CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode43


__ADS_3

“ Ke mana aku harus mencari presdir di tengah malam begini? aku tidak tahu tempat tinggal presdir. Apa bisa aku menemukannya di tempat seperti ini?.” bergumam sembari berjalan.


Beberapa pria menghampiri Manajer Shu, mereka menyentuh pinggulnya dan membelai dagu Manajer Shu.


“ Siapa kalian? jangan berani menyentuhku, aku bisa saja melaporkan kalian pada polisi.” menghindar.


“ Bau alkhohol! mereka mabuk? gawat. Aku dalam bahaya sekarang.” batin Manajer Shu terkejut.


“ Adik cantik, kenapa malam-malam begini berada di luar? apa kamu sedang mencari seseorang? biar kakak temani saja ya.” meraih rambut Manajer Shu.


“ Jangan sentuh aku! kalian sangat kotor, tidak pantas menyentuh sehelai rambutku.” bentak Manajer Shu dengan ketus.


“ Oo, dia mengatai kita kotor. Dia belum tahu kalau dia lebih kotor dari kita, hahah!.” menertawakan Manajer Shu yang bersikap suci.


“ Diam! mau apa kalian? jangan menggangguku.” mundur dengan perlahan.


“ Kau seharusnya tahu kita mau apa? bagaimana? bisa 'kan kamu melayani kita malam ini?.” menjilat telunjuk jari dengan tatapan me*um.


Tanpa basa-basi Manajer Shu berlari saat para pria itu tidak memperhatikannya.


“ Kejar! jangan biarkan dia lolos malam ini. Kita akan berpesta malam ini.” teriak seorang pria pada temannya.


“ Kumohon seseorang tolong selamatkan aku.” batin Manajer Shu sembari berlari dengan kencang.


Manajer Shu merasa lelah, kakinya tiba-tiba bergetar dan jatuh ke bawah.


“ Ah, sakit sekali.” Manajer Shu memukul kakinya agar bisa berlari lagi.


Seorang pria berhasil mengejar Manajer Shu, dia membantunya bangun dan menggendongnya di bahunya.


“ Lepaskan! lepaskan aku.” ia tidak berhenti berteriak dan memukul punggung pria itu.


“ Bawa dia.” ucap pria itu.


Manajer Shu di bius dan tidak sadarkan diri, saat dia membuka mata dirinya sudah berada di kamar yang sepi dengan tangan dan kakinya terikat. Pakaian yang di kenakan Manajer Shu tidak biasa, ia memakai piyama merah dengan lekuk tubuhnya terlihat jelas.


“ Aku di mana? tolong! seseorang tolong aku.” teriak Manajer Shu, ia tidak sadar kalau mulutnya di lakban.


Krek!


Seseorang dari luar sedang membuka pintu, dengan waspada Manajer Shu terus menatap ke arah pintu untuk memastikan bahwa orang tersebut bukan orang me*un yang akan mem*er*osanya.


“ Sudah bangun ya? baguslah, ini akan sangat menyenangkan bagi kita.” ucap pria tua bertubuh gemuk.


Manajer Shu menggelengkan kepalanya sambil menangis histeris, ia ketakutan sampai membuat pergelangan tangannya terluka karena ikatan yang berduri.


“ Astaga, orang seperti apa yang membawaku ke tempat seperti ini? bahkan dia mengikat tanganku dengan besi berduri, ini sangat menyakitkan.” batin Manajer Shu melihat tangannya mengeluarkan darah.

__ADS_1


“ Jangan bergerak lagi sayang, kamu akan tersakiti karena ulahmu. Diam dan patuh padaku, malam ini kamu milikku. Seseorang sudah menjualmu padaku dengan harga tinggi, jadi aku harap kamu jangan mengecewakanmu walau ini malam pertamamu.” bisik pria tua itu.


Manajer Shu mengangkat kepalanya dan memukulkan pada kepala botak si pria tua itu.


“ Argh! dasar wanita ja*ang! berani sekali kau memukulku.” pria tua itu kesakitan sampai berteriak.


Yue Yan membuka pintu dengan panik, ia melihat jidat pria tua itu sedikit berdarah dan bengkak. Yue Yan menghampiri Manajer Shu dan menamparnya.


“ Apa yang sudah kau lakukan padanya? kau menyakitinya.” dengan kesal.


Manajer Shu tertegun melihat Yue Yan yang bersikap aneh, ia menggelengkan kepala dan meminta tolong pada Yue Yan.


“ Jangan harap aku akan menolongmu. Karena aku sendiri yang menjualmu pada si botak me*um itu.” gumam Yue Yan.


Manajer Shu semakin panik, ia sudah putus asa saat mendengar kalau dirinya telah di jual oleh Yue Yan.


“ Nona, kenapa Anda menjualku. Apa karena aku tidak bisa memenuhi perintahmu?.” batin Manajer Shu.


Ho Jiazheng masuk ke kamar itu, meraih tangan Yue Yan dan membawanya keluar.


“ Sudah, biarkan saja mereka berdua. Kita tidak boleh menganggunya.” ucap Ho Jiazheng.


