CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode49


__ADS_3

Wisnu tengah duduk di dalam mobil sembari menyalakan rokok, Wisnu melirik Asher berjalan dengan cepat memasuki mobil.


“ Apa rencana mereka?.” tanya Wisnu mematikan rokok.


“ Mereka tidak berbicara penting tuan, hanya mengatakan kalau Aji Li kecewa pada Kaila karena tidak membantunya.” menjawab dengan serius.


“ Kau yakin??.” tidak percaya.


“ Iya tuan, hanya itu yang kudengar. Dan satu lagi, pengawal kita mendengar percakakapan Manajer Shu di telpon bersama nona Yue Yan. Nona Yue Yan sengaja menyuruh Manajer Shu untuk mengacau saat rapat tadi, nona Yue Yan ingin Anda tidak menang dalam persaingan bisnis.” ucap Asher.


Wisnu memutarkan rokok di jarinya.


“ Jalan.” gumam Wisnu tersenyum misterius.


Wisnu menyuruh Asher untuk menjemput Kaila di kantor, Asher mengirimi pesan teks dan menunggu Kaila di lobi. Kaila berlari begitu cepat karena khawatir Wisnu memarahinya jika terlambat.


“ Terlambat tidak?.” memasuki mobil dengan terengah-engah.


“ Tidak, masih ada waktu 10menit lagi.” balas Asher dengan santai.


Kaila menghela nafas dengan lega dan terkejut setelah melihat Asher tidak menyalakan mobil dan malah terdiam.


“ Jalan! kalau tidak aku akan terlambat, kau mau di marahi bos kamu yang galak itu ya?.” teriak Kaila dengan panik.


“ Iya.” Asher segera mengemudi mobil dan melaju dengan kecepatan 50km/jam.


“ Apa nona Kaila tidak tahu kalau mobil ini ada rekam suara, dan sudah pasti tuan mendengar nona Kaila menyebut tuan, bos galak.” batin Asher ketakutan.


Wisnu mendengar Kaila memaki namanya malah tersenyum sambil menutup mulut karena malu.


Kaila gelisah karena jaraknya lumayan jauh dari kantor, Kaila takut jika Wisnu menunggunya terlalu lama.


“ Kenapa jauh sekali? sebenarnya kita mau pergi ke mana?.” Kaila tidak bisa diam dan terus melihat kesana kemari.


Asher menghentikan mobilnya tepat saat Kaila bertanya padanya.


“ Sudah sampai nona.” ucap Asher segera keluar membuka pintu mobil untuk Kaila.


“ Bukankah ini pantai? kenapa kita datang ke sini? kau tidak salah jalan 'kan Sekertaris Asher.” mengejek.


“ Tidak nona, lihat di sana tuan sedang menunggu Anda.” Asher menunjuk ke arah Wisnu yang tengah memancing di atas kapal speedboat.


“ Hah! dia? untuk apa dia di sana?.” terkejut dan tidak bisa berkata-kata.


Wisnu melihat Kaila yang tengah berdiri memandangnya langsung menyimpan pancingan di bawah, Wisnu mulai menghitung jarinya di atas agar Kaila segera naik ke kapal bersamanya.


“ Gawat!.” Asher mulai panik.


“ Ada apa? apa dia lagi belajar berhitung?.” mengerutkan dahi dengan bingung.


“ Bukan, cepat nona kau punya waktu 9detik. Jika kau tidak mau tuan marah sebaiknya cepat naik kapal sama tuan.” Asher menarik tangan Kaila dan menyuruhnya naik sendirian.


Wisnu melihat Asher menyentuh tangan Kaila tidak senang dan melotot pada Asher, seketika Asher melepaskan tangan Kaila dan mengusapnya menggunakan baju.


“ Tuan benar-benar sensitif sekali. Padahal aku tidak sengaja menyentuh tangannya, tapi mata tuan seperti mau makan orang saja.” Asher kembali ke dalam mobil sambil mengusap keringat di dahinya.


Kaila kesusahan saat naik ke atas kapal speedboat, karena ini baru pertama kalinya bagi Kaila naik ke kapal speedboat.


