
" Tidak papa, seberat apa pun pekerjaannya, akan aku lakukan dengan senang hati kok." Saut Kaila.
" Bagus kalau gitu, semoga kau tidak akan mengecewakanku Kaila." Ujar Wisnu.
" Pastinya Tuan. Aku akan berusaha semampuku, dan tidak akan mengecewakan Anda Tuan." Kaila percaya diri dengan ucapannya.
Karena Wisnu sudah sangat lapar, jadi Kaila memasak makanan siap saji agar lebih cepat dan praktis. Kaila menyajikan Mie Instan yang sangat pedas buat Wisnu.
" Ini yang bisa aku masak dengan cepat. Silahkan di Nikmati Tuan muda Wisnu. Semoga Anda menyukainya." Ucap Kaila.
" Kenapa kau memasak makanan seperti ini? apa kau tahu, aku itu sangat tidak suka Mie Instan. Apa lagi kelihatannya sangat pedas." Wisnu menolak makanan yang di masak Kaila.
" Kau tidak menyukainya?! Ya sudah, biar aku aja yang makan, kebetulan aku juga lapar sekali." Kaila mengambil makanannya.
Eumm.. Nyam nyam nyam.
Kaila lahap banget makan Mie Instannya, membuat Wisnu ngiler melihatnya. Wisnu hanya telan ludah ketika melihat Kaila makan Mie Instan.
Kriuuk!
Perut Wisnu berbunyi tak tertahankan, Kaila pun yang sedang makan lahap langsung menengok Wisnu yang memegang perutnya karena lapar.
" Apa Anda lapar juga Tuan muda Wisnu?." Tanya Kaila.
" Tidak, sama sekali tidak lapar. Kalo kamu mau makan makan aja, jangan hiraukan aku. Kriuuk! Ahh?!." Perut lapar tak bisa di sembunyikan, Wisnu malu karena perutnya berbunyi lagi di depan Kaila.
" Hihii. Ya sudah, aku makan duluan ya!." Kaila tak bisa menahan ketawanya.
Kaila makan sambil tersenyum marasa lucu melihat Wisnu yang malu dan Gengsi karena gak mau makan Mie Instan. Tiba-tiba Wisnu mengambil Mie Instan yang sedang di makan Kaila, kaget dong!. Kaila bengong karena Wisnu mengambil Mie nya.
" Apa yang kau lakukan?." Tanya Kaila.
" Diam!." Wisnu mencoba memakan Mie nya.
" Ternyata enak juga ya, walau pun pedas tapi ini enak banget, apa lagi di Nikmati di musim Gugur seperti ini membuat badan jadi hangat." Gumam Wisnu sambil melirik Kaila.
" Aahhh. Kenyang banget." Wisnu menaruh mangkuknya tepat di depan Kaila.
" Ah, kosong?." Kaila kaget dong. Karena Wisnu menghabiskan makanannya dengan secepat kilat.
" Tidak kusangka, ternyata seenak itu Makanan yang kau buat." Ucap Wisnu.
__ADS_1
" Enak sih enak, tapi kau tidak harus menghabiskan semua makanannya juga kale." Kaila marah karena Wisnu menghabiskan makanannya.
Kaila pergi ke kamarnya dengan kesal. Wisnu hanya tersenyum ketika melihat Kaila yang sedang marah, menurut Wisnu Kaila itu Imut dan Cantik saat marah.
" Dasar CEO tak tahu malu, bilangnya gak suka makanan rendahan, tapi buktinya. Makananku aja di habisi sampai tak tersisa." Kaila terbaring di ranjangnya.
Kaila pun tertidur karena hatinya merasa sangat suntuk dengan kejadian tadi. Wisnu mengendap-endap dengan hati-hati dan masuk ke kamar Kaila, Wisnu tidur di samping Kaila yang sedang tidur pulas.
Hari sudah pagi.
Kaila kaget dan berteriak ketika dirinya membuka mata melihat dirinya yang sedang memeluk Wisnu.
Woahh!
Kaila langsung melompat dari ranjang dan menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
" Apa yang kau lakukan semalam padaku Wisnu?." Tanya Kaila dengan Panik.
" Kenapa kau selalu berteriak ketika aku sedang tidur? apa kau tahu? kau sangat berisik sampai telingaku tuli mendengar suaramu yang keras seperti itu." Dengan santainya Wisnu malah menyalahkan Kaila.
" Kau? kau menyalahkanku di situasi seperti ini? seharusnya aku yang marah padamu dan bertanya padamu Wisnu." Kaila tak terima kalau dirinya di salahkan.
