CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode41


__ADS_3

Di Rumah Sakit.


Kaila sudah di tangani oleh Dokter, kepala Kaila di perban karena mngalami luka yang cukup serius di bagian belakang.


“ Tuan, ini makanan yang Anda mau.” Asher memberikan beberapa kantong makanan pada Wisnu.


“ Bagaimana keadaan di kantor?.” tanya Wisnu melirik.


“ Seperti biasa, Manajer Shu memberikan Informasi penting pada nona Yue Yan. Aku sudah menyuruh pengawal untuk mengikutinya, mereka bertemu di Caffe dekat pantai. Pengawal bilang kalau nona Yue Yan.” Asher tidak berani melanjutkan kata-katanya.


“ Ada apa dengannya?.”


“ Dia, dia bertemu dengan seorang pria di Hotel.” dengan ragu.


“ Kau mengenalnya?.”


“ Tidak, dia memakai topi hitam dan masker hitam. Di lihat dari cara jalannya sepertinya dia bukan orang biasa.” Asher menunjukkan poto yang memperlihatkan Yue Yan sedang berpelukan dengan pria bertopi itu.


“ Selidiki. Pada siapa dia menjual Informasi milik perusahaan Yhusi.” mengalihkan pandangannya dan menatap Kaila yang tengah tertidur.


Asher menganggukkan kepala lalu keluar dari kamar pasien.


“ Tuan, aku harap hubungan Anda tidak sedalam yang kupikirkan pada nona Kaila.” berbicara dari balik pintu.


Wisnu marah mendengar perkataan Asher padanya. Ia mengepalkan tangan dan hendak memukul dinding, baru saja mengangkat tangan tapi Kaila sudah bangun dan berkata.


“ Wisnu. Kamu kenapa?.” tanya Kaila melihat ke arah tangan Wisnu yang mengepal.


“ Tidak apa-apa. Barusan aku melihat nyamuk menggigitmu, aku mau memukulnya karena sudah mengambil darahmu. Tapi kamu mengangguku.” Wisnu menarik tangannya dan mengelus rambut sembari tersenyum dengan gugup.


“ Hmm, ternyata seperti itu.” mengangguk mengerti.


“ Oh iya, kenapa kamu bisa masuk ke rumahku? menorobos lagi, kamu menghancurkan kaca jendela kamarku. Apa kamu?.” penasaran.


“ Ehem, tidak. Ah maksudku, aku tidak sengaja lewat dan melihat seseorang yang berlaku kasar pada wanita. Mau tidak mau aku turun dan memaksa masuk ke kamarmu, aku tidak tahu jika itu rumahmu.” menjawab dengan gugup.


“ Kamu dari mana sepagi ini? dan setahuku jalannya buntu, karena jalan itu khusus menuju kediaman ayahku. Apa kamu salah jalan?.” mendekatkan kepala dengan ekpresi mengejek.


“ Iya, sepertinya begitu.” membuang muka.


Wisnu teringat saat Kaila berpelukan dengan Adira, seketika hatinya hancur, ia membalikkan badan dan meneteskan air mata.


“ Kaila, apa kamu baik-baik saja nak?.” Aji Li menerobos masuk ke kamar pasien.


Wisnu melihat ke arah Aji Li, mengusap air matanya dan kembali menghadap Kaila.

__ADS_1


“ Ayah, aku baik-baik saja, kenapa sepanik itu?.” Kaila berusaha tegar agar Aji Li tidak mengkhawatirkannya.


“ Sukurlah, sebenarnya apa yang terjadi padamu nak? kenapa bisa luka begini?.” tanya Aji Li.


Kebetulan Hanna dan Maria datang di temani Adira Pramana, Hanna sengaja memolototi Kaila seperti waktu Kaila masih kecil.


“ Aku, aku. Sudahlah ayah, aku tidak apa-apa, kenapa bertanya seperti itu? lagi pula tadi salahku sendiri yang tidak sengaja jatuh di toilet. Ibu dan Maria datang menolongku.” menggenggam tangan Aji dan melirik Hanna.


Aji Li melirik Hanna, seketika ekspresi Hanna berubah menjadi cemas dan berpura-pura sedih di depan Aji Li.


“ Istriku.” ucap Aji Li.


“ Iya suamiku?.” dengan senang.


“ Lain kali jika Kaila datang menginap di rumah kita, minta pelayan untuk membersihkan toilet dengan baik. Karena menurutku Kaila terjatuh pasti karena lantainya basah. Kamu tahu ini salah siapa?.” menatap Hanna dengan serius.


“ Tahu, salah pelayan. Mereka tidak berguna bekerja di rumah kita, ya sudah, kamu jangan khawatir suamiku. Secepatnya aku akan memecat mereka dan mendapatkan pelayan baru.” dengan lantang.


“ Itu tidak perlu bu, ini bukan kesalahan mereka. Ini murni karena aku ceroboh, jadi jangan pecat mereka, iya ibu.” Kaila tidak terima jika semua pelayan di pecat, terutama seorang pelayan yang sudah menjaganya selama Kaila tinggal di kediaman Li.


Semua orang tertegun mendengar perkataan Kaila, yang tidak mau menyalahkan pelayan.


