
...Selamat Membaca...
Mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya diiringi oleh isak tangis keluarga, para tetangga tak menyangka wanita muda yang baru saja menikah kini terbujur kaku dan terbungkus kain kafan.
Para pengantar jenazah satu per satu meninggalkan lokasi pemakaman, tante Lisa dan om Sahid pun melangkah dengan lesu menuju mobilnya begitu pula dengan kami sekeluarga. Yang tertinggal hanya Oman dan Zayyan yang tidak tega meninggalkan sahabat sekaligus adik iparnya.
“Yan,,, ternyata Zalsa mengetahuinya, “ sambil menatap lurus gundukan tanah yang masih basah didepannya
“Maksudmu?” Zayyan mengalihkan pandangannya kearah Oman dengan menautkan alisnya
“Saat sakratul maut, Zalsa berbisik dan meminta maaf karena merasa bersalah, “ dengan tatapan menerawang mengingat wajah pucat istrinya meminta maaf padanya.
“Bicara yang jelas, Man,,, “ meskipun sedih dengan kepergian saudara kembarnya namun rasa penasarannya tak dapat Zayyan lewatkan
“Zalsa tau kalau aku mencintai Zabina,,,” dengan tatapan sendu pada gundukan tanah yang masih basah didepannya, Oman menjawab Zayyan dengan singkat dan jelas.
" Aku jahat, Yan,,,,sampai akhir hayatnya, aku gak bisa mencintainya,,,," airmata Oman menetes merasa bersalah pada Zalsa yang ternyata mengetahui keadaan sebenarnya.
__ADS_1
“Jangan dibahas lagi dan hilangkan Zabina dari hati dan pikiranmu. Kamu harus tegar jangan mengecewakan almarhumah dengan kesedihan yang berkepanjangan, sekarang kita pulang ke rumah. Nanti malam acara tahlilan, kita harus bersiap-siap, “
Zayyan dan Oman kemudian beriringan keluar dari area pemakaman dan menuju mobil Zayyan yang terparkir tidak jauh dari area pemakaman.
Setengah jam kemudian mereka tiba di rumah, hanya anggukan pelan sebagai pengganti sapaan, lalu Oman menuju tangga untuk naik ke kamar tidur mereka.
‘Aku menyayangimu seperti adikku, Zalsa. Maaf jika selama pernikahan kita, aku tidak bisa mencintaimu ’ batinnya sambil menangis.
Masing-masing berada di dalam kamar karena kesedihan yang mendalam. Ayah Sahid dan bunda Lisa istirahat di kamar tamu, mereka sepakat hari ini menginap untuk saling memberi dukungan.
Devania dan Arya sangat terpukul dengan kepergian Zalsa, meskipun mereka tahu kemungkinan terburuknya akan seperti ini. Jodoh, maut, dan rezeki telah ditentukan oleh Sang Khalik, kita hanya harus ikhlas menerimanya.
Dikamar Zayyan larut dalam lamuannya memikirkan pembicaraannya dengan Oman sebelum meninggalkan pemakaman.
Apakah karena Zalsa tahu perasaan Oman pada Zabina sehingga mengabaikan jadwal cuci darahnya???? Bagaimana jika Oman ingin memperjuangkan cintanya pada Zabina ??? Apa yang akan terjadi pada Zabina ??? Zayyan memejamkan matanya karena kelelahan
Didalam kamar, Zabina berbaring dan menerawang menatap langit-langit kamarnya. Terkadang aku iri pada kak Zalsa yang disayangi oleh semua orang, tidak seperti diriku yang lebih sering mendapat omelan dari mama karena sikapku.
__ADS_1
Para tetangga mulai berdatangan mengadakan tahlilan untuk memberikan doa terbaik untuk almarhumah kak Zalsa, meskipun kak Zalsa diakhiri akhir hayatnya jarang keluar namun para tetangga mengenalnya.
Oman dan Zayyan berjalan berdampingan kemudian duduk diam diantara bapak-bapak. Ketampanan keduanya yang berada diatas rata-rata membuat ibu-ibu yang tadinya datang dengan tujuan untuk berdoa kini seolah melupakan tujuan kedatangan mereka.
“Wah,,,tampannya. Aku tak mempermasalahkan status dudanya jika ingin memperistri anak gadisku,,,” suara bisik-bisik ibu-ibu itu mengganggu pendengaran Zabina
“Kalau aku boleh memilihkan anak gadisku, maka aku pilih nak Zayyan yang masih perjaka dan tajir,,,,” suara yang lain ikut menimpali membuat Zabina geram dan berpindah tempat duduk
Kenapa ibu-ibu itu tidak punya rasa malu, terang-terangan mengharapkan pria yang sama sekali tidak mengenalnya. Ingin rasanya aku berteriak ditelinga mereka jika makam kak Zalsa belumlah kering. Aku tidak akan rela membiarkan kakakku Zayyan memiliki istri dari mertua matre seperti kalian.
Pak ustadz selesai menyampaikan ceramah dan berdoa untuk almarhumah kak Zalsa, rasa sedih menyelimutiku kini aku hanya berdua dengan Zayyan.
***
maaf othor telat up, sibuk ngurus pendaftaran anak 😁😁
jangan lupa dukungannya
__ADS_1