CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode30


__ADS_3

“ Bagus bagus, sudah aku putuskan kalian berdua akan melayani kami di hotel nanti.” tertawa bahagia.


Via tercengang karena penjahat itu tidak mau melepaskannya, pada akhirnya Kaila juga ikut terseret karena kecerobohannya. Tidak ada orang yang melihat kejadian itu, membuat Via semakin prustasi dan putus asa pada penjahat itu.


“ Bagaimana, apa ide aku sangat bagus? dengan begitu kamu bersama temanmu bisa melayani kami secara bersamaan, itu akan menyenangkan jika aku bermain bergiliran dengan wanita cantik. Hahah!.” penjahat itu tidak tahu malu dan memanfaatkan kelemhan wanita hanya untuk memuaskan nafsunya.


“ Tidak, bukankah aku sudah bilang jangan sakiti temanku, kenapa kamu sangat serakah?.” teriak Via dengan tangan di ikat di belakang.


“ Memangnya siapa kamu? berani memerintahku seperti budak, jika kamu tidak bisa membayar kami jangan sok berkuasa. Membuatku muak saja. Cuih!.” bos penjahat itu kesal karena Via selalu berteriak padanya, dia meludahi baju Via dengan jijik.


Via terkejut dan menggigit bibir karena marah.


Bos penjahat itu mendekat dan hendak mencium dada Kaila, tapi seseorang datang menendang bos penjahat itu tepat di kepalanya.


“ Ahh, siapa di sana? berani sekali menendang kepalaku, benar-benar cari mati!.” bos penjahat itu berdiri dengan kesal.


Wisnu berdiri di depan Kaila yang tengah pingsan, menunjukan tatapan mematikan dengan mengepalkan kedua tangannya, Wisnu sangat seram dan hampir menghipnotis para penjahat itu.


“ Bos! bos bagaimana ini? dia Direktur di perusahaan Yhusi, kita tidak boleh menyinggungnya, kalau tidak kita akan mati.” anak buah penjahat itu keluar dari mobil menghampiri bosnya.


“ Sukurlah Presdir Wisnu datang, dia pasti ingin menolong Kaila dan aku.” gumam Via dengan senang.


Via keluar dari mobil menghampiri Kaila dan berusaha membangunkannya.


“ Diam! aku tidak takut pada siapapun, sekalipun dia Tuhan jika berani menendang kepalaku aku akan membalasnya dua kali lipat.” bos penjahat itu percaya diri bisa mengalahkan Wisnu.


“ Kamu benar-benar sudah gila setelah di tendang di bagia kepala, kamu berani membalas Tuhan yang sudah menciptakanmu sendiri, Hahah! orang lain akan menertawakanmu gila karena berkata tidak masuk akal.” Wisnu berbicara dengan tertawa sedikit, tapi mata Wisnu merah seperti Monster yang siap melahap mangsanya.


“ Diam kamu anak muda! jangan mengata-ngataiku gila seperti itu. Aku akan memukulmu sampai mati karena berani menendang kepalaku.” bos penjahat itu menunjuk ke arah Wisnu dengan menantang.


“ Coba jika berani.” gumam Wisnu dengan menyeringai.


Bos penjahat itu merasa di tantang dengan ucapan Wisnu, tidak ambil pusing para penjahat itu menyerang Wisnu dengan benda tajam di tangannya.


“ Segitu kemampuan kalian?.” gumam Wisnu meremehkan.


“ Kurang ajar! aku akan membunuhmu dan membuat berita tantang kematianmu malam ini.” mengancam.


“ Lakukanlah, jangan buang-buang waktuku.” Wisnu berdiri dengan santai.


Saat para penjahat itu ingin menyerang Wisnu tiba-tiba Wisnu menghentikannya.


“ Tunggu! tunggu dulu.” melambaikan tangan sambil berpikir.


“ Ada apa? apa sekarang kamu baru takut di serang oleh kami. Hahah, sudah kubilang kamu anak muda jangan sok pahlawan di sini.” penjahat itu berpikir kalau Wisnu menyerah karena takut.

__ADS_1


“ Bukan seperti itu, aku ingin tanya dari kalian, siapa orang yang menyuruh kalian menculik dua gadis ini?.” menunjuk ke arah Kaila dan Via.


“ Ternyata dia penasaran pada bos kita. Aku tidak akan beritahu kamu, tapi aku beri petunjuk tentangnya sedikit padamu.” berkata bertele-tele membuat Wisnu penasaran.


“ Bos kami adalah yang terbaik, dia bukan orang sembarang yang bisa di temui oleh siapapun. Jadi aku bilang aku tidak mengenalnya, aku hanya menerima bayaran setiap melaksanakan perintah darinya.” bercanda terlalu serius sampai membuat Wisnu terpancing.


Wisnu menepuk tangan untuk mendatangkan para pengawalnya.


“ Apa? dia membawa pengawal sebanyak ini!.” para penjahat tercengang.


“ Lakukan sesuai aturan.” gumam Wisnu.


“ Siap tuan.” sahut pengawal.


“ Bos, bagaimana ini? kita akan mati di sini.” ujar anak buah penjahat dengan ketakutan.


“ Diam! sekarang lari! selamatkan diri masing-masing jika ingin hidup.” teriak bos penjahat seperti pecundang.


Pengawal Wisnu mengejar semua penjahat itu dan berhasil menangkapnya, mereka semua di bawa ke penjara bawah tanah untuk di Introgasi.


