CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode31


__ADS_3

Keesonan harinya.


Kaila terbangun terkena sinar matahari yang menyilaukan matanya, tirai jenjela sengaja di buka oleh Wisnu untuk membangunkan Kaila tanpa susah payah. Tapi Wisnu belum tahu kalau Kaila sangat suka tidur dan tidak mau di ganggu, saat dirinya sudah merasa puas Kaila baru akan bangun dengan sendirinya.


“ Emm, biarkan aku tidur 15 menit lagi. Aku janji aku tidak akan terlambat.” bergumam sambil menarik selimut lalu bersembunyi.


Kaila belum sadar kalau dirinya ada di Villa Wisnu, Kaila berlaku seperti di kamarnya sendiri.


“ Apa dia sadar dengan ucapannya?.” batin Wisnu dengan terkejut.


Wisnu merasa kasihan pada Kaila yang masih mengantuk, menutup kembali tirai jendela agar Kaila bisa tidur dengan puas.


“ Mungkin saja dia lelah karena terlalu agresip semalam.” batin Wisnu memegang kening dengan memaklumi.


Kaila tidurnya seperti babi, berisik dan bergaduh membuat Wisnu menggelengkan kepala.


“ Lebih baik biarkan dia tidur lebih lama, itu akan membantu mencerna tubuhnya agar tidak mudah lelah.” gumam Wisnu sambil keluar dari kamarnya.


Makanan telah siap di meja, Wisnu langsung sarapan tanpa menunggu Kaila yang masih tidur.


“ Bi, jika Kaila sudah bangun beritahu dia jangan pergi dari sini sebelum aku pulang. Pastikan dia makan yang banyak, berikan apapun yang dia inginkan.” ujar Wisnu perintah ke pelayan wanita.


“ Baik tuan.” jawab Bibi pelayan.


Wisnu hanya mencicipi makanan saja, setelah itu pergi berangkat ke perusahaan. Pengawal yang berjaga di Villa di peringatkan agar menjaga Kaila, dan tidak memperbolehkan Kaila pergi selangkah pun dari Villa.


“ Siap laksanakan!.” perintah Wisnu di terima oleh semua pengawal.


Di perusahaan Yhusi.


Via datang lebih awal dari biasanya, semalam tidur tanpa Kaila membuat Via tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir. Walau Kaila berada dengan Wisnu tapi Via tidak tenang sebelum melihat keadaan Kaila dengan mata kepalanya sendiri.


“ Kaila, aku harap kamu baik-baik saja. Aku sangat rindu padamu, cepat pulih dan kembali ke Apartement bersamaku lagi.” gumam Via dengan lesu, sambil tiduran di meja kerja.


Manajer Shu datang setelah Via sampai, melihat Via datang lebih awal dalam keadaan baik-baik saja. Manajer Shu terkejut dan penasaran apa rencananya berhasil atau tidak.


“ Kenapa dia datang lebih awal dariku? bukankah seharusnya sekarang dia jadi gila karena telah di rusak oleh sekelompok preman itu. Ini tidak benar, pasti ada yang salah dengan rencanaku.” batin Manajer Shu dengan penasaran.


Manajer Shu berpura-pura baik pada Via untuk mengetahui kejadian semalam yang sebenarnya, hanya untuk memastikan rencananya berhasil Manajer Shu rela menjilat Via.


“ Via! tumben datang lebih awal, apa kamu tidak tidur semalaman dan bisa pergi kerja sepagi ini.” menunjukan muka ramah.


“ Manajer Shu? kamu sudah datang ya?.” mendongak dan memperlihatkan mata panda yang parah.

__ADS_1


“ Via apa yang terjadi padamu? apa tebakanku benar kalau kamu begadang semalaman?.” Manajer Shu terkejut sekaligus senang.


“ Benar, kenapa Manajer Shu bisa tahu aku begadang semalaman?.” Via tidak sanggup bicara dan tertidur setelah menjawab pertanyaan Manajer Shu.


“ Hahah, rupanya rencanaku berhasil. Aku harus segera melapor pada nona muda Yue Yan, dia harus tahu berita bagus ini.” batin Manajer Shu menyeringai.


Manajer Shu pergi ke ruangannya untuk menelpon Yue Yan.


“ Hallo! ada apa? katakan intinya saja.” Yue Yan tampak terburu-buru saat menjawab telpon.


“ Nona, aku beritahu kalau rencana kita berhasil. Sesuai yang di katakan nona kalau preman itu berhasil menodai dua gadis rendahan itu.” Manajer Shu mengerutkan dahi dengan heran.


“Ah, ah, umh, terus lanjutkan, lebih cepat lagi.” Yue Yan malah bergumam seperti itu yang sedang menikmati bercinta dengan Ho Jiazhen.


“ Nona? apa yang terjadi padamu? apa kamu baik-baik saja?.” Manajer Shu malah khawatir dan mengira Yue Yan tersakiti.


“ Aku baik-baik saja. Lupakan, nanti aku datang menemuimu.” sahut Yue Yan sambil menikmati bercinta.


“ Baik nona.” balas Manajer Shu.


“ Eh, suara itu lagi! apa yang sedang di lakuakan nona di sana? kedengarannya sangat serius.” Manajer Shu malah mendengarkan suara Yue Yan yang sedang bercinta dengan seseorang.


