
Di resto tempat semua karyawan makan.
“ Ada apa? kenapa cemberut seperti itu? ada masalah lagi ya?.” tanya Via.
“ Tidak.” Kaila pokus pada makanannya.
Wisnu berjalan masuk ke resto memesan menu makanan yang enak dan membawanya duduk di samping Via.
“ Boleh aku duduk?.” tanya Wisnu ke Via.
“ Hmm, boleh.” Via terlihat gugup.
Karyawan lain berpikir kalau Via menggoda Wisnu sampai Wisnu mau duduk di sampingnya.
“ Lihat, baru kali ini aku melihat presdir makan semeja dengan bawahannya.” ucap beberapa karyawan wanita.
Kaila tidak memperdulikan orang lain yang bergosip, ia terus makan dan menghabiskan semua makanannya.
“ Via, ayo kita pergi.” berdiri dan menarik tangan Via.
“ Hah, iya.” Via hanya pasrah.
Wisnu segera pergi setelah melihat Kaila meninggalkannya. Di perjalanan menuju kantor, tiba-tiba Yue Yan datang. Menurunkan kaca mobil dan berteriak pada Wisnu.
“ Wisnu, tunggu!.” sapa Yue Yan dari dalam mobil.
Kaila dan Via menoleh, Kaila tahu kalau Yue Yan adalah calon tunangan Wisnu yang sesungguhnya. Tidak pantas bagi Kaila tetap berada di situ.
“ Ayo Via. Kita harus kerja sekarang.” Kaila berjalan masuk ke kantor dengan terburu-buru.
Yue Yan turun dari mobil, menggandeng tangan Wisnu sembari tersenyum.
“ Jangan sentuh aku.” melepaskan tangan Yue Yan.
“ Oo, baiklah. Beberapa hari ini kamu pergi ke mana? aku sudah mencarimu tapi tidak ketemu. Apa kau sibuk?.” tanya Yue Yan.
“ Iya, aku sibuk. Jadi tidak punya waktu bicara denganmu lagi.” Wisnu meninggalkan Yue Yan sendirian di depan Gedung perusahaan.
Yue Yan marah, ia mengepalkan tangan dan menginjak ke bawah dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
“ Lagi-lagi seperti itu. Mau sampai kapan kau akan jual mahal padaku Wisnu? aku sangat muak melihat wajahmu yang menatapku seperti itu.” batin Yue Yan.
Ponsel Yue Yan tiba-tiba berbunyi. Sebuah pesan dari Manajer Shu yang mengatakan bahwa Kaila dan Wisnu berpacaran.
“ Apa?! sialan! aku pikir gadis bodoh itu sudah trauma dengan kejadian waktu itu, tidak di sangka, dia malah terus menggoda Wisnu di saat aku tidak ada. Aku harus buat perhitungan dengannya, biar dia tahu siapa lawannya sebenarnya.” menggenggam ponsel dengan erat.
Hari telah malam.
Kaila pulang ke kediaman Li karena tuan Aji menyuruhnya pulang, mau tidak mau Kaila harus pulang dan menyaksikan acara makan malam bersama keluarga Adira Pramana.
Saat Kaila tiba di kediaman Li, semua orang menatapnya dengan datar. Kaila sangat canggung dengan suasana seperti itu, untungnya Aji Li datang tepat waktu dan menyapa Kaila.
“ Kaila, kau sudah datang nak?.” memeluk Kaila dengan hangat.
“ Ayah, terima kasih sudah mengundangku di acara seperti ini. Dengan begini aku merasa sangat beruntung memiliki keluarga seperti ini.” tersenyum.
“ Sama-sama, ayo, ayah bawa kamu ke meja makan. Ayah tahu kamu pasti belum makan 'kan?.” Aji Li malah sibuk berbincang dengan Kaila, sedangkan tamu masih duduk di sofa dan menyaksikan kehangatan antara Kaila dengan ayah angkatnya.
Hanna Li menghampiri Aji Li dan berbisik.
“ Suamiku, bagaimana bisa kau sibuk dengan putri tercintamu. Sedangkan tamu kita masih menunggumu menyambutnya.” dengan suara pelan.
Aji Li menoleh.
Keluarga Adira Pramana merasa di abaikan sejak ke datangannya. Bahkan orang tua Adira sempat berpikir untuk membatalkan pernikahan Maria dengan putranya.
“ Tuan Aji, sudah lama aku menunggu sejak hari pertunangan anak kita. Berapa lama lagi pernikahan akan di gelar, bukan apa-apa, aku merasa tidak enak pada Klien ku saat bertanya undangan pernikahan putraku.” ucap tuan Pramana.
“ Maafkan aku tuan, aku sudah membuat Anda malu di depan banyak orang. Aku sengaja mengundang kalian datang ke sini untuk membahas hari yang baik untuk anak kita. Minggu depan adalah hari baik untuk mengadakan pesta pernikahan, aku harap kalian tidak akan menolaknya.”
