
Di ruangan Wisnu
Kaila menangis dan terjatuh ketika mendengar kalau kalung miliknya di hilangkan oleh orang lain, Kaila hanya bisa menangis tersedu-sedu dan tidak berkata atau pun marah pada Wisnu.
Wisnu kaget melihat Kaila yang tiba-tiba terjatuh dan menangis di lantai, Wisnu tidak berbuat apa-apa terhadap Kaila,Wisnu hanya bisa mengusir Kaila dari ruangannya sambil membentaknya.
“ Ada apa dengannya? kenapa dia menangis? apa yang salah dengan perkataan aku barusan.” batin Wisnu tertegun.
Wisnu bingung dengan apa yang terjadi pada Kaila, Wisnu menyuruh Kaila keluar dari ruangannya
“ Sekarang juga kamu keluar dari ruanganku! atau akan aku pecat kau dari sini!.” bentak Wisnu sambil teriak dan marah.
“ Apa? dia mengusirku setelah dia menghilangkan kalung milikku, benar-benar tidak punya perasaan, dasar CEO tak tahu malu.” batin Kaila tercengang.
Kaila kaget mendengar teriakan Wisnu yang sangat kencang dan membentaknya dengan kasar, Kaila berlari ke luar tanpa merespon perkataan Wisnu yang kasar.
Hik hiks. Kaila menangis sambil berlari ke luar.
“ Kenapa dia menangis? apa jangan-jangan dia di marahi sama CEO Wisnu, karna sudah memeluknya tadi.” tanya semua karyawan.
“ Iya, itu pasti. Dia tidak tahu malu, memang pantas di perlakukan seperti itu oleh presdir.” ucap mereka.
Semua orang sibuk bergosip tentang Kaila dan terus salah paham sama Kaila dan menuduhnya menggoda CEO Wisnu, sedangkan Kaila sangat sedih karna Kalung miliknya di hilangkan oleh CEO Wisnu itu. Kaila tidak bisa melawan CEO Wisnu karna dia adalah bos nya,jadi posisi Kaila sangat memperhatinkan sekali.
Kaila kembali bekerja karna pekerjaannya sangat banyak sehingga Kaila harus lembur lagi malam ini.
“ Aduh, semua orang udah pada pulang,tapi aku, aku harus lembur lagi karna aku tadi meninggalkan pekerjaannya sehingga tak sempat aku selesaikan sore ini.” ucap Kaila sambil menghela nafas karna merasa lelah.
Ketika Kaila sedang bekerja dengan sangat pokus tiba-tiba ada suara barang yang jatuh, Kaila kaget dan segera melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
“ Apa itu? biasanya tidak ada orang di kantor ini, apa jangan-jangan itu maling datang merampok di sini?.” tanya Kaila sambil mengedap-ngedap dan membawa vas bunga untuk memukul penjahatnya.
Kaila terus mencari-cari apa yang terjadi, ketika pintu kantor terbuka Kaila bersiap untuk memukul penjahatnya dan, Brak! Kaila memukul kepala penjahat itu sangat keras, tapi Kaila tidak melihat wajah orang itu Kaila menutup matanya sambil memukulnya.
CEO Wisnu ke sakitan dan tergeletak ke lantai.
Ketika Kaila membuka matanya dengan ketakutan Kaila sangat kaget dan panik karna yang ia pukul adalah CEO Wisnu, dan CEO Wisnu pingsan karna pukulan Kaila yang sangat keras menyebabkan kening CEO Wisnu terluka dan berdarah.
“ Apa, bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan, kalau CEO Wisnu sampai mati aku pasti akan masuk penjara, tidak-tidak tidak, aku harus membawanya ke Rumah sakit sekarang juga.”ucap Kaila dengan panik.
“ Aduh! kenapa dia berat sekali?.” ujar Kaila sambil berusaha mengangkat Wisnu.
“ Hei! apa yang kau lakukan terhadap tuan Wisnu? berhenti di sana!.” tanya asisten Asher sambil berlari mendekat ke CEO Wisnu.
