, kamu keterlaluan Kaila, cepat lepaskan aku kalau tidak aku bisa pastikan kamu akan di usir dari perusahaan Yhusi cepat atau lambat.” Manajer Shu menahan rasa sakitnya.


“ Apa? mengusirku? katakan sekali lagi, dengan keras sekeras mungkin Manajer, biarkan semua orang tahu kalau kamu sangat benci padaku sampai berniat mengusirku dari perusahaan Yhusi ini. Cepat katakan!.” teriak Kaila dengan sangat emosi.


Saat Kaila marah sangat menakutkan, tatapan seperti ingin membunuh membuat Manajer tidak bisa berkata lagi. Kaila melepaskan tangan Manajer Shu dengan menghempasnya.


“ Via, ayo kita pergi.” ujar Kaila.


“ Pergi? pergi ke mana?.” tanya Via.


“ Tentu saja membersihkan toilet, apa kamu mau kehilangan gajih sebesar 50%? itu sangat merugikan bagi kita orang miskin yang tidak punya apa-apa.” jawab Kaila sambil memolototi Manajer Shu.

__ADS_1


“ Oo, baiklah.” saut Via.


Setelah Kaila dan Via keluar dari ruangannya, Manajer Shu sangat marah dan membanting semua yang ada di dalamnya, termasuk laptop untuk berkerja dan berisi begitu banyak berkas penting di dalamnya.


“ Sial! berani-beraninya dia menentangku! punya keberanian dari mana bocah tengik itu. Apa ada seseorang yang melindunginya di perusahaan Yhusi sampai membuat dia begitu berani padaku?.” gumam Manajer Shu dengan ngos-ngosan karena cape membanting barang.


Kaila membersihkan toilet bersama Via.


“ Kaila? apa tadi itu benar-benar kamu yang aku kenal dulu?.” tanya Via sambil menyandar di pundak Kaila.


“ Apa maksudmu Via? jangan bertele-tele lagi padaku, katakan dengan jelas jangan membuatku bingung.” jawab Kaila tidak sabaran.


“ Ehem! itu, tadi kamu melawan Manajer Shu, kamu benar-benar tidak takut di pecat sama dia?.”


“ Kenapa harus takut? aku hanya membela diri saja, tidak ada yang lebih.”


“ Wahwah! sepertinya sekarang ada orang yang bisa melindungiku, kedepannya kamu pasti tidak akan biarkan kita dalam kesulitan lagi kan?.” Via berharap banyak pada Kaila.


“ Tentu saja, aku Kaila yang sekarang bukan Kaila yang dulu yang mudah di tindas dan di bodohi orang jahat. Aku tidak akan biarkan siapapun berani menindasku lagi. Termasuk Manajer Shu.” ucap Kaila dengan bangga.


“ Aku sangat menyayangimu Kaila.” Via memeluk Kaila.


Wisnu mendengar pembicaraan Kaila dan Via saat di toilet, membuat Wisnu tersenyum dengan bangga. “ Bagus, bagus Kaila, aku bangga jika kamu bisa melindungi diri kamu seperti itu. Dengan begitu aku tidak akan terlalu mencemaskanmu saat aku jauh darimu.” batin Wisnu.


Yue Yan yang tiba-tiba datang ke toilet pria hanya untuk menemui Wisnu, Yue Yan tidak sabaran dan tidak bisa menunggu Wisnu di ruang kerja.


“ Sayang? apa yang kau lakukan di sini? aku sudah menunggumu sangat lama sekali di ruanganmu.” Yue Yan bersikap manja pada Wisnu.


Kaila mendengar dan melihat Yue Yan bermesraan dengan Wisnu, membuat Kaila tidak nyaman dan pergi dengan cepat.


“ Kaila, kau mau pergi ke mana? tunggu aku!.” teriak Via.


Wisnu menepis tangan Yue Yan dengan sinis. “ Jangan sembarang menyentuhku. Dan ingat, jangan panggil aku seperti itu lagi, membuatku muak saja.”


