
Raiden dan Zafia baru turun menuju restoran yang ada di lantai bawah pukul 12 siang, tapi mereka sudah sarapan tadi di kamar.
Raiden dan Zafia duduk di kursi dekat dengan jendela besar yang menghadap ke jalanan. Raiden sedang memesan makanan untuk mereka. Sedang Zafia kembali sibuk dengan tablet canggihnya.
"Baby," panggil Raiden.
"Ya?"
"Bagaimana jika setelah ini kita honeymoon, Fia?"
"Honeymoon?"
Raiden mengangguk. Zafia tampak berpikir sejenak lalu mengangguk antusias dengan senyuman yang selalu terukir indah di bibir Zafia.
"Oke, Mari kita honeymoon."
Kedua pasangan muda itu menikmati makan siang dengan sesekali melempar candaan. Zafrina yang dari kejauhan melihat adik laki-lakinya tertawa lepas ikut tersenyum. Dia bahagia, kedua adiknya terlihat begitu cocok dan serasi.
"King, lihatlah mereka. Zafia dan Raiden itu seperti toples dan tutupnya, mereka saling melengkapi. Kau tahu Raiden bahkan sulit untuk tersenyum, tapi dengan Zafia dia bahkan bisa tertawa lebar."
"Kau benar, keduanya terlihat begitu cocok dan saling melengkapi. Seperti kita ini," kata Zicco. Zafrina langsung menoleh dan mencibir.
"Kira-kira apa yang mereka bicarakan?" tanya Zafrina penasaran.
"Mungkin tentang malam pertama yang menyenangkan."
"Mereka memang melewatkan malam pertama yang menyenangkan."
"Kau tahu? adikmu yang mana yang memberitahumu?" tanya Zicco penasaran.
__ADS_1
"Zafia. Kemarin saat kami sedang didandani dia menceritakannya padaku. Dia bilang tubuhnya seperti habis di hajar."
"Memang berapa ronde?"
"Tiga kali, tapi mereka bukan unboxing, tapi boxing." Itu karena mereka bertaruh soal resepsi. Dan Zafia iseng menyanggupi. Dia meminta hukuman yang lebih berat, tapi sayangnya dia kalah. Raiden benar-benar menghabisinya."
"Pasangan yang aneh," ujar Zico.
"Ya, mereka memang aneh."
Zafrina dan Zico hanya menatap pasangan baru itu tanpa berniat untuk mengganggu. Semua anggota keluarga mereka sudah pulang terlebih dahulu. Zafrina dan Zico tetap tinggal untuk memastikan jika pasangan itu bisa mandiri ketika ditinggalkan. Dan sepertinya Zico dan Zafrina tidak perlu mencemaskan adiknya lagi.
Raiden dan Zafia chekout dari hotel pukul 2 siang. Roman sudah bersiap di depan Sedan Audi berwarna hitam. Pria itu membukakan pintu mobil untuk Raiden dan Zafia. Tangan Raiden langsung berada di atas kepala Zafia, saat Gadis itu hendak masuk ke mobil.
Ramon bergegas masuk ke balik kemudi saat Raiden telah masuk dan duduk dengan tenang di samping istrinya.
"Ray, kita mau kemana?"
"Wow, apa kita akan diving?"
"Ya, kita akan menjelajahi pantai-pantai bagus di sana. Kau juga bisa mengunjungi penduduk asli suku Sasak di desa Sade."
"Apa kau pernah ke sana?"
"Tidak, itu informasi yang ku dapat dari sini," ujar Raiden sembari mengangkat ponselnya.
"Aku ngantuk."
"Tidurlah. Nanti tiba di bandara aku akan membangunkanmu."
__ADS_1
Zafia memejamkan matanya bersandar di bahu suaminya. Dua pasangan muda yang selalu kompak dan terlihat manis jika orang biasa yang melihatnya. Namun, jika orang yang berkecimpung di dunia yang sama dengan mereka pasti akan semakin waspada dengan bersatunya Zafia dan Raiden. Keduanya bisa menjadi kesatuan yang mematikan jika bekerjasama.
Tiba di bandara, Zafia membuka mata. Mereka langsung masuk ke pesawat setelah melakukan cek in dan pemeriksaan. Raiden memilih kelas bisnis. Dia duduk bersebelahan dengan Zafia. Zafia memilih duduk di dekat jendela karena ingin melihat pemandangan laut dari atas sana.
Sudah lama dia tidak melakukan liburan. Dan dia senang karena Raiden mengajaknya honeymoon ke Lombok.
Setelah menempuh perjalanan singkat, Raiden dan Zafia telah tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka menginap di hotel Novotel yang dekat dengan sirkuit Mandalika dan menghadap pantai Kuta Lombok.
"Wah, lihat langitnya Ray. Itu bagus banget."
"Kamu capek?"
"Ga, aku justru lagi bersemangat."
"Kalau begitu ayo ikut aku, kita ke bukit Merese untuk melihat sunset."
"Oke."
Keduanya kembali keluar setelah mencampakkan kopernya begitu saja. Raiden sudah menghubungi asistennya untuk bersiap. Raiden juga sudah menyewa mobil selagi mereka berada di sana.
Setibanya di bukit Merese, Zafia lagi-lagi dibuat takjub dengan pemandangan yang menghampar di hadapannya.
"Oh, my God. Ini kayaknya aku yang kampungan deh. Ini bagus banget, Ray. Aku nyesel engga pernah mau ikut keluargaku liburan." Zafia tampaknya memang sedang dalam mood yang bagus. Senyumnya sejak tadi mengembang hingga membuat Raiden merasa sangat senang bisa membahagiakan istrinya dengan hal-hal yang sederhana.
Raiden memeluk tubuh Zafia dari belakang. Dia meletakkan dagunya di bahu Zafia. Keduanya tersenyum menatap ke arah matahari yang mulai terbenam dan Roman langsung mengambil foto keduanya untuk diabadikan.
Keduanya tiba di hotel pukul 7 malam, Raiden langsung mengajak Zafia diner romantis. Meski tubuhnya terasa lengket, tapi Zafia sangat senang sekaligus bahagia.
Awalnya pernikahan tidak pernah masuk dalam list to do kehidupannya, tapi kini setelah ia menjalani pernikahan dadakannya ia merasa sama sekali tidak menyesal.
__ADS_1
Zafia bahagia. Dia sangat senang telah mengenal Raiden suaminya. Malam ini keduanya benar-benar menikmati suasana di Lombok.