“ Ah, aku, aku tidak sengaja memukulnya tadi. Maafkan aku asisten Asher!.” sahut Kaila sambil mundur karena ketakutan
Asisten Asher tak banyak bicara ia langsung membawa CEO Wisnu pergi ke Rumah sakit. Kaila yang sangat cemas pun ikut ke Rumah sakit karna Kaila merasa bersalah telah melukai CEO Wisnu, walau pun tidak di sengaja.
“ Baik, kalian tunggu di sini. Kami yang akan memeriksa tuan kalian.” sahut dokter sambil menutup pintu ruang ICU.
“ Tuhan selamatkan tuan Wisnu, tolong dia, semoga cedranya tidak serius.” ucap Asisten Asher sambil mondar-mandir ke sana ke mari karena sangat panik.
“ Asisten Asher, aku minta maaf karna sudah ceroboh sehingga tidak sengaja melukai CEO Wisnu.” ujar Kaila karna merasa bersalah
“ Sudahlah, aku tidak bisa menyalahkan kamu ketika kamu menceritakan semuanya aku yakin kamu tidak sengaja melukai tuan Wisnu. Maka dari itu nanti kamu sendiri yang harus meminta maaf sama tuan Wisnu ketika beliau udah sadar.” ucap Asisten Asher sambil menggelengkan kepalanya karena bingung dengan kejadian yang menimpa Wisnu.
Kaila mendengarkan apa yang di katakan Asisten Asher, karna Kaila sangat takut ketika Wisnu sudah sadar dan tau kalau Kaila lah yang memukulnya Wisnu pasti akan marah padanya dan memecatnya.
Setelah beberapa menit kemudian dokter keluar dan mengatakan kondisinya.
__ADS_1
“ Dokter, bagaimana keadaan tuan Wisnu?.” tanya Asisten Asher dengan cemas.
“ Dia baik-baik saja, tapi luka di kepalanya sangat serius hingga menyebabkan tuan anda akan merasakan selalu pusing dan pucat, bahkan ada juga yang sampai pingsan karna tidak tahan akan sakitnya.”ujar dokter.
“Baik, terima kasih dok.” sahut asisten Asher.
Dokter itu kembali bekerja dan merawat pasien yang lain. Asisten Asher pergi ke ruang rawat untuk melihat keadaan Wisnu. Kaila ikut serta sama Asisten Asher.
"Tuan,apa anda baik-baik saja?" tanya asisten Asher sambil berdiri di samping tuan Wisnu
"Aku tidak papa,apa kamu sudah cari tau siapa yang sudah memukul aku sampai begini?" ujar CEO Wisnu sambil terduduk dengan tegak
"Iya,tuan.dia Kaila yang tidak sengaja memukul anda tadi" ujar asisten Asher sambil menengok ke belakang untuk melihat Kaila
Kaila kaget dan sangat gugup ketika CEO Wisnu meliriknya dengan pandangan yang sangat dingin,Kaila memberanikan diri untuk meminta maaf sama CEO Wisnu.
“ Tuan Wisnu. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah memukul Anda tanpa melihat anda terlebih dulu.” ucap Kaila sambil menundukan kepalanya.
“ Makanya kamu jangan ceroboh kalau kerja, kamu lihat sendiri aku yang di sangka penjahatnya sampai kamu memukul aku dengan sangat keras. Kamu kira ini tidak sakit apa?.” bentak Wisnu dengan teriakan.
“ Aku benar-benar tidak sengaja presdir, tolong presdir bermurah hati dan memaafkan aku.” ujar Kaila sambil bersedih karna merasa bersalah
"Anak ini benar-benar berbeda dari yang lain,aku harus mengujinya agar dia bisa ingat kalau aku adalah CEO yang paling dingin dan kejam.hehee~" ucap tuan Wisnu dalam hatinya
"Baiklah,jika kamu mau aku memaafkan kamu maka kamu harus mendengarkan perintahku dan menuruti ke inginanku.terutama saat di kantor,selama satu minggu kamu harus membersihkan ruanganku dan aku harus jadi tuan satu-satunya bagi kamu,bagaimana?" ucap Wisnu.
Kaila tidak berpikir panjang langsung menyetujui persaratan Wisnu, karna menurutnya lebih baik seperti itu dari pada harus kehilangan pekerjaan.
“ Deal.” Kaila dan Wisnu berjabatan tangan dan menerima perjanjian tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG