CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode40


__ADS_3

Wisnu termenung di dalam mobil, memukul setang sekuat tenaganya.


“ Kenapa? kenapa kamu bisa melakukan ini padaku Kaila? kenapa! kamu melupakan aku yang sudah bermalam denganmu, itu malam pertamaku, aku menyerahkannya dengan suka rela padamu. Tapi kamu malah mencintai orang lain.” Wisnu berteriak di atas pegunungan.


Di satu sisi, Kaila merasa tidak enak badan tepat saat Wisnu berteriak dengan kecewa padanya.


“ Kaila, apa kamu baik-baik saja?.” tanya Adira hendak menyentuh Kaila.


“ Aku tidak apa-apa.” muka Kaila sangat pucat, Adira panik dan memapah Kaila masuk ke dalam rumah.


Aji Li melihat Kaila sempoyongan, ia segera berdiri dan mendekat.


“ Kaila, apa yang terjadi padanya?.” tanya Aji Li pada Adira.


“ Aku juga tidak tahu tuan, tapi tadi saat aku duduk bersama Kaila tiba-tiba dia pucat. Mungkin dia kelelahan atau masuk angin.” jawab Adira memegang bahu Kaila.


Aji Li segera mengambil Kaila dari Adira, lalu membawa Kaila masuk ke kamarnya.


“ Kaila, apa kamu sakit?.” tanya Aji membaringkan tubuh Kaila di ranjang.


“ Aku tidak apa-apa ayah. Aku hanya sedikit pusing saja, mungkin setelah beristirahat aku akan sembuh.” gumam Kaila dengan lemah.


“ Baiklah, kamu istirahat saja dulu. Besok tidak usah kerja, ayah yang akan datang ke tempat kerjamu untuk meminta ijin.” Aji menyelimuti Kaila dengan cemas.


Kaila mengangguk, lalu menutup kedua matanya dan tertidur pulas. Aji Li keluar dari kamar dan menemui keluarga Adira.


“ Tuan, bagaimana keadaan putrimu? apa dia baik-baik saja?.” tanya nyonya Pramana.


Hanna menjawab pertanyaan nyonya Pramana dan tidak membiarkan Aji Li berbicara.


“ Nyonya tenang saja, dia itu memang seperti itu. Suka cari simpati pada siapapun, biar orang mengasihaninya.” menjelekan Kaila di hadapan keluarga Pramana.


“ Tapi bibi, tadi aku melihatnya tiba-tiba dia pucat. Tidak mungkin jika Kaila hanya berpura-pura.” ucap Adira dengan ragu.


“ Kenapa kamu bisa tahu? bukankah kamu mau mengambil dompet di mobil. Apa yang kalian lakukan??.” Hanna sengaja memojokan Adira agar tidak berani mendekati Kaila lagi.


“ Ah, aku, aku.” Adira tidak mampu menjawab.


Maria masuk ke dalam dari pintu utama, dengan santainya ia berjalan mendekati Adira lalu merangkulnya.


“ Ibu, apa yang kau katakan? Adira baru saja pacaran denganku. Masalah ambil dompet itu hanya sebuah alasan saja, agar kita bisa berduan di depan. Benarkan sayang?.” mengedipkan mata sebagai kode.


“ Iya, apa yang Maria katakan itu benar. Kami baru saja pacaran di halaman rumah, tolong bibi memaafkan aku.” menunduk dengan gugup.


Hanna melirik Maria dengan penasaran.


“ Hahah, ternyata seperti itu. Baguslah, akhirnya kalian bisa dekat seperti itu. Ibu senang melihatnya.” ucap Hanna tertawa senang.


Maria terus mendekap Adira dengan paksa, wajah Adira tidak bisa berbohong kalau dia tidak menyukai saat Maria memeluknya.


Keesokan harinya, Kaila terbangun dan menguap dengan nikmat seperti biasanya. Melihat jam sudah pukul 07:00, membuat Kaila terkejut sampai bangun dari ranjang.

__ADS_1


“ Ya ampun! aku kesiangan lagi. Kenapa Via tidak membangunkanku?.” mengomel dan pergi ke toilet.


Kaila sadar kalau dirinya bukan berada di Apartement, ia keluar dari toilet dan memandang seluruh isi kamarnya dengan ternganga.