“ Apa kau akan terus berhitung? bisakah kau membantuku?.” Kaila menatap Wisnu dengan kesal.


Wisnu segera berdiri dan meraih tangan Kaila, tanpa sengaja Kaila tergelincir dan menyebabkannya terjatuh memeluk Wisnu. Mereka berdua saling bertatapan sampai salah seorang pria memotret kemesraan mereka berdua.


Cekrek!


“ Heheh, poto ini bisa jadi uang banyak untukku.” tersenyum menyeringai.


Asher tidak sadar ada seorang pria yang sengaja memotret Wisnu dan Kaila dengan tujuan tidak baik.


“ Kamu tidak apa-apa?.” tanya Wisnu.


“ Hmm, tidak, aku, maafkan aku tadi tidak sengaja.” Kaila berdiri dari tubuh Wisnu.


Suasana jadi canggung dan membuat Kaila terdiam, saat Kaila hendak bertanya secara bersamaan Wisnu menunjuk ingin berbicara.


“ Itu?.” ucap keduanya.


“ Apa?.” Wisnu memegang pancingan dengan erat karena gugup.


“ Tidak, tadi kau mau bicara apa?.” menunduk karena malu.


“ Hmm, aku mau berterima kasih karena kamu kita bisa menang saat rapat tadi.” ucap Wisnu.


“ Iya, sama-sama. Sudah seharusnya aku melakukan yang terbaik untuk perusahaan Yhusi.” balas Kaila tersenyum.


Tiba-tiba kapal speedboat yang di tumpangi Kaila dan Wisnu di tabrak oleh kapal speedboat milik orang lain, Kaila hampir terjatuh ke laut tapi untungnya Wisnu sigap menarik tangan Kaila dan tubuh mengayun di atas laut.


“ Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrak kapal kalian.” seorang pria tampan naik ke kapal untuk mengakui kesalahannya.


Kaila melirik ke belakang dan ternyata tubuhnya hampir terjatuh ke laut.


“ Ahhh, tolong aku! aku takut.” teriak Kaila menggelengkan kepala sambil memejamkan mata.


Wisnu sadar setelah lama menatap Kaila dan menariknya ke pelukkannya.


“ Jangan takut, ada aku di sini?.” ucap Wisnu mengelus kepala Kaila.


“ Hmm, Kaila, apa itu kau?.” tanya seorang pria itu menunjuk.


Kaila melirik pria itu dan terkejut, ternyata pria yang baru saja menabrak kapalnya adalah teman kelasnya dulu, Elvano.


“ Kau, Elvano? apa kabar?.” mengulurkan tangan.


“ Aku baik, bagaimana denganmu? lama tidak bertemu.” Elvano hendak membalas jabatannya tapi Wisnu mengambil alih dan berjabatan dengan Elvano.


“ Kami baik-baik saja, seperti yang kau lihat.” ucap Wisnu tidak sungkan.


Elvano menarik tangannya dan membersihkan tangannya menggunakan celana bagian belakang.


“ Siapa pria ini? apa dia pacar Kaila? dia posesif sekali.” batin Elvano menatap Wisnu.


“ Kaila apa dia pacarmu? dia sangat tampan.” tertawa terpaksa.


“ Bukan! dia bos di tempat kerjaku.” Kaila berusaha menjelaskan pada Elvano.


Wisnu menunduk dengan kecewa dan berusaha mengabaikan ucapan Kaila pada temannya.


“ Baiklah, aku mengerti.” balas Elvano mengangguk.


Kaila sibuk berbincang dengan Elvano, Wisnu yang cemburu melihat kedekatan mereka berdua marah dan kesal, seperti sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu. Tanpa sadar Wisnu sudah mendapatkan ikan cukup banyak di keranjang.


“ Hah, lihatlah, kau mendapatkan ikan banyak Wisnu.” teriak Kaila dengan kagum.


“ Kau suka?.” tanya Wisnu mengerutkan dahi.


“ Iya, bagaimana kalau kita masak ikan bakar? kelihatannya enak.” Kaila memegang ikan besar di tangannya.


