CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode35


__ADS_3

“ Jangan coba-coba bohongi aku. Sekarang tunjukan di mana buktinya.” ucap Kaila memalingkan Wajah.


“ Tidak mau lihat? ya sudah, aku akan pergi mandi, silahkan kamu kembali ke kamarmu.” Wisnu melihat Kaila terus berdiri di depan pintu dan enggan masuk.


“ Hei! kau mau ke mana? kenapa malah membuka baju?.” teriak Kaila sambil menutup mata menggunakan tangannya.


“ Sudah kubilang aku mau mandi. Jangan lupa tutup pintu jika mau keluar.” Wisnu masuk ke toilet dan meninggalkan Wisnu.


“ Dasar Wisnu bren*sek! mempermainkanku, aku tidak akan percaya lagi padanya.” dengan kesal Kaila menutup pintu dengan keras.


Wisnu tersenyum melihat Kaila yang marah padanya, membuat Mood Wisnu kembali lebih baik karena Kaila suka menampilkan ekspresi tidak biasa padanya.


“ Aku akan menghukummu nanti.” batin Wisnu sambil membasahi rambut dari shower.


Kaila duduk di meja makan dengan wajah cemberut, tidak ada makanan atau cemilan di atas meja, membuat Kaila semakin bete dan tidak mau bicara dengan siapapun.


“ Nona, ini makanan untukmu.” Bibi pelayan itu membawa beberapa kantong makanan yang telah di pesan Wisnu untuk Kaila.


“ Makanan? aku tidak memesannya.” jawab Kaila dengan kaget.


“ Nona benar, tapi tuan yang memesan ini untukmu.” Bibi pelayan itu tersenyum dan menyimpan semua makanan di depan Kaila.


“ Aku tidak mau. Aku tidak akan memakannya, berikan saja padanya.” Kaila membuang muka dengan kesal.


“ Hah, ini, tapi tuan memesan untukmu. Bagaimana mungkin aku memberikan ini pada tuan.” dengan heran.


“ Aku tidak peduli, aku tidak mau makanan darinya.” ucap Kaila sambil pergi ke kamarnya.


Wisnu datang mendengar perkataan Kaila.


“ Bi, karena Kaila tidak suka makanannya, kau bawa semua itu berikan pada pelayan yang lain ya.” ucap Wisnu berjalan mendekat.


Kaila melihat Wisnu dan membuang muka dengan kesal.


“ Ingin nyogok dengan makanan ya? tidak semudah itu.” batin Kaila.


“ Sebentar lagi hari akan gelap, jika kamu lapar suruh pelayan buatkan sesuatu untukmu.” Wisnu meninggalkan Kaila sendiri di meja makan.


“ Cih! pergi ya pergi, kenapa harus cerewet.” batin Kaila cemberut.


Wisnu menghentikan langkahnya melirik Kaila yang masih marah padanya.


“ Apa dia semarah itu? tidak biasanya dia marah selama ini.” batin Wisnu mulai cemas.


Kaila berdiri ingin pergi ke kamarnya, tidak sengaja Kaila menginjak air yang ada di lantai membuat Kaila hampir terjatuh ke lantai.


Dengan sigap Wisnu menangkap Kaila dan memeluknya.


“ Apa kamu tidak apa-apa?.” tanya Wisnu menatap Kaila.


“ Hmm, aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah menolongku.” Kaila melepaskan diri dari pelukan Wisnu dan menjauh.


“ Lain kali hati-hati. Jika kamu jatuh seperti tadi belum tentu ada orang yang menolongmu, untung saja aku belum pergi ke kamar. Bayangkan jika aku tidak menolongmu, kamu pasti sudah masuk Rumah Sakit.” dengan bangga.

__ADS_1


“ Tidak ikhlas ya?.” ucap Kaila.


Wisnu tertegun dan melihat Kaila pergi ke kamarnya.


“ Kaila, tunggu!.” ucap Wisnu.


Kaila enggan berhenti dan terus berjalan menuju ke kamarnya.


“ Kaila, aku mau katakan sesuatu padamu. Kalung milikmu hilang sejak 2 hari yang lalu.” berbicara berharap Kaila mendengar perkataannya.


Kaila menghentikan langkahnya.


“ Apa? hilang!?.” berbalik badan dengan terkejut.


“ Benar, aku tidak sengaja menyimpannya di kamar. Tapi setelah aku mau mengambil dan memberikannya padamu kalung itu sudah hilang.” berbicara dengan ragu.


Plak!


Kaila menampar Wisnu dengan keras.


“ Di mana kamu menyimpan kalung itu?.” tanya Kaila dengan dingin.


“ Di, di kamar.” menjawab dengan wajah tertegun.


“ Aku tanya padamu, di mana kamu menyimpannya? jam berapa dan di simpan di mana? kenapa bisa hilang?.” teriak Kaila.


“ Di kamar di laci meja, jam 09:00 malam.” menjawab dengan lancar.


Wisnu menggelengkan kepala sembari memegang pipi yang baru saja di tampar oleh Kaila.


“ Padahal aku hanya bercanda, tapi dia memukulku dengan keras.” batin Wisnu.