“ Aku hanya memberi peringatan pada gadis itu, biar dia tahu akibat dari tidak melakukan perintah dariku.” dengan nada dingin.


Yue Yan mengunci pintu dari luar, membiarkan Manajer Shu di sakiti oleh pria tua. Bahkan saat Manajer Shu berteriak minta tolong, tidak sedikitpun di hati Yue Yan kasihan padanya.


Ho Jiazheng menggendong Yue Yan dengan senang, ia bermesraan dengan Yue Yan di dalam kamar.


Keesokan harinya.


Manajer Shu membuka matanya karena tersorot matahari pagi, ia menyadari kalau tangannya sudah di lepas dari ikatan berduri itu.


“ Aku harus segera pergi dari sini.” Manajer Shu sadar kalau pakaiannya hilang, ia terpaksa memakai kemeja milik pria tua untuk menutupi tubuhnya.


Manajer Shu berhasil kabur tanpa halangan dari para Bodyguard. Ia segera pergi ke Rumah Sakit untuk menemui ibunya, ia tidak tahu kalau ibunya sudah meninggal.


“ Tunggu! saya mau memberitahumu kalau ibumu sudah meninggal semalam.” ucap Dokter menghadang Manajer Shu.


“ Apa?? meninggal? tidak mungkin, Dokter pasti berbohong 'kan?.” Manajer Shu menjatuhkan air matanya dengan sedih.


“ Semalam ponselmu tidak bisa di hubungi, pihak Rumah Sakit terus menghubungimu berkali-kali, tapi tidak ada jawaban.”


“ Ibu!.” Manajer Shu berteriak dan berlari ke ruangan inap.


Melihat ibunya sudah di tutupi kain jenazah hati Manajer Shu sangat sakit, ia memeluk jenazah ibunya dan berteriak menangis.


Di Hotel, tempat di mana Wisnu istirahat setelah mabuk parah.

__ADS_1


Asher menunggunya di luar kamar, berharap Wisnu segera bangun dari tidurnya.


“ Asher, di mana aku?.” teriak Wisnu memegang kepala karena pusing.


“ Iya tuan, aku datang. Anda berada di Hotel, semalam tuan mabuk parah, jadi aku membawa tuan ke sini untuk istirahat.” Asher membuka pintu dan menjelaskannya pada Wisnu.


“ Ambilkan aku air.” mengulurkan tangan.


Asher memberikan segelas air pada Wisnu, tapi Wisnu terus minum dan menghabiskan beberapa gelas.


“ Tuan, apa Anda akan pergi ke perusahaan?.” tanya Asher.


“ Kenapa memangnya? apa ada sesuatu?.” beranjak dari tempat tidur.


“ Iya, pemegang saham di perusahaan Klien ingin bertemu dengan tuan. Mereka menginginkan tuan membeli saham mereka dengan harga rendah.”


“ Emm, siapkan pakaian untukku. Aku akan pergi sekarang.” balas Wisnu sambil membuka pintu toilet.


Di perusahaan Yhusi.


Banyak karyawan bergosip tentang meninggalnya ibu Manajer Shu, mereka berpikir jika Manajer Shu tidak membayar tagihan Rumah Sakit selama berminggu-minggu, yang mengakibatkan ibunya meninggal.


Via baru saja datang tepat pukul 07:30.


“ Apa yang terjadi? mereka bilang kalau ibu Manajer Shu meninggal? jika benar kenapa mereka malah bergosip dan menjelekan Manajer Shu?.” batin Via menaruh tas di meja tempat kerjanya.


Via memberikan pesan pada Kaila, mengenai meninggalnya ibu Manajer Shu.


“ Apa?!.” saking terkejutnya Kaila tidak sadar kalau dirinya menjatuhkan sendok.


“ Kaila, ada apa? apa yang terjadi?.” tanya Aji Li.


“ Hmm, ini ayah. Ibu dari temanku baru saja meninggal tadi malam, aku baru mendapatkan kabar dari temanku.” jawab Kaila melongo.


“ Aish, ayah berduka cita atas kematian ibu dari temanmu.” menunduk.


“ Terima kasih ayah.” balas Kaila menaruh ponselnya dan kembali makan.


Hanna dan Maria terlihat kesal dengan keberadaan Kaila di rumahnya, mereka selalu di abaikan oleh Aji Li sejak kedatangan Kaila.


“ Maria, apa kamu sudah memilih gaun dan pesta untuk pernikahanmu?.” melirik Maria.


“ Iya ayah, aku dan Adira memilih dekorasi berwarna ungu. Untuk hidangan para tamu semuanya di pilih oleh Adira, secara khusus dia menunjuk seorang koki yang terkenal di kota ini.” menjawab dengan bersemangat.


“ Baguslah kalau begitu, ayah lega jika kalian bisa menangani ini tanpa ayah.” menghela nafas dengan perasaan lega.


“ Iya, aku tahu kalau Maria dan Adira bisa di andalkan, kau jangan khawatirkan itu suamiku.” ucap Hanna tersenyum.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2