“ Baiklah.” Wisnu menganggukkan kepala.


Wisnu meminta koki menyiapkan bahan-bahannya, sedangkan Kaila dan Wisnu meracik ikan itu bersama-sama, Elvano bertugas membakar ikan di atas api.


“ Hmm, kelihatannya enak. Elvano, ayo kita makan.” ucap Kaila melambai tangan.


Baru saja Elvano berjalan beberapa langkah Wisnu mendahuluinya dan duduk di dekat Kaila. Kaila menatap Wisnu dengan tatapan aneh.


“ Kenapa kau menatapku seperti itu?.” tanya Wisnu mendongak.


“ Tidak.” memalingkan wajah dan mencicipi ikan bakar tersebut.


Di lihat dari ekspresinya Kaila sangat menikmati ikan yang baru saja ia bakar.


“ Enak sekali. Tidak salah, aku memang pintar dalam urusan memasak.” Kaila memakan ikan dengan lahap.


“ Memuji diri sendiri tidak baik. Bukankah aku juga membantumu memasak ikan itu?.” ucap Wisnu mengejek.

__ADS_1


Kaila mengambil ikan menggunakan jarinya dan ingin menyuapi Wisnu di hadapan Elvano. Wisnu tertegun karena Kaila menyuapinya tanpa menggunakan sendok, tanpa basa-basi Wisnu memakan ikan itu dan menjilat jari Kaila dengan sengaja. Mata Kaila langsung melotot dengan wajah memerah.


Elvano merasa canggung melihat kedekatan Kaila dengan Wisnu, untuk merubah suasana Elvano sengaja menggoda Kaila agar Wisnu cemburu padanya.


“ Kaila sepertinya kau ke panasan. Biarkan aku membantumu, Ok.” ucap Elvano mengibaskan tangan sambil meniup wajah Kaila.


“ Hahah! tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri. Terima kasih.” tersenyum kaku.


“ Tidak apa-apa, tanganmu kotor.” Elvano melirik Wisnu dengan wajah mengejek.


Wisnu tidak terima jika Elvano begitu perhatian pada Kaila.


“ Cukup! apa kau tahu mulutmu sangat bau? bahkan lebih bau dari ikan busuk.” menunjuk ke arah Elvano.


Elvano segera menutup mulutnya menggunakan tangan dan mencium nafasnya sendiri.


“ Tidak bau.” membuka tangan.


Wisnu tersenyum jahat dan memalingkan wajah.


“ Jika kau tidak percaya tanya saja pada Kaila.” ucap Wisnu.


Elvano melirik Kaila. “ Kaila? apa benar yang dia katakan? nafasku bau?.” bertanya dengan terbata-bata.


“ Hah! kenapa malah aku yang di pertanyakan? bahkan aku tidak mencium bau apapun di sini. Wisnu benar-benar keterlaluan.” batin Kaila kesal.


“ Sudah-sudah, aku tidak apa-apa, kau tidak perlu melakukan itu untukku.” mengibas tangan sambil tertawa terpaksa.


Terdengar suara kapal pesiar datang mendekati kapal yang mereka tumpangi. Elvano dan Kaila terkejut dan berpikir jika kapal pesiar itu akan menabrak mereka.


“ Oo, tidak! kapal yang sangat besar, aku tidak bisa lihat apa di sana ada orang?.” Kaila bergumam dengan kagum.


Elvano melirik Kaila dan berkata.


“ Apa menurutmu kapal itu melaju ke arah sini?.”


“ Ya, kau benar, mereka akan menabrak kita jika kita tetap berada di sini. Ayo jalankan kapalnya.” teriak Kaila.


Wisnu dengan tenang duduk sambil menikmati segelas Wine di tangannya. Kaila yang melihatnya marah dan memaki Wisnu.


“ Cepat perintahkan mereka untuk menjalankan kapalnya. Jika tidak kita akan tertabrak kapal itu.” dalam ke panikan Kaila datanglah beberapa orang menggunakan kapal speedboat dan menaiki kapal mereka.


“ Tuan, kami sudah menyiapkan apa yang Anda minta.” ucap seorang pria menunduk di hadapan Wisnu.