“ Aku pikir aku di culik, ternyata aku di rumah keluarga Li. Aku ingat semalam aku datang ke sini untuk menghadiri acara pertemuan dengan keluarga Pramana, tapi aku tidak bisa pulang karena kepalaku terasa sakit semalam.” mengingat dan menghela nafas.


Kaila berjalan kembali ke toilet, mencuci muka dan berendam seperti biasa, di sini Kaila punya banyak Fasilitas yang cukup lengkap di bandingkan di Apartement, tapi Fasilitas di situ tidak selengkap di Villa Wisnu.


“ Hari ini aku tidak perlu pergi kerja, cukup berendam dan nikmati sarapan pagiku.” menyantap makanan yang sudah di siapkan pelayan untuknya.


Dring!


Ponsel Kaila berdering saat Kaila menutup mata sembari berendam, Kaila segera beranjak dan memakai handuknya. Melihat Via menghubunginya beberapa kali Kaila segera menelpon Via dengan cemas.


“ Via, kenapa kamu menghubungiku berkali-kali? apa sesuatu terjadi padamu?.” tanya Kaila berdiri tegak sembari menelpon.


“ Untung saja kamu mengangkat telponku. Semalam kamu kenapa tidak pulang? aku menunggumu di sofa, tapi kamu tak kunjung datang. Kamu baik-baik saja 'kan?.” menghela nafas dengan lega.


“ Iya aku baik-baik saja. Aku ketiduran di rumah ayah, itu sebabnya tidak pulang.” ucap Kaila.


“ Ternyata begitu, ya sudah aku mau berangkat kerja dulu. Sampai nanti di tempat kerja.” ucap Via dengan senang.


Kaila menaruh ponselnya di meja, baru saja Kaila kembali ke toilet tapi ponselnya kembali berdering.


“ Siapa lagi?! ini pasti Via.” menebak sembari menunjuk-nunjuk dengan kesal.


Kaila terkejut saat tahu orang yang menghubunginya kali ini adalah Wisnu. Kaila ragu saat ingin menjawab telpon itu, tapi Kaila terlalu lama berpikir dan membuat ponselnya mati karena kehabisan baterai.


Di satu sisi Wisnu terlihat marah karena Kaila menolak panggilannya. Wisnu tidak putus asa, ia menghubungi Kaila untuk kedua kalinya, tapi ponsel Kaila mati, itu membuat Wisnu marah sampai melempar ponselnya ke dinding.


Asher baru saja masuk ke ruangan Wisnu, membawa berkas penting yang harus di tanda tanganinya. Asher tidak bisa berkata apa-apa saat melihat Wisnu yang sedang marah, ia kembali keluar dan menutup pintu dengan rapat.


“ Untung saja tuan muda tidak memperhatikanku. Tapi kenapa tuan muda bisa semarah itu? apa ini karena nona Kaila?.” gumam Asher sembari menyandar di balik pintu.


Wisnu keluar dari ruangannya, dengan jas hitam di tangannya membuat Wisnu tampak seram dan gagah.


Bruk!


Asher terjatuh sampai masuk ke dalam ruangan, Wisnu malah mengabaikannya dan meninggalkan Asher pada saat kesusahan.


“ Tuan muda. Tuan muda, Anda mau ke mana?.” Asher yang panik segera mengikuti Wisnu sampai ke parkiran mobil.


Wisnu masuk ke salah satu mobil sport berwarna hitam, mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi. Bahkan Asher tidak bisa mengejarnya walaupun menggunakan mobil pribadinya.


“ Ke mana perginya tuan muda? pagi-pagi begini tapi sudah pergi. Apa jangan-jangan pergi menemui nona Kaila?.” bergumam.


Asher segera pergi ke Apartement untuk menemui Kaila, tapi pintunya terkunci dan tidak ada seorang pun yang membukakan pintunya. Tetangga di sampingnya berkata jika Kaila tidak terlihat semalaman.


“ Jangan bilang terjadi sesuatu padanya. Tidak, aku harus cari tahu, jika benar nona Kaila kenapa-kenapa tuan muda pasti akan sedih.” Asher berlari dan mencari Kaila di kota itu.


Wisnu sedang berdiri tepat di sebrang rumah Li, menatap ke arah jendela kamar Kaila dan berharap bisa melihatnya.

