
Zafia tidak serta merta langsung datang ke markas King Devils melainnya dia memutar ke hutan di dekat markas itu. Zafia memarkirkan mobilnya di dalam hutan itu dan langsung turun. Zafia mencoba mengamati sekitarnya. Cukup sepi. Berarti mungkin memang perkelahian ada di markas.
Zafia mengambil tas yang berisi tablet dan sebuah kotak yang tak terlalu besar.
"Ayo saatnya bekerja Zeus. Kau harus bisa ku andalkan untuk yang satu ini." Zafia mengambil pengendali robot burung yang dia buat.
"Terbang dan habisi mereka."
Zafia tersenyum tipis. Dia tidak akan bertindak bodoh dengan gegabah datang dan langsung turun membantu suaminya di markas.
Meski di pinggang Zafia kini bertengger dua senjata api. Akan tetapi fungsinya hanya untuk berjaga-jaga.
Robot burung Zafia mulai terbang. Jarak tempat Zafia sekarang dari markas sekitar 200 meter. Dan robot burung yang diberi nama Zeus itu masih bisa dikendalikan dalam radius 5km.
Zafia tersenyum saat dia melihat 5 Van terparkir di luar. Dia masih mengontrol Zeus dan menghentikan Zeus di tembok markas. Dari sana Zafia bisa melihat kondisi Markas suaminya yang sudah tak karuan.
"Siapa sebenarnya yang menyerang markas?" gumam Zafia. Zeus bisa menangkap gambar Raiden yang sedang bertarung dengan seorang pria. Bahkan, ayah mertuanya juga sedang bertarung sengit.
Zafia mulai kembali menerbangkan Zeus. Saat Zeus mulai dekat kedalam markas dan Zafia sudah mengunci target. Zafia menekan tombol gun. Dan tak lama lawan Raiden seketika terkapar.
__ADS_1
Raiden yang hendak menebas kepala musuhnya kaget melihat pria itu terkapar dan ternyata tak sampai di situ. Musuh yang tadi berhadapan dengan Rian pun kini juga terkapar. Raiden tampak bingung.
Raiden dan Rian tampak bingung. Pasalnya tidak ada suara desingan senjata api, tapi jelas dari kepala mereka tampak darah memercikmemercik sebelum mereka tumbang.
Zafia bukannya takut, tapi malah tertawa. Ini benar-benar aneh.
"Maaf, Mah. Aku membunuh orang. Aku tidak mau menjadi janda belia. Anakku butuh Raiden." Zafia bergumam sembari terus menatap layar tabletnya.
Zeus adalah hasil rakitannya bersama seorang teman yang berasal dari Rusia. Tidak ada satu orang pun yang tahu mengenai penemuan mutakhir Zafia itu.
Zeus hanya sebesar burung gagak, di perut robot burung itu memuat beberapa senjata canggih termasuk bom yang sempat Zafia buat dulu.
Zafia kembali menerbangkan Zeus dan mencari sisa musuh Raiden. Tidak perlu keluar keringat untuk menghabisi semua musuh Raiden kali ini dan yang pasti suaminya tidak akan tahu perbuatannya kali ini.
Setelah memastikan semua telah aman, Zafia menggerakkan Zeus kembali padanya. Robot itu benar-benar sempurna menurut Zafia.
Namun, sayangnya teman Zafia yang memodifikasi Zeus itu, tak mau mengembangkan bakatnya padahal Zafia sudah berniat memodalinya.
Zafia mengecup robot burung itu sebanyak dua kali.
__ADS_1
"Terima kasih sudah menyelamatkan suami dan mertuaku. Ayo kita pulang sebelum ketahuan."
Zafia mematikan sistem Zeus dan lalu kembali memasukkan Zeus kedalam kotaknya. Dia segera keluar dari hutan itu dan pergi secepatnya. Zafia lupa jika tadi meninggalkan Sonya.
Kini Sonya tiba di markas besar. Dia sedikit terkejut melihat kekacauan yang terjadi di markas besarnya.
"Apa yang terjadi?"
"Orang yang mengincar nona tiba-tiba menyerang markas dengan melempar bom."
"Lalu bagaimana?"
"Sekitar 13 orang mafioso mati mengenaskan," ujar salah seorang dari anak buah Raiden sembari membereskan kekacauan.
"Oh ya, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah tugasmu menjaga nona?" tanya orang itu lagi.
Sonya menepuk dahinya. Ia baru ingat tujuannya datang ke markas.
"Kau benar. Aku kesini ingin menanyakan soal nona, apa kau melihat nona kemari?"
__ADS_1
"Tidak."
...****************...