Kaila tercengang dan tidak menyangka Wisnu yang sengaja mendatangkan kapal pesiar untuk menjemputnya.


“ Kau? jadi kau yang mau naik kapal itu?.” menunjuk ke arah kapal pesiar dengan tidak percaya.


Wisnu berdiri dan mengangguk dengan bangga.


“ Iya, aku ingin berlibur beberapa hari ini. Kau harus menemaniku pergi dan melayaniku selama aku di sana.” berjalan.


“ Hah, tidak bisa!.” jawab Kaila tanpa ragu.


“ Kenapa? kau ingin melanggar perintahku? ingat Kaila, selama kau bekerja untukku kau tidak bisa menolak perintahku.” bisik Wisnu dengan tatapan tajam.


“ Ternyata dia bukan orang sembarangan, dia bisa mendatangkan kapal sebesar ini, itu artinya kekayaannya melebihiku.” batin Elvano terdiam.


Kaila berbalik badan dan berteriak.


“ Aku memang bekerja untukmu, tapi kau tidak berhak mengaturku di luar pekerjaanku.”


Wisnu menghentikan langkahnya dan melirik Kaila.


“ Itu terserah padamu, yang pasti barang milikmu masih ada di tanganku.” Wisnu sengaja mengancam Kaila agar patuh padanya.


“ Kau bohong! bukankah barangku hilang?.” tidak percaya.


Wisnu tidak merespon perkataan Kaila dan naik ke kapal speedboat yang telah di siapkan pengawalnya. Dengan terpaksa Kaila menuruti permintaan Wisnu dan naik bersama Wisnu.


Elvano memandang kepergian Kaila dengan perasaan sedih.


“ Kenapa Kaila sangat patuh padanya? apa karena uang? tidak, Kaila memiliki keluarga yang cukup terkenal di kota ini, bagaimana bisa Kaila patuh pada seorang pria hanya demi uang.” batin Elvano mengalihkan pandangannya.


Di dalam kapal pesiar.


“ Aku mau ke toilet, apa kau akan mengikutiku?.” tanya Wisnu dengan sengaja menggoda Kaila.


Kaila menghentikan langkahnya dan membuang muka karena masih marah dengan perlakuan Wisnu yang selalu mempermainkannya. Wisnu pergi ke toilet dengan wajah tersenyum.


“ Wisnu benar-benar sengaja membuatku berada di sini, dengan alasan kalung, padahal itu kalungku kenapa dia mengancamku seperti itu?.” batin Kaila mengepalkan tangan.


Asher berjalan mendekati Kaila dengan maksud melarang Kaila agar tidak terlalu dekat dengan Wisnu.


Kring!


Ponsel Asher berbunyi yang membuat Kaila melihat Asher di belakangnya.


“ Apa?!.” Asher terkejut setelah melihat ponselnya, Asher segera pergi untuk menemui Wisnu.


“ Hah, apa yang terjadi pada Asher??.” batin Kaila.


Wisnu baru saja keluar dari toilet langsung di kagetkan dengan kedatangan Asher yang berlari mendekatinya, Wisnu pikir yang datang menemuinya Kaila, segera setelah itu ekpresinya berubah dengan kecewa.


“ Tuan.” dengan terengah-engah.


“ Sudah kubilang jangan ganggu aku.” ucap Wisnu tidak peduli.


“ Tapi tuan, ini sangat penting. Ada orang yang sengaja menyebar poto Anda bersama nona Kaila.” Asher berbicara walau Wisnu mengabaikannya.


Wisnu menghentikan langkahnya, segera melihat ponselnya untuk memastikan bahwa perkataan Asher tidak benar. Wisnu terkejut dan merasa senang melihat poto dirinya sedang memeluk Kaila di kapal speedboat.


Kring!


Ponsel Wisnu berdering, itu adalah ayah nya yang tiba-tiba menghubunginya.


“ Ayah.” ucap Wisnu di telpon.


“ Di mana kamu sekarang? segera pulang ke rumah dan bawa dia.” setelah mengatakan itu ayah Wisnu mematikan telponnya.


