
...Selamat menikmati...
Hari-hari yang dilalui Oman bersama Zabina dalam ikatan pernikahan, perlahan Zabina sudah mulai menerima statusnya sebagai seorang istri. Setiap pagi ia selalu menyiapkan semua kebutuhan Oman hanya saja ia belum menemukan cara untuk memutuskan hubungannya dengan Alif.
Akhir-akhir ini Alif dan Zabina jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Alif sibuk mengurus perusahaannya sedangkan Zabina sibuk dengan kuliahnya. Terkadang mereka janjian namun Alif yang lebih sering ingkar karena kesibukannya dan Zabina sangat mengerti dengan keadaan sang kekasih.
Karena jadwal perkuliahan Zabina hari ini sangat padat dan sebentar lagi akan ujian, maka Zabina berencana mengunjungi Alif di rumahnya. Ia tidak ingin terus-terusan merasa bersalah pada suaminya yang tidak pernah mempermasalahkan hubungannya dengan Alif yang masih berlangsung hingga saat ini. Berkali-kali Zabina menghubungi Alif namun selalu dijawab oleh operator yang artinya Alif menonaktifkan ponselnya.
Akhirnya Zabina tiba di depan sebuah rumah mewah, Zabina langsung memasuki pintu gerbang setelah satpam yang menjaga rumah mewah keluarga Handoko membukakan pintu. Para pekerja dirumah mewah milik keluarga Handoko sudah mengenal Zabina dengan baik.
Bapak Handoko juga merupakan salah satu pebisnis besar di tanah air meskipun masih berada dibawah Oman dan Zayyan serta perusahaan Oma Bella yang diwariskan pada Zabina
__ADS_1
Suasana rumah mewah tersebut sepi karena para pekerja akan kembali kerumah belakang jika pekerja mereka telah beres yang memang dikhususkan untuk mereka dan akan kembali ke rumah utama jika saatnya untuk menyiapkan makan malam.
Zabina mendorong pintu rumah dan langkahnya tertahan melihat sepatu wanita yang teronggok dilantai dekat sofa. Dengan perasaan campur aduk, Zabina terus melangkah dengan perlahan mendekati kamar Alif, pintu kamar yang tidak rapat memudahkan Zabina untuk mendorongnya tanpa mengeluarkan bunyi. Suara desahan erotis disertai tontonan secara live membuatnya membeku, matanya membulat sempurna sambil kedua tangannya menutup mulutnya. Entah ia harus bersyukur dengan kejadian dihadapannya atau marah karena dikhianati, tapi anehnya hati Zabina tidak merasakan sebuah luka ataupun kesedihan. Hanya matanya yang merasa ternoda dengan kelakuan tak senonoh mantan kekasihnya. Yah Zabina sudah memutuskan hubungannya saat melihat adegan 21++ kekasihnya dengan wanita lain, meskipun belum diucapkan.
"Astaga, daripada kalian melakukan dosa lebih baik kalian segera menikah. " Zabina bersuara datar dan dingin setelah beberapa menit menyaksikan pergumulan dosa sepasang anak manusia itu.
Pasangan muda berbeda jenis kelamin itu tersentak kaget, Zabina membuang pandangannya ketika Alif beranjak dari atas tubuh wanita yang berada dibawahnya, karena tak tahan melihat tubuh naked keduanya, sebelum Zabina meninggalkan mereka terlebih dahulu ia memutuskan hubungannya dengan Alif tanpa airmata atau penyesalan.
Alif tak terima dengan keputusan sepihak Zabina, ia ingin mengejar Zabina namun keadaannya yang naked membuatnya hanya bisa mengerang frustasi sambil menjambak rambutnya.
"Arrrrrggghhhh,,,,sayang jangan pergi. Maafkan aku !!!" Alif berteriak memanggil Zabina yang semakin menjauh dan akhirnya melajukan mobilnya perlahan keluar dari pintu gerbang rumah mewah milik keluarga Handoko.
__ADS_1
Entah Zabina harus bersyukur dengan kejadian barusan atau harus menyesalinya. Rupanya alam semesta mendukung rencananya untuk memutuskan hubungannya dengan Alif tanpa harus bersusah payah Zabina telah menemukan sendiri jalannya.
Apakah ini pertanda jika sebenarnya ia dan Oman memang ditakdirkan untuk bersama ??? Zabina terus mengemudikan mobilnya dengan perasaan tenang dan sedikit bersantai meskipun otaknya dipenuhi berbagai pikiran bagaimana kelanjutan kehidupan pernikahannya.
Zabina menghentikan mobilnya didepan sebuah supermarket untuk membeli cemilan persiapan kerja tugas malam hari, Zabina segera mengambil troli dan kemudian mendorongnya lalu mengambil beberapa cemilan kesukaannya lalu berjalan kearah kasir dengan antrian yang cukup panjang. Untuk menghindari rasa bosan menunggu antrian, Zabina memilih menyibukkan diri dengan merambah dunia maya melalui ponsel pintarnya.
Zabina meringis melihat lima puluh notifikasi panggilan tak terjawab dari Alif dan pesan yang dikirimkan. Zabina memilih untuk mengabaikan panggilan dan pesan dari pria yang berlumuran dosa. Membayangkan adegan panas mereka membuat Zabina merinding dan jijik dalam waktu yang bersamaan.
💥💥💥💥💥
Jangan lupa dukungannya dengan komen, like, boom like, favorit dan votenya. Dukungannya cukup pakai point ya, jangan koin soalnya mahal 🤭🤭 kebiasaan emak-emak yang suka gratisan
__ADS_1
Salam hangat dari dunia halu