
Sebulan sejak kabar kehamilan Zafia. Raiden melarang istrinya itu untuk keluar dari rumah, sebelum dia membereskan masalah Zafia dan hal itu sukses membuat Zafia uring-uringan akhir-akhir ini.
"Sonya, di mana Raiden?" tanya Zafia. Dia baru saja bangun tidur dan tidak mendapati Raiden ada di sampingnya.
"Bos sedang ada urusan di markas. Dia bilang tidak tega membangunkanmu."
"Alasan saja. Dia selalu begitu akhir-akhir ini. Apa dia selingkuh dariku?"
"Itu tidak mungkin, Nona." Sonya tersenyum tipis. Sejak hamil Zafia berubah menjadi sangat posesif pada Raiden.
Zafia mengambil ponselnya dan menghubungi Raiden. Namun, nomor suaminya itu tidak aktif. Dia mendengus kesal.
"Pergilah, aku mau tidur lagi."
"Maaf nona, bos sudah berpesan jika aku harus menjaga anda di sini."
"Aku tidak akan kemana-mana. Kau bisa melakukan tugasmu yang lainnya." Zafia menatap kesal pada Sonya. Dan hal itu bisa dimaklumi oleh Sonya.
"Saya akan tetap di sini. Oh ya, saya akan mengambil makanan dulu untuk anda."
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku tidak lapar."
"Anda tetap harus makan. Karena tidak hanya anda yang butuh asupan gizi. Bayi anda juga memerlukan."
"Sudah ku bilang aku tidak lapar." Zafia menutup tubuhnya dengan selimut. Sonya hanya bisa geleng kepala. Wanita itu lalu mengetik pesan pada Ramon dan melaporkan apa yang sekarang sedang dihadapinya. Dia harap Raiden segera pulang untuk menghadapi Zafia yang sedang merajuk.
Namun, dugaan Sonya salah. Bahkan sampai siang menjelang bosnya tak juga menampakkan dirinya. Entah apa yang terjadi. Ponsel Ramon juga ternyata tidak aktif. Sonya turun untuk menemui Marco.
Ia pun tak mendapati Marco ada di sana. Sebenarnya kemana perginya semua orang. Saat Sonya akan kembali masuk dia berpapasan dengan Ednan.
"Ednan, dimana Marco dan yang lainnya?"
"Mereka semua kembali ke markas. Ada masalah di markas."
"Aku juga tidak tahu pastinya. Bahkan tuan Rian sampai ikut turun tangan kali ini."
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan suamiku?"
Ednan dan Sonya membeku di tempatnya. Mereka tak menyadari kehadiran Zafia yang ternyata sudah berdiri tak jauh dari mereka.
__ADS_1
"No_na ..."
"Ada apa Ednan? apa terjadi sesuatu dengan suamiku?"
Oh my God apa yang harus aku katakan pada nona? batin Ednan.
"Cepat katakan padaku Ednan. Apa yang terjadi?"
"Markas besar diserang."
"Dan kau baru mengatakannya sekarang setelah suamiku pergi sejak tadi?"
Zafia tampak marah. Dia naik lagi ke atas dan mengambil ranselnya. Zafia juga mengganti bajunya dan kembali turun. Sonya melihat penampilan Zafia yang tampak sangat keren.
Jika aku tiba di sana dan menemukan suamiku terluka, aku akan buat perhitungan padamu, Ednan. Zafia langsung menuju garasi dan langsung menaiki salah satu mobil yang ada di sana.
Entah karena apa? Zafia tiba-tiba sangat bersemangat untuk terlibat dengan masalah King devils, padahal sebelumnya dia sering merasa khawatir. Yang dia tahu saat ini dia ingin segera sampai dan masih mendapatkan bagian untuk menghajar para perusuh yang mengganggu suaminya.
Sonya menyusul istri bosnya dengan menaiki mobil lain. Habislah dia kali ini. Raiden pasti akan marah besar nanti.
__ADS_1
"Nona, semoga kau baik-baik saja. Kau bisa membuat kami semua bermasalah nanti." gumam Sonya. Dia semakin melaju dengan kecepatan tinggi karena mobil Zafia sudah tidak terlihat.
...****************...