Wisnu tidak gugup ataupun panik, justru ia terlihat tenang karena ayahnya memintanya membawa Kaila pulang ke rumah orang tuanya. Wisnu bergegas menemui Kaila dan berniat segera pergi bersamanya, tapi apa yang ia lihat tidak terduga, Yue Yan menampar wajah Kaila tepat di depan mata Wisnu. Wisnu segera menahan tangan Yue Yan yang ingin memukul wajah Kaila kedua kalinya.


“ Apa yang kau lakukan? siapa yang memberimu hak untuk menampar dia?! Hah!.” bentak Wisnu.


Yue Yan menarik tangannya dan berkata.


“ Kau keterlaluan Wisnu! kau berselingkuh dengan orang miskin seperti dia di belakangku. Kau jahat! apa kurangnya aku di bandingkan dia?!.” teriak Yue Yan menangis tersedu-sedu.


Wisnu membuang muka dengan jijik melihat air mata yang di keluarkan Yue Yan.


“ Sakit tidak?.” Wisnu menyentuh wajah Kaila dengan khawatir.


Kaila sengaja memalingkan wajah agar Yue Yan tidak salah paham padanya. “ Aku tidak apa-apa.”


“ Kaila, ikutlah denganku.” ucap Wisnu mengulurkan tangan.


Kaila ragu dengan ajakan Wisnu, karena mata Yue Yan terus menatap ke arahnya.


“ Aku, aku tidak bisa.” menundukkan kepala.


Wisnu meraih tangan Kaila dan menariknya pergi menaiki kapal speedboat, Yue Yan menggertakan gigi dan segera mengejar Wisnu ke kediaman Yhusi. Setibanya dia kediaman Yhusi Wisnu terdiam tanpa kata, Kaila melirik Wisnu yang ragu akan membawanya menemui keluarga besarnya segera melepaskan tangan dan mundur secara perlahan.


“ Bagus jika dia tahu diri.” gumam Yue Yan di dalam mobil sambil melihat Kaila yang akhirnya menyerah.


“ Kenapa? kau ingin pulang? tidak bisa, kau harus membantuku menjelaskan pada keluargaku terutama pada ayahku, kalau kau bukan pacar atau selingkuhanku.” perkataan Wisnu padanya membuat Kaila kecewa.


“ Ada apa denganku? kenapa hatiku sakit sekali? bukankah aku seharusnya tahu kalau aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa.” Kaila menunduk.


Wisnu melihat dengan jelas ekspresi Kaila tidak biasa, hati Wisnu sakit dan ingin meminta maaf pada Kaila karena dirinya selalu membuatnya sedih. Tapi Wisnu menggelengkan kepala karena itu tidaklah mungkin.


“ Ayo, jika kau bisa meyakinkan ayahku kalung itu akan kuberikan padamu nanti.” Wisnu menarik tangan Kaila untuk masuk ke dalam rumah.


Kaila berhenti saat ingin menginjak alas kaki di lantai, melihat sepatu dan pakaiannya yang kotor Kaila merasa tidak pantas jika harus menginjak alas kaki milik keluarga kaya. Semua orang menatap Kaila dan saling berbicara satu sama lain menjelekkan keburukan Kaila di depannya.

__ADS_1


Hiks hiks hiks!


Yue Yan berlari masuk sambil memegang wajahnya yang penuh memar, tuan Yhusi tercengang melihat calon menantunya di pukuli orang lain.


“ Paman, dia memukulku. Ini sakit sekali.” Yue Yan sengaja menjebak Kaila dan membuatnya menerima hukuman dari tuan Yhusi.


Tuan Yhusi memolototi Kaila dan meneriakinya. “ Berani sekali kau memukul calon menantuku, kau pikir siapa kau?.” merendahkan sambil meludah ke samping kiri.


Kaila terkejut dan langsung berlutut di bawah.


“ Saya tidak melakukan apa yang nona Yue Yan katakan. Jika itu benar di mana aku menampar nona dan jam berapa aku melakukan itu padanya.” Kaila membela diri dengan berani.


