CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode29


__ADS_3

Di Apartement.


Wisnu pamit pulang ke Villa miliknya, dengan wajah sumringah Kaila tertawa terbahak-bahak di dalam kamar sendirian.


“ Aku sudah tidak sabar ingin melihat ekspresinya saat kesakitan. Hahah, itu akibatnya karena suka menggangguku.” gumam Kaila dengan tertawa.


Wisnu melihat Kaila tengah berdiri dari jendela kamarnya, Wisnu tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


“ Apa segitu bahagianya dia masak untukku? ekspresinya tidak bisa di bohongi kalau dia sangat bahagia tadi.” gumam Wisnu sambil menggelengkan kepala.


Keesokan harinya.


Seperti biasa, Kaila bangun terlambat dan membuat dirinya di hukum bersama Via.


“ Sudah kubilang jangan bangun terlambat! kenapa kamu terus tidur sampai lupa kalau hari ini kita harus bekerja.” Via mengoceh dengan kesal.


“ Aduh Via, seharusnya kamu jangan bangunkan aku tadi, beri aku waktu 15 menit untuk melanjutkan mimpi indahku.” Kaila memukul Via dengan khayalan.


“ Apa kamu bilang?! jangan bangunkan kamu! sudah terlambat bangun tapi kamu malah menyalahkanku. Lihat kita sekarang, hampir setiap minggu kita di hukum membersihkan seluruh toilet karena ulahmu.” Via balik marah pada Kaila dengan bentakan seperti ledakan petir di siang hari.


Kaila tidak menghiraukan Via yang mengoceh padanya. Kaila semangat membersihkan toilet dengan giat, tidak membutuhkan waktu lama Kaila dan Via menyelesaikan hukuman itu dalam waktu 5 jam.


“ Ah, lelah sekali, tidak terasa sudah jam 1 siang. Waktunya makan siang.” ujar Via menyandar di depan toilet.


“ Tidak ada makan siang, kita harus bekerja terlebih dulu baru makan siang.” ucap Kaila menjentik jidat Via.


“ Tapi aku harus makan terlebih dulu sebelum bekerja, mana ada tenaga kalau tidak makan.” menunjukan ekspresi seperti anak kecil yang sedang membujuk ibunya.


“ Baiklah, kamu tunggu di meja kerja, aku akan pergi beli makanan untukmu.” Kaila berdiri dan menyimpan peralatan pembersih toilet di hadapan Via.


Via segera pergi ke meja kerja dengan lesu.


“ Aish, semua orang pada pergi untuk makan siang, entah apa yang akan di beli Kaila untuk di makan hari ini.” batin Via sambil tiduran di meja.


15 menit kemudian.


“ Via aku kembali!.” ujar Kaila dengan senang.


“ Kaila kamu sudah kembali? aku sangat lapar.” mengeluh karena lapar.


“ Iya aku tahu, lihat tadi di jalan ada seorang nenek yang terjatuh di jalanan, aku membantunya menyebrang jalan. Tidak di sangka nenek itu malah memberikan makanan untukku.” Kaila membuka makanan pemberian orang lain.

__ADS_1


“ Wah, ini 'kan makanan lezat semua! hanya orang kaya yang memakannya. Bagaimana bisa nenek itu memberikan makanan mahal ini padamu?.” Via bersemangat setelah melihat makanan enak.


“ Entahlah, aku juga tidak mengerti. Padahal aku ikhlas bantu nenek itu, tapi dia memberi imbalan padaku sebagai ucapan terima kasih.” Kaila tidak mau ambil pusing dan langsung menyantap makanan itu.


“ Lihat mereka, hampir setiap hari terlambat bekerja, emang enak separuh gajinya di potong. Memang manusia rendahan yang tidak tahu malu, sudah tahu anak magang tapi suka terlambat masuk kerja. Masih untung tidak di pecat.” ucap beberapa gadis senior dengan iri.


“ Apa maksud kalian mengata-ngatai kami seperti itu? pergi sana! jangan ganggu makan siangku, dasar sekelompok wanita aneh.” Via berdiri memaki-maki wanita yang bergosip tentangnya.


“ Ihh, dasar tidak tahu malu. Ayo teman-teman kita pergi ke kantin sekarang.” sekelompok wanita itu pergi dari tempat kerja.


Via terlihat kesal sampai makan tidak beraturan.


“ Sudah jangan pedulikan mereka. Lebih baik kita nikmati saja makanan ini.” Kaila memukul punggung Via dengan perlahan untuk menenangkannya.


Via mengingat kalau dirinya tidak melihat Wisnu sejak dia masuk ke kantor.


“ Kaila, kamu sadar tidak? kalau Presdir Wisnu tidak kelihatan sejak tadi pagi. Apa Presdir tidak masuk kantor karena banyak urusan?.” ujar Via.


“ Benar apa kata Via, Wisnu tidak kelihatan sejak tadi. Apakah Wisnu sakit perut dan belum sembuh sampai sekarang, aku ingat kalau aku menaruh obat diare pada makanan yang di makan Wisnu semalam.” batin Kaila bertanya-tanya.


“ Hei! kenapa malah bengong? aku tanya padamu, kenapa Presdir tidak datang ke kantor?.” Via mengagetkan Kaila dengan menyenggol bahunya.


