CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode15


__ADS_3

" Kenapa dia selalu memaksa aku harus menuruti perintahnya, aku benar-benar tidak habis pikir dengan ulahnya yang suka membuatku jengkel dalam seketika." gumam Kaila dengan kesal.


" Kemarilah, dan bawa surat yang sangat penting itu padaku." Wisnu menyuruh Asiatennya untuk membawakan surat perjanjiannya dengan Kaila.


" Baik, Tuan." saut Asisten


" Aku akan pergi sekarang." Kaila hendak ingin keluar dari ruangan Wisnu dengan segera.


" Apa kau takut! kalau kau bersalah Kaila." Wisnu memeluk Kaila dari belakang membuat Kaila terkejut.


" Ti, tidak, siapa yang takut?." dengan gugup Kaila berusaha tenang.


Tapi Kaila melupakan kalau dirinya sedang di peluk Wisnu, Kaila hanya terdiam tanpa kata dan bergerak sedikit pun ketika di peluk Wisnu.


" Tuan, ini berkas yang anda minta!." ucap Manajer.


" Aahh?! Maaf tuan, saya tidak melihat apa pun! kumohon ampuni aku!." Manajer kaget karna melihat Wisnu sedang memeluk Kaila.


" Hei, kau salah paham! ini tidak seperti yang kamu pikirkan, kumohon jangan salah paham." Kaila terkejut.


" Kau salah paham padaku, aduh bagaimana cara jelasinnya? pasti bakalan ada gosip tak sedap mengenai aku besok pagi." gumam Kaila dengan cemas.


" Sudah-sudah, jangan pikirkan mereka, biar aku yang urus mereka semua." dengan tenangnya Wisnu berkata begitu.


" Ini salahmu, kau penyebab semua ini, dasar tak tahu malu." Kaila pergi dari ruangan Wisnu.


Tapi Wisnu menarik tangan Kaila, menyeretnya ke ruangan pribadinya. Kemudian menghempaskan tubuh Kaila ke ranjang di ruang kerjanya.


Bruukk!


Kaila terjatuh ke atas ranjang dengan keras, sebelum Kaila menyadari apa yang terjadi, Wisnu sudah berada di atasnya.


" Hei, apa yang kau lakukan?." tanya Kaila dengan terkejut.

__ADS_1


Wisnu menutup mulut Kaila dengan bibirnya, mencium Kaila dengan paksa, Kaila berontak karna Wisnu sudah berlaku kurang ajar padanya.


Buukk!


Kaila menendang Junior Wisnu dengan keras, membuat Wisnu kesakitan dan tak bisa diam. Wisnu Mondar mandir kesana kemari sambil memegangi Juniornya yang sakit.


Argh!


Wisnu berteriak dengan kencang karna tak tahan akan sakitnya.


" Kau wanita tak tahu di untung, aku sudah berbaik hati mau berbicara padamu, tapi kau malah. Aaww." Wisnu sangat menderita dengan apa yang di lakukan Kaila terhadapnya.


Kaila melihat Wisnu sangat menderita, sangat bersimpati karna itu semua ulah Kaila hingga Wisnu kesakitan. Tak pikir panjang Kaila langsung pergi meninggalkan Wisnu sendirian.


" Itu ulahmu sendiri, jadi rasakanlah sesuai apa yang kau lakukan padaku hari ini Wisnu." gumam Kaila sambil berjalan keluar.


" Hei! kau mau ke mana Kaila? Berhenti, aku bilang Berhenti!." teriakan Wisnu tak membuat Kaila mundur lagi, dan terus berjalan keluar dari ruangan Wisnu.


" Dasar CEO tak tahu Malu, berani-beraninya mau Melecehkanku, aku tak akan biarkan kau menyentuhku untuk yang ke dua kalinya." gumam Kaila dengan kesal.


" Tidak, dia tidak menerima surat pengunduran diriku, dengan alasan bahwa aku sudah di Kontrak selama 2 tahun ke depan." ujar Kaila dengan lesu.


" Apa?! kau di Kontrak selama 2 tahun oleh CEO Wisnu?." Via terkejut mendengar kalau Kaila bekerja dengan di Kontrak.


" Iya, maka dari itu aku bingung, dan tidak bisa berbuat apa-apa selain harus bertahan bekerja di sini sampai Kontraknya selesai." ucap Kaila.