__ADS_1


“ Apa mungkin Kaila sudah pergi ke kantor? tapi jelas-jelas dia tidak ada di kantor. Penjaga bilang kalau Kaila belum datang sampai saat ini.” batin Wisnu.


Tak lama kemudian, Kaila membuka tirai jendela dan mengibaskan rambutnya yang masih basah. Wisnu terpana melihatnya, ia terdiam dan terus menatap ke arah Kaila.


Tiba-tiba Maria datang ke kamar Kaila, menarik rambut Kaila dan menyeretnya ke ranjang.


“ Apa yang terjadi? siapa dia? berani sekali menyakiti Kaila.” tanpa sadar Wisnu turun dari mobil dan berjalan mendekati rumah Li.


“ Tidak, aku tidak bisa masuk saat ini. Ini akan membuatku semakin rendah jika melakukan hal konyol di sini.” menghentikan langkahnya dan mundur secara perlahan.


Tapi Wisnu melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Maria menyakiti Kaila. Kaila yang bodoh hanya diam dan mau di tindas oleh adiknya sendiri.


“ Tidak bisa, dia akan mati jika aku tidak menolongnya.” Wisnu memutuskan untuk memanjat dinding dan memanfaatkan celah untuk berpegangan, Wisnu sangat lihai sampai orang-orang yang berjalan pun berhenti dan menyempatkan waktu melihat keahlian Wisnu.


Brak!


Wisnu memukul kaca jendela sampai pecah berantakan. Kemudian Wisnu masuk dan berjalan ke arah Maria, Maria yang ketakutan melepaskan rambut Kaila. Wisnu tidak terima jika Kaila di sakiti orang, ia menampar Maria sampai mengeluarkan darah dari hidungnya.


“ Pencuri! pencuri! suamiku cepat ke sini, ada pencuri menerobos masuk ke kamar Kaila.” Hanna yang ketakutan segera keluar dan berteriak sekeras mungkin.


Maria menyeka darahnya, tidak tahu maksud kedatangan Wisnu ke rumahnya. Ia berlari keluar dan meminta bantuan para pelayan.


“ Kamu tidak apa-apa 'kan? biarkan aku melihatmu, di mana lukanya? aku akan mengobatinya sekarang. Ayo.” Wisnu memapah Kaila keluar dari kamar.


“ Suamiku, lihatlah! dia itu pencuri. Dia menerobos masuk di pagi hari dan menampar putri kita.” Hanna yang panik melemparkan sumber masalahnya dengan menuduh Wisnu sebagai pencuri.


“ Iya benar ayah, dia memukulku. Lihat, wajahku bengkak dan mengeluarkan darah dari hidung.” Maria mencoba memperlihatkan lukanya pada Aji Li, tapi Aji Li malah diam dan membiarkan Wisnu keluar membawa Kaila.


“ Suamiku, kamu kenapa diam? tidak lapor polisi? dia sudah menyakiti Maria, dia juga berniat membawa Kaila sebagai sandera.” menggoyangkan bahu Aji Li.


“ Ibu benar ayah. Jika kita membiarkan dia pergi, Kaila akan celaka.” ucap Maria mengangguk.


Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Aji Li menghentikan Wisnu.


“ Tunggu! mau di bawa ke mana putriku?.” bertanya dan berbalik badan melihat Wisnu yang sedang berjalan.


Wisnu menoleh.


“ Rumah Sakit. Kau bisa menemui kami di sana.” ucap Wisnu.


“ Aku tahu siapa kamu. Tidakkah kau meminta ijin dariku sebelum membawa putriku. Dia anakku, aku sendiri yang akan mengantarnya ke Rumah Sakit.”


Wisnu tidak peduli dengan apa yang di katakan Aji Li terhadapnya, ia menggendong Kaila yang lemah dan memasukannya ke dalam mobil. Tepat pada saat itu, Asher datang dengan tergesa-gesa, ia tahu jika Kaila dalam masalah.


“ Silahkan tuan.” Asher sengaja membuka pintu mobil yang di tumpanginya dan mengemudikan mobil ke Rumah Sakit.


Tatapan Wisnu sangat cemas pada Kaila, apa lagi Kaila yang lemas dan tidak bertenaga membuat hati Wisnu sakit seperti di cabik-cabik.


“ Tidak apa-apa. Sebentar lagi kita sampai di Rumah Sakit, tidurlah.” ucap Wisnu membelai kepala Kaila.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2