
“ Aku bukan orang seperti itu! aku pasti akan membayarnya, tapi dengan di cicil. Boleh tidak?!.” berharap belas kasihan dari Wisnu.
“ Tidak bisa, kamu harus membayarnya dengan Chas sekarang juga, bukankah ketika kamu nginap di hotel maka kamu harus membayarnya terlebih dulu sebelum pergi. Kenapa sekarang malah berkata ingin mencicilnya.” Wisnu bersikap arogan untuk membuat Kaila marah.
“ Hemm, ya sudah, jika begitu anggap saja kita impas, karena semalam kamu meniduriku. Tidak ada hutang lagi di antara kita.” bersikeras sambil memalingkan muka.
“ Kenapa bisa begitu? bukankah semalam kamu yang memintaku! kamu memaksaku melakukan itu, aku tidak punya pilihan dan menyelamatkanmu dari obat itu. Pikirkan baik-baik, jika aku tidak membantumu apa yang akan terjadi padamu sekarang, mungkin saja saat kamu sadar sudah ada di neraka.” Wisnu tidak mau di salahkan dan ingin membuat Kaila tetap tinggal dengannya.
“ Kamu! dasar tidak tahu malu! setelah memanfaatkanku sekarang kamu malah mengutukku mati ke neraka. Kamu benar-benar berhati kejam Wisnu.” bentak Kaila dan tidak menyangka kalau Wisnu akan berkata begitu padanya.
Kaila pergi dari hadapan Wisnu dengan air mata berjatuhan.
“ Kaila, tunggu!.” Wisnu meraih tangan Kaila dan menjatuhkan ke pelukannya.
“ Apa lagi? jika kamu merasa rugi aku akan membayarnya setelah punya uang. Sekarang biarkan aku kembali ke Apartement milikku, aku tidak akan lari dari tanggung jawab, kamu tenang saja.” Kaila tidak bisa mengontrol diri saat marah.
Wisnu menggenggam dagu Kaila dan menciumnya, dengan tangan memeluk Kaila, Kaila tidak bisa berontak dengan tenaga Wisnu yang kuat.
“ Uhm, apa yang kau lakukan Wisnu?.” Kaila berhasil melepaskan ciumannya dengan menggigit bibir Wisnu.
“ Aku akan bertanggung jawab, 1 juta Yuan. Apa itu cukup?.” gumam Wisnu menampakan ekspresi berkuasa.
“ Tidak mau, aku tidak butuh uang.” bantah Kaila memalingkan wajahnya.
“ Kenapa tidak butuh uang? bukankah kamu ingin membayar hutang padaku?.” bisik Wisnu meniup telinga Kaila.
“ Apa yang kamu lakukan? sudah kubilang aku.” kata-kata Kaila terhenti karena ada orang yang memanggil Wisnu dari luar.
“ Sayang, Wisnu kamu di mana? aku tadi pergi ke perusahaanmu tapi Manajer Shu bilang kamu pergi dengan buru-buru, aku takut terjadi apa-apa padamu, makanya aku sengaja datang ke sini menemuimu.” teriak Yue Yan dari luar sambil masuk tanpa di suruh, padahal Bodyguard yang berjaga di luar pun tidak bisa menghentikan Yue Yan.
“ Wisnu? ternyata benar kamu ada di sini?.” sapa Yue Yan, melihat Wisnu yang tengah duduk di meja makan sambil mencicipi makanan.
Wisnu tidak menengok sama sekali, mengabaikan Yue Yan yang baru saja datang menemuinya.
“ Wisnu, kenapa kamu pulang dan meninggalkan Meeting dengan Klien?.” tanya Yue Yan sambil duduk di dekat Wisnu.
“ Kamu tidak lihat kalau aku lagi makan? jangan menggangguku.” gumam Wisnu.
“ Ya baiklah, aku tidak ganggu kamu.” Yue Yan melihat Wisnu sangat lahap menikmati makanannya.