“ Dasar gadis bodoh! kenapa dia harus berbohong? bukankah gadis kecil ini yang menyakitinya, dan wanita tua itu berbohong pada ayah Kaila. Benar-benar bodoh! ya sudah, mau gimana lagi, dia yang mau seperti itu, biarkan saja dia.” menggelengkan kepala dan memijat keningnya dengan heran.


Maria tersenyum senang, akhirnya bisa balas dendam atas apa yang sudah Kaila lakukan padanya bersama Adira.


“ Tidak bisa, seorang pelayan jika sudah melakukan kesalahan yang membuat fatal majikannya maka harus di hukum. Paling tidak di pecat dan jangan berikan gaji selama setahun.” Adira melangkah maju ke depan.


Wisnu baru sadar kalau Adira adalah pria yang waktu itu berpelukan dengan Kaila.


“ Tapi ini bukan kesalahan pelayan, aku sendiri yang terjatuh, kenapa harus memecat pelayan?.” balas Kaila tidak terima.


“ Paman, sebenarnya aku berat mengatakan ini. Tapi ini menyangkut keselamatan Kaila, jika paman tidak mau terjadi sesuatu pada Kaila, paman harus memecat pelayan itu.” ucap Adira menatap Aji Li.


Hanna dan Maria yang awalnya takut kalau Adira tahu kebenarannya, mereka sudah putus asa. Tapi setelah mendengar perkataan Adira sampai selesai ternyata mereka salah paham, Adira sama sekali tidak tahu kalau mereka berbuat kasar pada Kaila.


“ Aku mengerti. Tapi itu terserah pada Kaila, jika dia tidak mau memecat pelayan, ya sudah, biarkan saja. Aku tidak bisa memaksanya.” balas Aji Li mengangguk.


“ Adira, bukankah kita akan pergi Fitting baju? kita akan terlambat jika terus di sini.” ucap Maria.


“ Bisa tidak Fittingnya di tunda dulu, tunggu sampai Kaila sembuh, baru kita pergi Fitting.” Adira tidak tega jika harus membiarkan Kaila sendirian di Rumah Sakit.


“ Tidak bisa, pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi. Jika di tunda yang ada Desainer baju pengantin akan di sewa oleh orang lain.”


“ Benar tidak ayah?.” bertanya pendapat Aji Li.

__ADS_1


“ Benar, kalian pergi saja. Ayah akan menunggu Kaila di sini.” menggenggam tangan Kaila.


Adira ragu setalah melihat luka di kepala Kaila yang cukup serius, membuatnya iba saat mau meninggalkannya.


“ Ayah benar, kalain pergi saja. Aku di sini akan baik-baik saja, lagi pula di sini ada suster dan Dokter. Jadi kamu jangan khawatir ya.” ucap Kaila dengan tidak enak hati.


“ Baiklah. Aku pergi dulu, cepat sembuh ya.” Adira menyentuh kepala Kaila yg membuat Maria dan Wisnu cemburu.


Maria menarik tangan Adira dan menyeretnya keluar. Sedangkan Wisnu hanya mengepalkan tangan dan menggertakkan gigi.


Aji Li melirik Wisnu yang terus berdiri tanpa berbicara.


“ Bisakah kita berbicara di luar?.” tanya Aji Li.


Wisnu tidak menjawab pertanyaan Aji Li, ia keluar di ikuti Aji Li dari belakang.


“ Heh, kamu jangan coba-coba ngadu sama ayahmu ya. Kalau tidak aku akan mematahkan kedua kakimu.” Hanna menampar Kaila dan memperingatinya.


Kaila menyentuh pipinya, lalu berkata. “ Ibu kenapa kamu menamparku? bukankah aku tidak berkata apa-apa pada ayah.”


“ Iya, karena aku ada di sini. Bayangkan jika aku tidak di sini sekarang, mungkin saja kamu akan mengatakan yang sebenarnya pada ayahmu.” menunjuk-nunjuk dengan kesal.


Kaila menundukkan kepalanya, memakan makanan yang sudah di siapkan Wisnu untuknya.


“ Apa kamu tidak berencana menjelaskan sesuatu padaku?.” ucap Aji Li mondar-mandir dengan penasaran.


“ Kau tahu siapa aku. Untuk apa aku menjelaskannya padamu?.” balas Wisnu.


Aji Li berbalik badan. “ Ya, tapi bukan itu yang kuingin tahu. Masalahmu dengan putriku, ada apa?.”


“ Kau jangan salah paham, aku dan dia hanya sebatas Bos dan bawahan. Tidak lebih, jangan berpikir macam-macam.”


“ Aku harap seperti itu. Jangan coba-coba buat masalah denganku, jika tidak, kau akan tahu apa akibatnya.” mendekat dan menepuk bahu Wisnu sampai beberapa kali.


Wisnu berbalik badan dengan kesal. “ Kenapa? mau melaporkanku pada ayahku? silahkan, aku tidak takut.”


Aji Li hanya melirik menyeringai kemudian masuk ke kamar pasien.


Argh!.


Wisnu menonjok dinding sampai terengah-engah. Ia berjalan ke parkiran mobil dan masuk.


“ Tuan, apa dia baik-baik saja?.” tanya Asher.


“ Ya, kamu tidak perlu khawatir padanya.” balas Wisnu dengan ketus.

__ADS_1


“ Jalan.” ucap Wisnu sambil mencopot dasinya dengan kesal.


BERSAMBUNG


__ADS_2