Yue Yan memalingkan wajah dan berpura-pura kesakitan, semua orang tidak peduli apa yang di katakan Kaila, karena mereka mempercayai Yue Yan dan bukti.


“ Orang rendahan sepertimu berani sekali membolak-balikan kata, apa bukti ini tidak cukup bagimu, kalau kau sudah menampar Yue dengan keras.” bentak nyonya Yhusi.


Wisnu memberanikan diri berbicara di depan keluarganya, Kaila percaya jika Wisnu akan membantunya berbicara ke pada orang tuanya dan semua orang, sedangkan Yue Yan panik menggigit bibir karena takut ketahuan jika dirinya sudah berbohong.


“ Apa yang Yue Yan katakan itu benar, aku melihat dengan jelas dia menampar Yue Yan tepat di depanku.” ucap Wisnu dengan suara tinggi.


Tapi setelah itu Wisnu berbicara dalam hatinya. “ Maafkan aku Kaila, mungkin ini yang terbaik untukmu.”


Hancur sudah hati Kaila, ia tidak bisa mempercayainya orang yang ia anggap akan menolongnya ternyata membuatnya dalam masalah besar.


“ Hah! apa aku tidak salah dengar? barusan Wisnu membelaku.” Yue Yan melotot karena tidak percaya.


Tidak ada pembelaan untuk Kaila, ia hanya bisa mengakui kesalahan yang tidak pernah ia perbuat.


“ Maaf, aku sudah menyakiti nona Yue.” ucap Kaila membungkuk.


“ Kau pikir wajahku akan sembuh dengan perkataan maafmu?!.” bentak Yue Yan.


Kaila mendongak dengan pasrah. “ Lalu apa yang harus kulakukan agar nona memaafkanku?.”


“ Aku mau kau keluar dari perusahaan Yhusi, aku tidak suka kau bekerja di tempat yang sama dengan calon suamiku.” Yue Yan menyeringai.


“ Baik, mulai hari ini aku akan mengudurkan diri.” Kaila berdiri lalu pergi melewati Wisnu dengan dingin.


Sejak saat itu Wisnu dan Kaila tak pernah bertemu lagi, bahkan keluarga Yhusi dan keluarga Yan mengumumkan pada media acara pertunangan putra putri mereka.


Kaila melihat berita dan langsung mematikan tv saat kamera menyorot Wisnu bersama Yue Yan, Kaila terbaring di ranjang sambil mengelus kucing peliharaannya. Hari berikutnya, hari di mana Wisnu dan Yue Yan akan melangsungkan pertunangan di sebuah gedung ternama di kota, semua tamu hadir dan menyaksikan pertukaran cincin antara kedua belah pihak, bahkan pesta itu di tayangkan di tv dan membuat semua orang terharu karena mereka adalah sepasang kekasih yang serasi, dari situ Aji Li berjalan masuk dan menatap tuan Yhusi dengan datar.


“ Selamat, semoga mereka langgeng sampai menikah.” ucap Aji Li mengulurkan tangan.


“ Hmm!.” tuan Yhusi hanya bergumam tanpa kata.


Maria melihat Wisnu dalam sekejap langsung mengenalinya bahwa Wisnu pria yang menolong Kaila saat di pukul olehnya.


“ Ibu, bukankah pria itu yang menerobos masuk ke kamar Kaila? ternyata dia putra dari keluarga Yhusi.” bisik Maria dengan kagum.


“ Iya benar, ibu juga tidak menyangka seorang anak pungut bisa sedekat itu sama pria kaya.” balas Hanna Li.


Wisnu melirik ke datangan Aji Li bersama keluarganya, Wisnu tidak lupa dan mengira Kaila akan ikut bersama mereka, tapi kenyataannya Wisnu tidak melihat Kaila di pesta itu.


“ Kaila, kau di mana? apa benar yang di katakan Asher, kau pergi dan tidak akan kembali.” batin Wisnu dengan wajah pucat.


Saat Aji Li berjalan menghampiri Wisnu tiba-tiba Wisnu pergi meninggalkan pesta, Aji Li semakin kesal karena Wisnu telah menyakiti putrinya dan tidak berniat menjelaskannya pada dirinya.