" Kenapa harus aku? ini rumahku, jadi bebas dong kalau aku tidur di sini." Ucap Wisnu sambil terduduk dan menyandar.
" Kalau kau berani keluar dari sini, aku akan buat keluargamu menderita dan menghancurkan perusahaan Li." Ujar Wisnu.
" Apa hubungannya dengan keluarga Li, mereka tidak tahu apa-apa. Kau jangan coba-coba Wisnu." Kaila tertegun dan berhenti membereskan pakaiannya.
" Itu terserah aku, aku mau melakukan apa pun itu bukan urusanmu." Wisnu beranjak dan mendekati Kaila.
" Jadi kau jangan pernah mencoba untuk pergi dari sini. Ingat itu baik-baik Kaila Li." Wisnu berbisik di telinga Kaila dengan wajah yang suram.
Wisnu keluar dari kamar Kaila, dan menutup pintunya dengan sangat keras, sampai-sampai Kaila kaget sambil mengelus dada.
Hiks hiks hik..
Kaila menangis tersedu-sedu karena Wisnu masih menyimpan dendam padanya, dan terus menyakiti hatinya.
" Kenapa, kenapa hidupku jadi seperti ini, aku menginginkan hidup yang damai dan bahagia dengan keluargaku. Tapi di mana orang tua kandungku yang sebenarnya, aku sangat merindukan kalian ibu, ayah. Semoga di suatu saat nanti kita bisa bertemu." Gumam Kaila sambil memandang pemandangan di luar.
Wisnu melamun di halaman belakang, di temani Leo yang selalu setia padanya dan menghibur di saat Wisnu sedih dan merasa tak nyaman. Leo terus menjilati wajah Wisnu dan bercandain Wisnu yang sedang galau itu.
__ADS_1
" Hei, sudahlah, kau jangan terus menjilatiku terus, aku geli dengan jilatanmu itu." Wisnu melepaskan diri dari pelukan Leo.
Leo merasa sedih karena Wisnu cuek padanya, Leo pergi ke hutan tapi Kaila menghampirinya, Leo sangat senang dan langsung memeluk menciumi Kaila sampai tak di sengaja Leo melukai Kaila.
" Aduhh! sakit sekali." Kaila melihat tangannya dan ada bekas cakaran dan berdarah.
" Leo, sudahlah. Kau jangan terus menjilatku! kau menyakitiku. Aww!." Kaila berusaha melepaskan diri dari pelukan Leo yang membuat Kaila kesakitan.
Wisnu mendengar Kaila berteriak langsung berlari mencarinya. Wisnu terkejut melihat Kaila di bercandain Leo, Wisnu segera menolong Kaila dan menyingkirkan Leo dari tubuh Kaila.
" Cepat, bawa Leo pergi ke hutan!." Wisnu berteriak dan melindungi Kaila dari cakaran Leo.
" Baik tuan."
Para pengawal itu segera membawa Leo ke dalam hutan.
" Kaila, Kaila, apa kau baik-baik aja?." Tanya Wisnu.
" Iya, aku baik-baik aja." Kaila berusaha menahan rasa sakitnya.
" Ayo aku bantu kau masuk ke dalam. Apa kau bisa jalan Kaila?." Tanya Wisnu.
" Iya, aku bisa kok, kamu gak perlu khawatir begitu padaku." Saut Kaila sambil berusaha berdiri.
Aaww!
Kaila hampir terjatuh karna kakinya kaku akibat di Tindihi Leo yang sangat berat.
" Sudah kubilang kan, kau tak akan bisa jalan, biarkan aku menggendongmu, dan jangan banyak tanya!." Wisnu menggendong paksa Kaila dan membawanya masuk.
" Tapi!."
" Diam!."
" Berbaringlah, aku akan bawa kotak P3k. Tunggu di sini dan jangan ke mana-mana." Wisnu pergi mengambil obat.
" Kenapa Wisnu hangat seperti itu, kumohon, jangan bersikap hangat padaku agar aku tidak salah paham terus padamu Wisnu." Gumam Kaila dengan bingung.
" Sini, biar aku obati lukamu itu. Maafin Leo ya, dia emang seperti itu, Agresif. Mungkin karena aku terlalu lama tidak main dengannya, jadi dia tidak sengaja melukaimu dengan cakarannya." Ujar Wisnu sambil mengobati luka Kaila.
" Iya tidak papa kok." Saut Kaila.
__ADS_1
BERSAMBUNG