“ Ah, ah, lebih cepat! aku masih belum puas, ukuranmu itu sangat besar dan membuatku ketagihan sayang. Lakukan, lakukan sekali lagi maka rasa cintaku akan bertambah padamu.” pebicaraan Yue Yan di telpon, Yue Yan tidak sadar kalau dirinya lupa mematikan telpon, dan membuat Manajer Shu mendengarnya.


“ Apa nona sedang bercinta dengan Presdir Wisnu, ya, mungkin saja seperti itu, karena yang aku tahu nona Yue Yan sangat cinta pada Presdir. Mereka pasti sedang melakukannya di pagi buta begini.” gumam Manajer Shu sambil mondar-mandir dengan gugup.


Di luar ruangan sangat ribut dan menarik perhatian Manajer Shu untuk keluar.


“ Itu, bukankah itu Presdir Wisnu! dia ada di sini, lalu siapa pria yang bersama nona Yue Yan tadi? apakah pria lain??.” batin Manajer Shu bertanya-tanya.


“ Manajer Shu? berikan berkas untuk Meeting hari ini.” ucap Wisnu mendekat, membuat Manajer Shu terkejut.


“ Ah, hemm, maafkan aku Presdir. Aku akan membawa berkasnya dalam 3 menit.” jawab Manajer Shu dengan gugup.


Wisnu berjalan masuk ke ruangannya.


“ Untung saja aku tidak keceplosan, kalau aku berkata yang membuat Presdir curiga mati aku. Nona muda Yue Yan tidak akan memaafkanku, bahkan Presdir akan langsung membunuhku tanpa ampun.” batin Manajer Shu menghela nafas dengan lega.


“ Apa yang sedang di pikirkan Manajer Shu? apa dia merencanakan sesuatu bersama Yue Yan?.” batin Wisnu sambil berpikir.


Tok tok!


“ Presdir, aku datang mengantarkan berkas untuk Meeting hari ini.” teriak Manajer Shu dari luar.

__ADS_1


“ Masuk.” gumam Wisnu sambil merapihkan berkas yang ada di meja.


“ Ini Presdir, semuanya sudah aku beri tanda. Jadi Presdir bisa melihat tulisan di sini.” menunjukan cara mudah mengetahui berkas penting dan bukan.


“ Kamu boleh pergi.” gumam Wisnu dengan datar.


“ Baik tuan.” Manajer Shu pergi dan menutup pintu.


Wisnu bersiap pergi ke ruang Meeting. Wisnu sangat serius saat bekerja, tidak ada yang lebih penting selain mengembangkan perusahaan lebih maju dan berjaya lagi.


Di Villa, Kaila yang baru saja bangun di jam 11 siang, Kaila lupa kalau dirinya berada di Villa Wisnu, berjalan masuk ke toilet untuk mencuci muka.


“ Ah, nyenyak sekali tidurku hari ini. Benar-benar membuatku puas, tapi tubuhku lemas, mungkin karena bangun terlalu siang.” gumam Kaila mencuci muka pakai sabun milik Wisnu.


Kaila keluar dari toilet tanpa sehelai pakaian apapun.


“ Via, sarapan apa kita hari ini?.” teriak Kaila sambil mengusap wajah menggunakan handuk, Kaila masih belum sadar kalau dirinya tidak memakai pakaian.


“ Nona, saya pelayan di sini, nona bisa panggil saya Bibi pelayan, jika nona membutuhkan sesuatu bisa bilang padaku.” ujar Bibi pelayan memejamkan mata karena tidak mau melihat tubuh Kaila.


“ Hah, apa-apaan? apa aku mimpi kenapa bisa ada orang yang mengaku Bibi pelayan di sini. Apa Via menyewa orang untuk membersihkan kamar ini?.” gumam Kaila bertanya-tanya.


“ Nona biarkan saya bantu Anda mandi, tuan Wisnu menyuruhku untuk merawat Anda dengan baik selama tinggal di sini.” ujar Bibi pelayan.


“ Hah, kamu! bahkan seorang pelayan saja mau membantuku mandi! gajih berapa yang di berikan Via padanya, astaga seharusnya Via tidak perlu berbuat seperti itu bukan, itu akan membuatku miskin karena harus membayar pelayan seperti dia.” Kaila malah bergumam tanpa melihat isi kamar yang begitu besar dan mewah.


“ Sepertinya aku mendengarmu menyebut nama Wisnu! apa kamu orang suruhan Wisnu untuk datang ke sini?.” teriak Kaila dengan terkejut.


“ Nona pasti belum sadar betul, apa nona tidak lihat kalau kamar ini bukan milik Anda?.” Bibi pelayan itu tertawa sedikit.


Kaila melihat kesekeliling dan tercengang karena itu bukan kamar miliknya yang kecil dan sempit.


“ Kenapa? kenapa aku bisa ada di sini? apa aku di culik oleh seseorang?!.” tanya Kaila dengan teriakan prustasi.


“ Tidak, semalam tuan Wisnu membawa Anda kemari untuk di obati.” jawab Bibi pelayan.


“ Apa? maksudmu Wisnu membawaku ke Villa ini!?.” tercengang bukan main-main.


Bibi pelayan itu mengangguk dengan tertawa sedikit.


“ Oh tidak, sepertinya aku di culik semalam, tapi kenapa Wisnu yang menculikku? hiks hiks.” Kaila berusaha mengingat kejadian semalam, samar-samar Kaila melihat adegan yang begitu menjijikan sampai membuatnya terkejut.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2