“ Minggu depan? baguslah, dengan begitu secepatnya aku akan jadi istri Adira.” batin Maria Li.
Kaila terdiam, menatap makanannya dan tidak berani bertatapan dengan Adira Pramana.
“ Menurutku itu hal baik, dengan senang hati aku tidak akan menolaknya.” balas tuan Pramana.
“ Baiklah, karena semuanya sudah setuju. Jadi minggu depan adalah pernikahan Maria dan Adira.” menghela nafas dengan lega.
Semuanya senang, terutama Maria. Hanna memeluk Maria sebagai rasa bahagianya.
__ADS_1
“ Selamat Maria, akhirnya kamu akan segera menikah dengan pria pilihanmu.” gumam Hanna tersenyum.
“ Iya ibu, terima kasih.” balas Maria.
Setelah selesai makan malam, Kaila pergi lebih awal karena ingin mencari udara segar. Kaila berjalan dan duduk di halaman rumahnya, melemparkan batu ke danau yang ada di depannya.
Adira mengikuti Kaila dan duduk di sampingnya, Kaila kaget, mundur agar tidak ada kesalah pahaman.
“ Kenapa kau kemari? Maria akan marah jika dia tahu kau di sini.” ucap Kaila mengalihkan pandangannya.
“ Kaila, sebenarnya aku tidak mau menikahi Maria. Aku mencintaimu, kejadian waktu itu aku benar-benar di jebak, Maria memintaku pergi ke hotel mengatasnamakan kamu. Aku senang akhirnya kamu mau melakukan itu denganku, tapi siapa sangka, saat aku bangun aku sudah melakukan hal kotor dengannya semalaman.” Adira sangat tersiksa, ia terpaksa menikahi Maria karena ulah Maria sendiri yang menjebaknya.
“ Aku tahu, tapi tidak ada gunanya kau berkata seperti itu padaku. Sebentar lagi kau akan menikah, aku harap kau bisa mencintai Maria dan melupakan aku.” menatap Adira dengan tersenyum.
Maria menyaksikan Kaila dan Adira berbincang berduaan di taman, Maria marah, ia memukul pohon besar yang ada di depannya.
“ Kurang ajar! Kaila benar-benar tidak tahu diri. Dia hanya anak pungut, tapi kenapa semua orang menyukainya, bahkan mereka tidak percaya jika Kaila sudah tidak suci lagi.” gumam Maria.
“ Kaila, kebetulan aku bisa bertemu denganmu di sini. Aku hanya minta satu hal padamu sebelum aku resmi menikah dengan Maria, bolehkah kamu mengabulkannya?.”
“ Hmm, apa?.”
Tiba-tiba Adira memeluk Kaila dengan erat, Adira tidak mau melepaskan pelukannya sampai beberapa menit.
“ Adira, apa yang kau lakukan? cepat lepaskan aku. Kita akan dalam masalah jika kau berbuat begini, cepat lepaskan aku!.” Kaila terus mendorong Adira sekuat tenaganya, tapi Adira seorang pria, kekuatannya melebihi Kaila.
“ Tunggu sebentar Kaila! biarkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya. Boleh 'kan?.” gumam Adira memelas.
Kaila tidak tega pada Adira, ia membiarkan Adira memeluknya untuk sementara waktu.
“ Sialan! sepasang ba*ingan yang berselingkuh. Berani sekali berpelukan di hadapanku, awas saja kau Kaila. Kau akan membayar atas apa yang kau lakukan padaku.” batin Maria semakin kesal.
Di satu sisi, Wisnu baru saja tiba di kediaman Li, membawa sebuket bunga mawar merah, Wisnu berniat mengunjungi keluarga Li untuk silaturahmi, bahkan Wisnu sudah menyiapkan beberapa hadiah berupa pakaian dan perhiasan. Wisnu berjalan masuk dan melihat Kaila berpelukan dengan seorang pria, hati Wisnu sakit, ia terus menatap Kaila dengan perasaan kecewa.
“ Ternyata ini alasanmu tidak menyukaiku Kaila, kau sudah punya pria yang kau cintai. Aku bodoh dan gila, bisa-bisa aku terus berharap jika kita bisa tetap bersama sampai akhir hayat.” batin Wisnu mengepalkan tangan.
Wisnu berbalik badan, menjatuhkan bunganya lalu menginjaknya sampai rusak.
Saat Wisnu pergi, Kaila dan Adira melepaskan pelukannya masing-masing, tertawa canggung. Bahkan Kaila dan Adira berjanji akan menjadi sahabat di masa mendatang, hanya sahabat tidak ada yang lain.
__ADS_1
Kaila senang, menganggap Adira sebagai adik lelakinya.
BERSAMBUNG