“ Wisnu, boleh aku cicipi makanan ini?.” ternyata Yue Yan tertarik dengan makanan yang di makan Wisnu.
Emm, menganggukan kepala tanpa menatapnya.
“ Terima kasih.” gumam Yue Yan.
Yue Yan melihat Wisnu mendapati sariawan di bibir.
__ADS_1
“ Wisnu, apa kamu panas dalam? bibir kamu ada sariawan dan bercak darah.” tanya Yue Yan mulai curiga.
Wisnu menyentuh bibirnya dan mengusapnya, ternyata benar bercak darah terlihat di tangan Wisnu.
“ Benar, akhir-akhir ini aku sering makan makanan pedas, mungkin saja sariawan ini akibatnya.” jawab Wisnu dengan datar.
“ Ternyata begitu, lain kali perhatikan asupan makanmu, jangan sembarang makan.” cari muka untuk mendapatkan perhatian dari Wisnu.
Tidak sengaja Yue Yan menjatuhkan sendoknya di kaki Wisnu, Wisnu mulai panik karena Kaila bersembunyi di bawah meja.
“ Biar aku ambilkan.” gumam Wisnu dengan gugup.
“ Terima kasih.” Yue Yan mengira kalau Wisnu mulai perhatian padanya.
Wisnu mengambil sendoknya dan melihat Kaila yang tengah duduk kesulitan. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bagus, Wisnu menyempatkan mencium Kaila.
“ Ini, lain kali hati-hati.” ucap Wisnu memberikan sendok itu pada Yue Yan.
“ Iya, tadi tanganku keringetan dan tidak sengaja menjatuhkan sendoknya. Maafkan aku ya sayang.” jawab Yue Yan ke senengan.
“ Tidak apa, silahkan di makan. Setelah selesai aku harus pergi ke perusahaan.” Wisnu bersikap ramah agar Yue Yan tidak mencurigainya.
“ Kurang ajar! sudah menciumku dan sekarang dia masih menggoda wanita itu di hadapanku. Benar-benar tidak tahu malu, awas saja kamu Wisnu.” batin Kaila dengan kesal karena merasa di manfaatkan.
Kaila menggigit paha Wisnu sekuat tenaga.
“ Rasakan ini.” batin Kaila tidak melepaskan gigitannya.
“ Sayang, apa yang terjadi?.” Yue Yan merasa kesal karena terkena muntahan dari mulut Wisnu.
“ Maafkan aku, uhuk uhuk! aku, aku, tidak sengaja.” Wisnu menahan rasa sakitnya dan minum air putih.
“ Iya, ini bukan masalah besar, biar aku bantu kamu membersihkannya.” Yue Yan berpura-pura baik dan menunjukan wajah pasrah.
“ Aku tidak apa, lebih baik kamu pergi ke toilet dan bersihkan bajumu. Nanti Bibi pelayan akan mengantarkan baju ganti untukmu.” Wisnu mengibaskan tangan, tapi pahanya masih sakit karena di gigit oleh Kaila.
“ Baiklah, aku akan kembali sebentar lagi.” Yue Yan tidak berharap ingin membantu Wisnu, setelah Wisnu menyuruhnya pergi Yue Yan malah senang.
Wisnu melihat ke bawah meja dengan tatapan seram, seketika Kaila melepaskan gigitannya saat Wisnu memolototinya.
“ Sudah berani sekarang ya! berani menggigit pahaku layak nya seperti paha ayam. Aku akan menghukummu nanti.” gumam Wisnu sambil mencium bibir Kaila kedua kalinya.
Wisnu duduk tegak dan membersihkan makanan yang berantakan.
“ Wisnu, apa kamu lama menungguku?.” tanya Yue Yan sambil duduk.
“ Tidak, aku harus pergi ke perusahaan sekarang. Bagaimana denganmu? aku pikir lebih baik kamu pulang saja.” gumam Wisnu.