Kaila pergi ke kamarnya, mengunci pintu dan tidak membolehkan siapapun masuk ke kamarnya.


Keesokan harinya.


Semalaman Kaila tidak bisa tidur sampai membuatnya terlambat bangun, mata panda terlihat jelas di wajah Kaila.


“ Bibi, apa pekerjaannya sudah selesai? aku bantu ya.” ucap Kaila menguap dengan nikmat.


“ Tidak perlu nona. Nona duduk saja di sini, silahkan sarapan pagi nona.” Bibi pelayan itu menggiring Kaila agar duduk di meja makan.


“ Tidak mau, aku belum lapar. Lagi pula aku akan makan di dapur saja bersama kalian.” Kaila langsung berdiri setelah ingat kalau Wisnu akan sarapan pagi di meja yang sama.


“ Ada apa nona? apa kau marahan sama tuan?.” tanya Bibi pelayan.


Kaila tidak menjawab pertanyaan Bibi pelayan yang membuatnya bete.


“ Nona, tuan muda tidak ada di rumah. Dia sudah pergi ke luar kota.” Bibi pelayan itu sengaja berbisik untuk melihat reaksi Kaila ketika tahu Wisnu sudah pergi.


“ Ke luar kota?.” terkejut.


“ Iya. Tadi pagi aku bantu tuan membawa koper ke dalam mobil, kopernya sampai 3. Aku pikir tuan akan pergi lama di luar kota.” mengangguk.

__ADS_1


“ Begitu ya?.” berpikir.


“ Hmm, ada apa dengan ekspresi nona? apa dia senang atau sedih? bagaimana aku harus kasih tahu tuan nanti?.” batin Bibi pelayan kebingungan.


“ Baiklah, karena dia tidak ada di rumah, aku akan pulang ke Apartement.” Kaila berlari ke kamarnya.


“ Astaga! ternyata nona senang jika tuan tidak ada. Tuan pasti marah jika aku memberitahunya kalau nona senang dengan kepergiannya.” Bibi pelayan itu memukul kepalanya sendiri dengan bingung.


Kaila segera bersih-bersih di kamar mandi, membasahi rambutnya lalu mengeringkannya menggunakan Hair dryer. Menggunakan lipstik merah muda membuat Kaila semakin cantik dan menawan.


“ Via, tunggu aku pulang. Akan aku pukul kau karena tidak mengkhawatirkanku selama tidak ada di Apartement.” berbicara sambil melihat dirinya dari pantulan cermin.


Tak tak!


Kaila keluar dari kamarnya, berjalan lewat pintu utama dan merasa gembira dengan kepergian Wisnu ke luar kota.


“ Nona, tunggu! Anda mau ke mana?.” Bibi pelayan mengejar Kaila yang keluar dari rumah.


“ Bi, bilang pada tuan kalau aku pulang ke Apartement.” ucap Kaila menengok ke belakang.


“ Ya ampun, nona sangat cantik. Apa jangan-jangan nona mau pergi cari pria di luar sana?! ini tidak bisa di biarkan, tuan harus tahu nona pergi dari rumah.” Bibi pelayan itu terpesona dengan kecantikan Kaila yang natural.


Bibi pelayan menelpon Wisnu. “ Ayo tuan, angkat telponnya.” mondar-mandir dengan gelisah.


Wisnu tertidur saat di perjalanan menuju lokasi proyek, Wisnu tidak mendengar kalau ponselnya berbunyi terus sampai beberapa kali panggilan.


“ Siapa yang menelpon tuan? apa sepenting itukah sampai terus menelpon walau tuan tidak menjawabnya.” batin sopir.


“ Apa aku bangunkan saja kali ya? takutnya memang benar penting.” dengan ragu.


“ Tuan, tuan ponsel Anda berbunyi dari tadi.” sopir itu menghentikan mobilnya dan membangunkan Wisnu yang tertidur pulas.


“ Hmm, ada apa?.” mengucek mata.


“ Maaf tuan, ponselmu bunyi dari tadi.” ucap sopir ketakutan.


Wisnu mengecek ponselnya, ada 5 kali panggilan tak terjawab dari Bibi pelayan. Wisnu pikir kalau Bibi pelayan itu ingin memberitahunya tentang Kaila yang ingin pulang, jadi Wisnu mematikan ponselnya dan melanjutkan tidurnya.


“ Jalan! kenapa malah berhenti? buang-buang waktu saja.” bentak Wisnu.


“ Tuan sangat galak.” batin sopir menciut.


Di Apartement.


Kaila masuk ke kamar menggunakan kunci cadangan miliknya.


“ Via pasti masih kerja.” Kaila menutup pintu kembali.


Kaila terkejut melihat barang mewah tergeletak begitu saja di meja ruang tamu. Makanan enak dan cemilan yang banyak membuat Kaila semakin marah pada Via.


“ Astaga! apa ini? baju mahal, tas branded, makanan sebanyak ini. Dari mana Via mendapatkannya? oo, apa jangan-jangan yang waktu itu Wisnu kasih lihat padaku, Via pergi berbelanja dan mendapatkan semua barang mewah ini. Benar-benar! aku pikir Via benar-benar minta di pukul kali ini. Awas aja kau Via!.” dengan kesal.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2