“ Kaila, apa kamu baik-baik saja?.” Wisnu duduk mendekat dan menyentuh pipi Kaila.


“ Presdir, Kaila, dia, mungkin terkena obat.” ucap Via dengan terbata-bata.


“ Obat! apa maksudmu?.” Wisnu mulai mencemaskan keadaan Kaila.


Wisnu melihat wajah Kaila memerah dan berkeringat kepanasan.


“ Kamu pulang ke Apartement bersama supir, aku akan bawa Kaila ke Rumah Sakit.” Wisnu tidak bisa tinggal diam melihat tubuh Kaila yang panas.


“ Baik Presdir, terima kasih sudah menolong kami.” Via menundukan kepala dengan hormat.


Wisnu menidurkan Kaila di mobil, saat di perjalanan menuju Villa Kaila sadar dan bergumam sendirian.


“ Aduh, kenapa panas sekali? tubuhku terasa di bakar, sangat panas.” gumam Kaila setengah sadar.


“ Kaila, kamu tenang ya, sebentar lagi kita sampai di Villa, dokter akan memeriksamu saat tiba di Villa.” Wisnu menyentuh tangan Kaila sambil menyetir mobil.


“ Tidak, aku tidak butuh dokter. Aku butuh kamu membantuku meredakan rasa sakit ini, ini sangat menyiksaku.” Kaila meraih tangan Wisnu dan menciumnya.


“ Perhatikan dirimu, jangan buat aku kehilangan kendali, aku sedang menyetir.” ucap Wisnu menarik tangannya dengan wajah memerah.


“ Astaga, apa kejadian dulu akan terulang lagi malam ini. Tidak, aku tidak bisa melakukannya tanpa kesadaran dari Kaila, aku berdosa jika memanfaatkan Kaila dalam keadaan seperti itu.” batin Wisnu dengan menggelengkan kepala agar sadar.


Tibanya di Villa, doker bersama pelayan sedang menunggu di depan pintu. Membuka pintu mobil agar Wisnu bisa menggendong Kaila dengan mudah, Wisnu menidurkan Kaila di ranjang miliknya.

__ADS_1


“ Dokter cepat periksa dia. Berikan obat apapun yang bisa menyembuhkan dia.” Wianu berdiri dan membirkan dokter memeriksa Kaila.


“ Jangan pergi, jangan tinggalkan aku.” Kaila meraih tangan Wisnu dengan wajah memerah.


“ Baiklah, aku tidak pergi. Biarkan dokter memeriksamu sekarang, ok.” gumam Wisnu dengan lembut.


Kaila menganggukan kepala dengan nyaman.


“ Maaf tuan, sepertinya dia terkena obat.” perkataan dokter terhenti karena Wisnu memotong tanpa perasaan.


“ Cukup! katakan padaku apa ada obat untuk menyembuhkannya?.” melambai dengan suram.


“ Itu tuan, satu-satunya cara agar nona ini sembuh dari pengaruhnya adalah harus.” lagi-lagi Wisnu menghentikan dokter berbicara.


“ Diam! aku mengerti, kalian boleh keluar dari kamarku.” ujar Wisnu sambil menatap Kaila.


Dokter dan pelayan itu malah saling melirik dengan bimbang.


“ Kenapa tidak pergi? cepat pergi sekarang juga kalau tidak kubunuh kalian.” bentak Wisnu dengan kesal.


“ Ba baik tuan.” pelayan dan dokter itu segera pergi meninggalkan kamar Wisnu.


Di luar kamar Wisnu.


“ Dok, sebenarnya apa yang terjadi pada gadis itu?.” tanya pelayan dengan penasaran.


“ Aku tidak tahu! sebaiknya kamu jangan banyak tanya jika tidak ingin di pecat dari pekerjaanmu.” dokter itu sangat marah dan melampiaskannya pada pelayan.


“ Hah, benar-benar aneh, tuan dan dokter sama saja aneh dan membingungkan.” batin pelayan.


Di dalam kamar Wisnu.


“ Panas, tolong aku! tolong bantu aku.” gumam Kaila sambil menarik tangan Wisnu.


“ Kamu tahu siapa aku?.” bertanya.


“ Tentu saja, kamu adalah orang yang mengambil keperawananku, kamu jahat Wisnu! bahkan kamu tidak mau bertanggung jawab padaku.” jawab Kaila setengah sadar, memukul dada Wisnu dengan pelan.


Wisnu tersenyum karena Kaila mengenalinya walau lagi terpengaruh obat.


“ Baiklah, sesuai perkataanmu, aku akan membantumu sekarang. Jangan salahkan aku karena tidak sungkan lagi padamu.” gumam Wisnu sambil mengendus-ngendus di leher Kaila.


Wisnu membuka seluruh pakaiananya dan melemparkan ke belakang, baju Kaila di robek begitu saja dan sangat Agresif. Wisnu terkejut karena Kaila lebih Agresif dari waktu malam itu, obat perangsang yang di berikan penjahat itu sangat bagus.


“ Heheh, menarik! sudah berani berlaku seperti ini padaku. Awas saja kamu kucing liar, aku tidak akan melepaskanmu kali ini. Kamu sudah mengambil kesempataan dariku dua kali, kedepannya jangan harap bisa kabur dari sisiku.” gumam Wisnu menyeringai.

__ADS_1


Kaila tidak puas hanya melakukan beberapa kali saja, Kaila menyuruh Wisnu untuk terus memuaskannya sampai Kaila nyerah dengan sendirinya.


BERSAMBUNG


__ADS_2