" Kaila, kau sangat beruntung sekali bisa di Kontrak sama CEO Wisnu, apa kau tahu di perusahaan Yhusi hanya karyawan terpenting dan berbakat yang akan di Kontrak. Kontrak kerjanya pun berbeda-beda, ada yang 1 sampai 5 tahun." ucap Via dengan kegirangan.


" Haahh? apa itu benar?." tanya Kaila dengan tidak percaya.


" Iya. Aku aja udah kerja lumayan lama dari pada kamu, tapi aku belum di berikan kesempatan untuk memegang Proposal penting di perusahaan Yhusi. Hanya karyawan dan atasan saja yang boleh memegang Proposal sepenting itu." ucap Via dengan sedih.


" Aku tidak tau aku harus senang atau tidak. Yang jelas aku tidak mau kerja di perusahaan Yhusi lagi, dengan ke Aroganan Wisnu yang selalu bersikap tak pantas padaku, membuatku tak nyaman kerja di sini." gumam Kaila.

__ADS_1


" Mungkin kau menginginkannya, tapi aku tidak, Via." Kaila melihat Via.


Kaila kembali ke rumahnya dan jam menunjukan pukul 22:00. Karna kerja lembur Kaila harus pulang larut malam kali ini. Tibanya di rumah Kaila di kagetkan dengan teriakan dan terdengar barang-barang yang di lemparkan.


Praaanggg!


Suara pecahan vas bunga dan barang berharga di lempari ke bawah oleh Maria li.


Tuan Aji hanya terduduk diam sambil membaca koran, tak menghiraukan Maria li yang sedang Ngamuk itu.


" Kaila, kau sudah pulang?." sapa tuan Aji sambil melipat korannya.


" Ayah.. Iya aku baru aja pulang, tadi aku harus lembur jadi aku pulang selarut ini, Maafin aku ayah!." saut Kaila.


" Iya tidak masalah kau pulang larut malam, ayah tau kau bekerja keras sendirian, tapi ada baiknya kalau kamu bekerja di perusahaan ayah agar ayah bisa membimbingmu menjadi Berbakat dan pintar dalam mengurus perusahaanmu nanti." ujar tuan Aji.


" Apa makaudmu suamiku? apa kau berniat putri angkatmu ini menjadi penerus perusahaan kita!." nyonya Hanna berteriak dan geram, karna suaminya mau menjadikan Kaila sebagai penerus di perusahaannya.


" Tidak ayah, aku tidak tertarik dengan semua itu. Aku mau mengandalkan kemampuanku demi mencapai tujuanku." ujar Kaila dengan menghela nafas.


" Kau lihat sendirikan, dia tidak memerlukanmu lagi sekarang, karna dia sudah dewasa dan sudah bisa bekerja mencari uang buat kebutuhannya sendiri, jadi kau jangan pedulikan dia lagi suamiku!." ucap nyonya Hanna sambil merendahkan kemampuan Kaila.


" Sudahlah, ayah tidak akan memaksamu lagi, kau sudah dewasa sekarang, jadi tentukan pilihanmu sendiri." ucap tuan Aji.


" Terima kasih ayah." saut Kaila.


Tuan Aji pergi ke kamarnya untuk istirahat, Kaila pun kembali ke kamarnya, tapi nyonya Hanna memperingati Kaila bahwa dirinya tidak akan bisa menjadi penerus perusahaan Li, nyonya Hanna akan menghalangi segala cara agar Kaila segera pergi dari keluarga Li.


Nyonya Hanna pergi menemui Maria li yang tengah marah, dan tak kunjung reda juga, semakin hari Maria li semakin tak masuk akal, bahkan suka keluyuran tengah malam untuk pergi ke Barr bersama teman-temannya.


Maka dari itu tuan Aji tidak bisa mentoleransi kelakuan Maria li yang selalu menghambur-hamburkan uang tak jelas, dan suka bolos kuliah hanya untuk mabuk-mabukkan di Barr.


Kaila sedang mandi pada saat itu, tiba-tiba ponselnya berdring no tak di kenal, Kaila tidak menjawab telponnya karna menurutnya itu hanya orang iseng yang suka mengganggu orang tengah malam.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2