__ADS_1
Wisnu meninggalkan Yue Yan sendirian di Villa.
“ Ada yang tidak beres, Wisnu pasti nyembunyiin wanita di sini. Aku harus mencarinya sampai ketemu, lihat bagaimana aku akan bereskan jika benar ada wanita murahan di sini.” batin Yue Yan melihat kesekeliling.
Yue Yan berjalan menyusuri tiap sudut tapi tidak temukan apapun, Yue Yan hanya membuang-buang waktu mencari seseorang yang tidak pasti.
“ Tidak ada siapa pun, apa mungkin Wisnu benar kalau dia sedang sariawan biasa.” Yue Yan mengira kalau Wisnu di gigit saat berciuman.
Yue Yan mengambil tas dan segera pergi.
“ Fuih! untung dia sudah pergi. Aku benar-benar pengap tinggal di sini terlalu lama.” Kaila bersembunyi di lemari rak piring yang ada di dapur.
“ Nona, apa Anda baik-baik saja?.” tanya Bibi pelayan mengagetkan.
“ Ahh! Bibi, mengagetkan saja.” Kaila tidak sengaja berteriak karena kaget.
Yue Yan mendengar teriakan Kaila kembali masuk ke dalam.
“ Siapa di sana? jangan bersembunyi! cepat keluar tunjukan dirimu. Hukuman akan rendah jika tidak bersembunyi, sebaliknya aku akan membunuh siapa pun kamu yang sudah tinggal di sini.” teriak Yue Yan berjalan ke dapur.
Wisnu melihat pergerakan di dalam Villa dari CCTV.
“ Aish! anak ini benar-benar membuatku khawatir saja. Bagaimana jika Yue Yan tahu Kaila ada di Villa, dia pasti akan dapat masalah karena ini.” gumam Wisnu dengan cemas.
“ Putar balik sekarang.” ucap Wisnu memegang kepala.
“ Nona muda Yue, selamat datang. Tapi tuan baru saja pergi ke perusahaan.” ujar Bibi pelayan menyembunyikan Kaila di lemari piring.
“ Sejak kapan kamu berada di situ?.” tanya Yue Yan curiga.
“ Aku? hahah, nona tahu sendiri aku sudah lama bekerja di sini.” jawab Bibi pelayan sambil menundukan kepala Kaila yang hampir kelihatan.
“ Bukan itu maksudku, aku tidak melihatmu sejak tadi, tiba-tiba kamu ada di sini membuatku curiga.” melirik dengan tatapan sinis.
“ Nona muda tahu sendiri aku sangat sibuk di sini, tadi aku baru saja mencuci pakaian, setelah selesai aku datang ke sini untuk bereskan meja makan, tidak di sangka ada seekor tikus yang menggit kakiku, itu sebabnya aku teriak. Tolong nona muda memaafkan aku karena tidak sopan.” Bibi pelayan berakting menyedihkan.
“ Apa?! tikus! di mana tikus? ah! tidak jangan biarkam tikus itu menggigitku.” teriak Yue Yan histeris ketakutan.
“ Heheh, rencanaku berhasil. Nona muda sangat takut pada tikus, itu sebabnya dia jarang datang ke sini.” batin Bibi pelayan menyeringai.
Yue Yan pergi dengan menjinjit sepatu High Heels.
“ Nona, ayo keluar, nona Yue Yan sudah pergi.” ujar Bibi pelayan membantu Kaila keluar dari lemari piring.
“ Kamu membuatku kesulitan bernafas, sudah tahu pengap malah menutup lemari dengan rapat.” memarahi Bibi pelayan yang hampir buat Kaila mati kehabisan oksigen.
“ Maafkan aku nona, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Tadi aku terpaksa karena takut Anda ketahuan nona muda Yue.” memohon.
__ADS_1
“ Hais, baiklah tidak apa, bersukur kamu sudah membantuku.” pasrah karena telah di selamatkan.
BERSAMBUNG