“ Benar juga apa katamu, dia seorang Presdir jadi untuk apa aku bertanya tentang dia padamu. Kamu 'kan bukan siapa-siapa dia.” menganggukan kepala dengan sadar.


“ Bukan siapa-siapa dia? rasanya sakit hati ini, entah apa yang terjadi padaku, kata-kata Via barusan melukai hatiku.” batin Kaila tercengang.


Hari telah malam, hampir setiap hari Kaila dan Via pulang larut malam. Untung saja penjaga perusahaan Yhusi sangat baik dan menjaga di setiap ruangan dengan ketat.


“ Aish, lelah sekali. Sampai kapan kita akan pulang larut malam, aku sudah cape jika harus bekerja seperti ini, sekarang aku tidak ada kesempatan untuk bekerja paruh waktu di bar. Jika begini terus sampai kapan pun kita tidak akan kaya.” gumam Via dengan putus asa.


“ Jangan berkata begitu, aku yakin kita pasti punya peluang untuk jadi orang kaya.” menepuk punggung Via sebagai penyemangat.


“ Hahah, lihat ada gadis cantik berduaan tengah malam begini. Bagaimana kalau kita godain mereka.” uar penjahat ke rekannya.


Penjahat itu saling mengedipkan mata sebagai kode, menggoda Kaila dan Via di tengah malam yang sepi, tidak ada orang lewat selain para penjahat yang punya pikiran mesum seperti mereka.


“ Kaila, bagaimana ini? aku takut sekali.” Via berlindung di belakang Kaila.


“ Hei! apa yang kalian lakukan di sini? cepat pergi dari sini, kalau tidak aku akan menelpon Polisi sekarang juga. Cepat pergi!.” bentak Kaila memberanikan diri.


“ Yoo, kenapa adek cantik sangat galak? bahkan tega ingin kakak di tangkap sama Polisi. Benar-benar kejam sekali adek.” penjahat itu tidak takut dengan keberanian Kaila.

__ADS_1


Melihat penjahat itu membawa botol minuman keras serta senjata tajam membuat Kaila ketakutan, Kaila tidak bisa melawan dengan jumlah mereka sebanyak 4 orang, belum lagi mereka membawa senjata tajam sangat sulit di lawan hanya mengandalkan tas milik Kaila.


“ Via sangat gemetar, bagaimana ini?.” batin Kaila memperhatikan Via yang ada di belakangnya.


“ Ayo adek cantik, biarkan kami memuaskan kalian malam ini. Jangan takut, kakak akan bersikap lembut pada kalian.” penjahat itu sangat mesum dan memperlihatkan burung miliknya di depan Kaila.


“ Astaga, apa dia gila! apa mereka pikir aku tidak pernah melihat burung aneh seperti itu. Sekarang aku putuskan untuk melawan mereka.” batin Kaila memalingkan pandangannya.


“ Ayo sayang, burung kakak sudah tidak tahan melihat kecantikkan kalian seperti ini.” penjahat itu maen nyosor aja.


Kaila memberanikan diri dan memukul burung penjahat itu satu-persatu, para penjahat sangat kesakitan sampai jungkir balik, melihat penjahat sudah kesakitan Kaila senang dan segera pergi dari tempat itu.


“ Ayo Via, kita pergi dari sini.” dengan panik dan perasaan senang bisa mengalahkan penjahat hanya mengandalkan tas miliknya.


Bruk!


Bos dari penjahat itu memukul punggung Kaila sampai terjatuh pingsan, Kaila tidak sadarkan diri akibat pukulan yang sangat keras di punggungnya.


“ Ah, Kaila, Kaila bangun! bangun, jangan pingsan Kaila, aku takut di sini.” Via histeris ketakutan sambil berusaha membangunkan Kaila.


“ Heheh, itu akibatnya karena dia sudah menyakiti anak buahku. Sekarang giliranmu adik kecil, kemarilah, aku tahu kamu belum pernah merasakan nikmatnya dunia di malam hari bukan?.” ucap bos penjahat dengan menyeringai.


“ Tidak, jangan mendekat! kalian pergi dari sini, pergi!.” teriak Via berdiri dan mundur perlahan.


“ Jangan buang-buang waktu, bawa dia ke mobil sekarang! malam ini kita akan berpesta miras dan gadis yang cantik.” ujar bos penjahat tidak sabaran.


“ Jangan! kumohon jangan bawa aku dan temanku! Hiks hiks.” Via memohon demi menyelamatkan diri dan Kaila.


Anak buah penjahat itu membawa Via masuk ke mobil, bukan hanya itu bos penjahat memberikan obat perangsang pada Kaila karena menurutnya Kaila sangat cantik dan menawan.


“ Minumlah gadis cantik, setelah ini kamu pasti akan semangat melakukannya dengan kakak.” bos penjahat itu memaksa meminumkan obat perangsang, walau Kaila pingsan tapi cairan itu tertelan sedikit di tenggorokannya.


“ Tidak! jangan sakiti temanku! biarkan dia pergi aku berjanji akan melayani kalian semua.” teriak Via dari dalam mobil.


Bos penjahat itu menghampiri Kaila dengan menyeringai.


“ Kamu ingin memberikan tubuh berhargamu pada kami demi temanmu itu?.” menunjuk ke arah Kaila yang terbaring di jalanan.


Via menganggukan kepala dengan air mata mengalir deras.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2