CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode13


__ADS_3

Di apartemen Ho Jiazheng.


Yue Yan terkejut dan merasa tidak nyaman ketika tahu kalau musuh Ho Jiazheng adalah Wisnu, tunangannya.


" Yue! kamu kenapa? kok malah bengong sih! bagaimana? apa kamu percaya padaku?." Ho Jiazheng mengagetkan Yue Yan yang tengah melamun itu.


" Ahh, iya, aku percaya padamu, Jiazheng!." Yue Yan sangat kaget dan bingung harus ngomong apa sama Ho Jiazheng karna tunangannya adalah musuh Ho Jiazheng.


" Sukurlah, kalau kau percaya, aku sangat senang karna kamu udah percaya dan apa lagi kalau kamu balikan lagi sama aku, huff." Ho Jiazheng merasa senang karna Yue Yan udah percaya padanya, dan Ho Jiazheng berniat untuk merebut Yue Yan lagi dan ingin menikah dengannya.


" Jiazheng?." Yue Yan merasa ragu ketika ingin memberitahu kebenaran keluarga Yhusi pada Ho Jiazheng.


" Iya, kenapa Yue?." Ho Jiazheng langsung menengok ke arah Yue Yan.


" Apa kamu benar-benar sangat membenci orang yang telah mengancam keluargamu itu?." tanya Yue Yan dengan penuh penasaran.


" Iya pasti, karna mereka keluargaku pergi jauh dari ibu kota, seperti buronan yang tidak mau di tangkap. aku sangat benci dan ingin menghancurkan keluarga mereka bahkan aku ingin membunuhnya jika aku mampu." Ho Jiazheng berbicara keras dan sangat marah karna keluarga Yhusi telah membuat ayahnya harus buron selama 5 tahun.


"Jiazheng? tau kah kamu? kalau orang yang selama ini kau cari dan musuh terbesarmu itu, dialah Group Yhusi, dan putra tertua Yhusi adalah calon tunanganku yang sekarang. Wisnu." Yue Yan memberitahu Ho Jiazheng tentang musuhnya itu karna menurutnya mungkin di suatu saat jika Wisnu tidak ingin menikah dengannya, dan Ho Jiazheng bisa membantunya menjadi nyonya muda di keluarga Yhusi.


" Apa? kau pasti sedang bercanda ya? tidak mungkin dia orang yang selama ini aku cari, iya kan?." Ho Jiazheng tidak mempercayai perkataan Yue Yan karna jika perkataan Yue Yan benar, maka masalahnya akan rumit dan Ho Jiazheng tidak akan bisa berbuat apa-apa pada Wisnu yang sebagai tunangan Yue Yan, dan orang yang ia cintai.


" Aku tidak sedang bercanda denganmu, dan aku mengatakan yang sebenarnya Jiazheng." Yue Yan mengatakan yang sebenarnya dan Ho Jiazheng tetap tidak mempercayai perkataan Yue Yan.


" Tidak, itu tidak mungkin, jika itu benar maka aku tidak bisa diam saja, dan aku pasti akan melakukan sesuatu padanya walau pun dia calon tunanganmu." Ho Jiazheng kesal dan ingin melukai Wisnu dengan segera.


Yue Yan terdiam ketika mendengar perkataan Ho Jiazheng yang barusan dan akan melukai Wisnu. tapi Yue Yan malah senang ketika Ho Jiazheng akan melakukan sesuatu pada Wisnu, karna Yue Yan sangat benci pada Wisnu ketika Wisnu mengacuhkannya, dan tidak pernah menganggapnya ada ketika sedang kencan atau berduaan.

__ADS_1


" Aku senang karna akhirnya aku bisa memanfaatkan kamu Jiazheng, dengan adanya kamu aku pasti bisa meraih tujuanku yang sebenarnya. dan setelah itu kalian akan aku lenyapkan dari dunia bisnis dan dunia nyata." gumaman Yue Yan dengan senang sambil menyeringai.


" Emm, baiklah Jiazheng, aku bisa membantumu membalaskan dendammu pada Wisnu, tapi kau juga harus membantuku untuk mencapai tujuan terbesarku. bagaimana? apa kamu bersedia bersekutu denganku?." Yue Yan menawarkan kerja sama dalam menghancurkan keluarga Yhusi terutama Wisnu si arogan itu.


tanpa pikir panjang Ho Jiazheng menyetujui tawaran Yue Yan yang menurutnya akan menguntungkan satu sama lain.