Yue Yan terdiam dan pasrah di perlakukan kejam sama Wisnu, Yue Yan terus sabar dan menyembunyikan kebenciannya dari Wisnu. Demi rencananya berjalan lancar Yue Yan rela memakan duri setiap kali bertemu Wisnu.


“ Cih! dasar pria tidak tahu diri, sudah jelas aku selalu bersikap baik padanya, tapi dia malah menunjukan ekspresi menjijikan di hadapanku.” batin Yue Yan dengan kesal.

__ADS_1


Yue Yan pergi mencuci tangan agar dirinya bisa meredakan amarahnya saat di perusahaan Yhusi. Yue Yan masih harus berpura-pura baik dan elegant saat bertemu orang lain.


“ Oo, bukankah ini Asisten pribadi calon tunanganku? kenapa bisa berada di toilet? Ups! aku tahu sekarang, apa karena kamu tidak di butuhkan lagi jadi Asisten Wisnu jadi kamu berpindah profesi sebagai Cleaning servis. Benar tidak tebakanku?.” Yue Yan merendahkan Kaila.


Kaila tidak merespon.


“ Kenapa diam saja? apa kalian malu bicara denganku? itu pasti, karena kalian bukan level ku, apa lagi sainganku dalam memenangkan Wisnu.”


“ Lebih baik kau ingat akan statusmu di sini Kaila, jika masih ingin bekerja di perusahaan Yhusi, baik-baik jaga sikap dan prilakumu jangan sampai aku mendengar kalau kamu menggoda Wisnu lagi.” Yue Yan menepuk pundak Kaila.


Kaila tidak bisa berbuat apa-apa pada Yue Yan, Kaila sadar kalau Yue Yan sangat berpengaruh dan bukan orang sembarang yang bisa berdebat dengan orang miskin sepertinya. Kaila mengalah demi keselamatannya agar bisa hidup tenang tanpa adanya masalah. Orang kaya begitu bebas dan bisa melakukan apapun yang mereka sukai, termasuk menyingkirkan orang miskin seperti Kaila.


“ Kaila, apa kamu baik-baik saja?.” Via khawatir pada Kaila.


“ Iya, aku tidak apa-apa. Ayo kita lanjutkan pekerjaannya, lebih cepat lebih baik, jadi kita tidak perlu lembur untuk mengerjakan tugas kita.” Kaila berusaha tersenyum.


“ Iya, aku mengerti.” balas Via dengan sedih.


“ Sudah, jangan sedih seperti itu, ini termasuk pekerjaan layak bagi kita, yang terpenting pekerjaan kita halal itu akan menghasilkan uang yang halal juga.” Kaila menepuk punggung Via.


“ Kamu benar, mari kita lanjutkan pekerjaan ini. Semangat demi uang halal.” Via mulai bersemangat dan tidak mengeluh lagi.


“ Dasar bocah tengik! bisa-bisanya malah bangga seperti itu, pekerjaan kotor seperti itu tidak membuatnya sedih, tapi malah senang dan bangga. Memalukan.” batin Manajer Shu.


Yue Yan tiba-tiba datang dan menutup mulut Manajer Shu. “ Apa yang kau lakukan di sini?.” bisik Yue Yan.


“ Nona, nona maafkan aku, aku salah karena tidak memberi hormat padamu.” Manajer Shu panik dengan kedatangan Yue Yan yang tiba-tiba.


“ Tidak apa-apa, ikuti aku.” perintah Yue Yan.


Manajer Shu mengikuti Yue Yan pergi ke lantai dasar, tempat di mana semua mobil terparkir di situ.


Yue Yan membuka pintu mobilnya. “ Masuklah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”


“ Baik nona.”


Di dalam mobil mereka membicarakan sesuatu yang tidak bisa di dengar oleh siapapun, termasuk mata-mata yang Wisnu kirim untuk mengawasi pergerakan Yue Yan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2