Maria tidak tahan melihat ketampanan Wisnu memakai kemeja hitam dengan gelarnya yang tidak biasa, Maria tertarik untuk menggoda Wisnu di belakang Adira Pramana.


“ Ibu aku pergi ke toilet sebentar.” Maria menepuk bahu Hanna dengan lembut.


Hanna mengangguk dan memaklumi putrinya yang puber. “ Anak ini.” gumam Hanna.


Maria pergi mengikuti Wisnu ke halaman belakang, melihat Wisnu sedang memukul dinding membuat Maria takut mendekatinya.


“ Uhuk! seharusnya tuan muda sedang menikmati pesta di dalam, kenapa malah berdiri sendiri di tempat gelap seperti ini?.” Maria memberanikan diri berbicara pada Wisnu.


Wisnu melirik Maria yang mendekatinya langsung berkata. “ Enyahlah.”


Seluruh tubuh Maria gemetar di tatap Wisnu seperti itu, tapi Maria tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sulit di dapatkan.


“ Baiklah, aku pikir tuan muda sudah melupakan Kaila kakakku, kalau begitu untuk apa aku masih di sini.” Maria sengaja memancing Wisnu agar mau berbicara dengannya.


Mata Wisnu membesar dan jantungnya berdetak kencang saat mendengar nama Kaila, Wisnu bersemangat dan meminta Maria tetap tinggal untuk berbicara.


“ Tunggu! apa yang ingin kau katakan tentang Kaila?.” tanya Wisnu merapihkan dasinya.


“ Heheh! ternyata dia tidak lupa pada Kaila, ini kesempatanku untuk lebih dekat dengannya.” batin Maria menyeringai.


“ Hum! baiklah, apa yang ingin tuan muda ketahui? mungkin aku bisa memberitahumu.” mendekatkan kepala.


Wisnu tersadar dan menjauh dari Maria. “ Menjauhlah dari hadapanku!.” teriak Wisnu.


“ Ya sudah, aku pergi sekarang.” Maria berbalik badan dengan puas.


“ Apa kau tahu di mana Kaila tinggal sekarang?.” Wisnu berusaha tenang untuk mendapatkan informasi Kaila.


“ Sebenarnya aku tidak tahu apa yang kau tanyakan, tapi aku punya sesuatu yang bisa kau lihat tentang Kaila.” Maria menawarkan sesuatu pada wisnu yang berhubungan dengan Kaila, tapi tentu saja tidak semudah itu Wisnu mendapatkannya.


“ Tapi ada syaratnya.” ucapan Maria membuat Wisnu muak dan kesal.


Wisnu menghela nafas dalam-dalam. “ Apa? uang? kekayaan? katakan saja apa yang kau inginkan, selain dari itu aku tidak akan berikan apapun padamu.” ucap Wisnu dengan tegas.


“ Status. Aku ingin kau menikahiku.” jawab Maria tanpa ragu.


Wisnu terkejut dengan permintaan Maria padanya. “ Kau gila ya? apa kau waras minta status padaku?!.” bentak Wisnu meludah.


Yue Yan mendengar permintaan Maria pada Wisnu, Yue Yan marah dan segera menghampiri Maria untuk menamparnya, Plak!. “ Kau pikir aku ini apa? kau buta ya sampai tidak lihat Wisnu dan aku baru saja bertunangan, dan kau menggoda tunanganku secara terang-terangan seperti ini.” teriakan Yue Yan membuat banyak orang tahu dan mendengar bahwa Maria putri dari keluarga Li menggoda Wisnu di depan tunangannya, bahkan tak sedikit orang berbicara bahwa Maria sangat memalukan dan di caci maki.


Dalam kepanikan Maria berusaha menjebak Wisnu. “ Tidak, dia bohong. Aku sama sekali tidak menggoda tuan muda, dia yang sengaja memintaku datang ke sini untuk mengetahui Kakakku. Dia tidak mencintai tunangannya, dia mencintai kakakku.” tanpa sadar Maria membuat Wisnu dalam masalah, dan tentu saja Wisnu tak akan melepaskan Maria begitu saja.