" Deal." Yue Yan dan Ho Jiazheng berjabatan tangan atas kesepakatan mereka berdua.


Di kediaman li.


Ayah Kaila menyuruh Kaila segera turun untuk makan bersama, Maria li sangat kesal karna ayahnya lebih mementingkan Kaila, anak pungut. karna kesal dan tidak bisa menahan emosinya Maria li berdiri dan memukul meja makan pada saat semua orang bersiap untuk makan.


Brak.. Maria li memukul meja nya dengan wajah yang kesal.


" Maria? apa yang kau lakukan? itu tidak sopan, cepat duduk dan kembali makan." ayah Kaila marah dengan kelakuan Maria yang selalu membuatnya jengkel.


" Maria?." ibunya berusaha mencegah Maria agar tidak pergi saat makan bersama ayahnya.


" Sudahlah, biarkan aja di pergi, aku tidak tahu kenapa anaku bersikap seperti itu pada ayahnya sendiri." ayah sangat kesal karna Maria tidak menunjukan rasa hormatnya pada ayahnya.


" Tapi suamiku. dia putri kita satu-satunya, kenapa kau selalu mendidik anak kita dengan sangat kejam?." ibunya membela Maria li karna putri kandungnya.


" Itu salahmu, karna kau memanjakan dia dan tidak pernah mendidiknya dengan baik, jadi kau berpikir akulah yang kejam pada putri kita, kau salah besar istriku." ayahnya menyalahkan ibunya karna terlalu memanjakan Maria li hingga Maria li tidak pernah menghormati ayahnya dengan baik.


Mendengar ucapan suaminya, ibu Kaila tertegun karna baru kali ini ayah Kaila berbicara dingin padanya. Kaila hanya terdiam ketika mendengar perselisihan keluarganya yang tak pernah reda saat perjodohan Kaila berlanjut.


" Ayah, aku udah selesai makannya, aku akan pergi bekerja sekarang." Kaila berdiri dan bersiap untuk pergi.

__ADS_1


" Baiklah, jika kau lelah, kau tidak usah kerja dulu sekarang. biar ayah yang bicara pada CEO mu untuk membuat izin tidak masuk kerja, bagaimana?." ayah Kaila sangat menyayangi Kaila dan bersikap lembuat karna Kaila membawa keberuntungan bagi perusahaan li.


" Tidak perlu ayah, aku baik-baik aja, aku pami dulu ayah, ibu." Kaila pamitan sama ibu dan ayahnya.


" Iya." saut ibu Kaila dengan kesal.


Kaila berangkat kerja barengan sama Via yang sedang menunggunya di perempatan.


" Via, ayo berangkat! hari udah siang, nanti telat lagi." Kaila terburu-buru pergi dan berjalan sangat cepat karna tidak ingin kesiangan.


" Eehh, Kaila? kenapa kau terburu-buru sekali? padahal ini belum waktunya deh?." dengan bingung Via menarik tangan Kaila ke belakang dan berhenti berjalan.


" Ah? kenapa kau malah berhenti? aku ada kerjaan di kantor, jadi aku harus datang lebih awal hari ini!." Kaila menengok ke belakang dengan terburu-buru.


" Benarkah? tidak ada yang lain!." Via merasa tidak percaya dengan perkataan Kaila.


" Iya! ayo cepat!." Kaila menarik tangan Via dan berlari menuju ke tempat pekerjaannya.


" Kaila? apa kau sesibuk itu kah? bahkan karyawan yang lain belum datang. tapi kamu terus bekerja tanpa henti." dengan heran Via mencoba mengganggu Kaila yang tengah sibuk.


" Iya, aku banyak kerjaan sekarang, jika kamu tidak ngapa-ngapain bantulah aku, Via." sambil sibuk bekerja Kaila mencoba menggoda Via yang tengah melihatnya itu.


"Ah? aku?, apa yang bisa aku bantu Kaila?." dengan senang hati Via mau membantu Kaila yang tengah sibuk.


Via membantu Kaila mengerjakan pekerjaan dadakan yang di berikan oleh Manajer. karna pekerjaannya sangat banyak, membutuhkan waktu yang lama dan ber jam-jam untuk menyelesaikannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2