Wisnu menggertakkan gigi dan mengepalkan kedua tangannya. “ Wanita sialan ini, benar-benar berani cari masalah denganku. Awas saja kau!.” batin Wisnu.


“ Bagaimana ini, jika ayah tahu apa yang wanita itu katakan barusan. Ya ampun, aku lupa Adira ada di sini, bagaimana jika dia percaya pada wanita itu?.” batin Maria kebingungan.


Aji Li dan Hanna segera memasuki kerumunan untuk melihat apa yang terjadi, betapa terkejutnya Aji Li saat melihat Maria dan Wisnu di depannya.


“ Maria, apa yang terjadi?.” Aji Li meraih tangan Maria.


Yue Yan berjalan maju ke depan. “ Jadi ini putrimu?.” merendahkan.


“ Kau tahu apa yang baru saja dia lakukan? dia sedang merayu tunanganku, dan dia mengelak dengan alasan tunanganku sengaja mengundangnya hanya untuk mengetahui kakaknya. Dia pikir siapa kakaknya itu? sampai-sampai tunanganku yang tampan ini mau tahu tentang kakaknya.” tersenyum sinis.


Aji Li melirik Maria dengan tegas. “ Katakan pada ayah kebenarannya, Maria.”


Maria terlihat kebingungan dan langsung berbicara setelah melihat Adira Pramana. “ Sayang, lihat, dia bilang aku merayu tuan muda dari keluarga Yhusi, padahal aku sudah menikah dan punya suami setampan kamu ini, mana mungkin aku merayu dia.” memeluk Adira Pramana meminta pertolongan.


“ Bukankah dia orang yang bersama Kaila.” menunjuk ke arah Wisnu.


Wisnu membuang muka dengan kesal. “ Sial! dia mantan tunangan Kaila, kenapa dunia begitu sempit.“ batin Wisnu.


Yue Yan tidak menyangka kalau Maria adik Kaila. “ Jadi? orang yang dia maksud kakak itu adalah Kaila.” batin Yue Yan.


Tuan Yhusi datang bersama keluarga Yan.


Nyonya Yan menghampiri Yue Yan dengan cemas.“ Putriku, apa yang terjadi nak? kau membuat ibu khawatir.” ucap nyonya Yan.


Yue Yan terdiam lalu pergi meninggalkan semua orang di pesta, tuan Yhusi curiga jika Wisnu telah menyakiti Yue Yan. “ Saya selaku tuan rumah di sini, mengucapkan terima kasih pada tamu yang sudah hadir. Dengan berat hati pesta malam ini saya tutup sampai sini.” setelah tuan Yhusi mengatakan hal itu semua tamu mulai pergi dari pesta.


Saat Aji Li hendak pergi tuan Yhusi menghentikannya. “ Tunggu! apa kalian akan pergi begitu saja setelah mengacau di pesta keluargaku?.” tanya tuan Yhusi.


Aji Li terpaku. “ Mengacau? siapa?.” balas Aji Li.


“ Putrimu, dia berani menggoda Wisnu di depan tunangannya, apakah ini pantas?!.” ucap tuan Yhusi.


Maria segera menjelaskan pada Aji Li jika dirinya tidak bersalah. “ Tidak, itu tidak benar. Ayah percayalah padaku, aku tidak menggoda tuan muda, ayah tahu bukan dia pria yang bersama kakak, dia sengaja memintaku datang ke sini karena dia ingin tahu keberadaan kakak.” setelah susah payah menjelaskan akhirnya Aji Li mempercayai Maria.


“ Sepertinya Anda salah paham tuan. Saya tahu betul seperti apa putriku, dia tidak mungkin menggoda putramu.” ucap Aji Li dengan tegas.


Aji Li menatap Wisnu dan menunjuk dengan kesal.


“ Kau, sebaiknya jangan pernah ingin tahu tentang putriku Kaila, urus saja pernikahanmu tanpa memperhatikan Kaila.“

__ADS_1


“ Ayo, kita pergi dari sini.” Aji Li menarik tangan Maria pergi dari pesta.


BERSAMBUNG


__ADS_2