CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 27


__ADS_3

...Happy reading...


Tiba di kampus bersamaan dengan Laura dan Diyah,  Zabina terlebih dahulu keluar dari mobil mewah miliknya disusul dengan kedua sahabatnya, mereka kemudian segera berjalan menuju kelas. Ketiganya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan agar secepatnya mereka menyelesaikan pendidikannya.  Diyah berencana akan melanjutkan S3 di Inggris sedangkan Zabina dan Laura lebih memilih untuk memimpin perusahaannya.


Waktu terus berlalu,  jam perkuliahan untuk minggu inipun telah  berakhir. Zabina, Laura dan Diyah kini berada di kafe menikmati kebersamaan yang sangat jarang mereka lakukan sejak wisuda karena setelahnya ketiga sahabat itu langsung terjun pada perusahaan masng-masing, kecuali Zabina yang memilih untuk membantu kakaknya yaitu Zayyan.


Sambil menunggu pesanan, ketiganya terlibat pembicaraan yang seru khas mereka. Masing-masing memiliki bahan gibahan, mulai dari pekerjaan hingga kehidupan pribadi. Mereka tidak pernah saling menutup-nutupi apapun persoalannya dan akan mencari solusi bersama-sama.


“Na, gimana hubunganmu dengan Alif ??? hargai perasaan kak Oman dong, meskipun kalian menikah karena terpaksa.” Laura langsung menasehati sahabatnya.


“Bisa gak, sih, jangan bahas lagi masalah Alif. Aku sudah memutuskannya.”


“Kok secepat itu ??? jangan bilang kamu sudah belah duren atau sudah jatuh cinta sama kak Oman. Tapi wajar sih, toh dia suami sah kamu.” Kali ini Diyah yang penasara dengan rumah tangga sahabatnya yang ia tau menikah karena wasiat.


“Kemarin aku mengunjungi Alif untuk memutuskan hubungan kami dan semesta rupanya mendukung niatku. Aku bahkan melihat adegan 21++ secara langsung antara Alif dengan seorang wanita.” Sambil menatap kedua sahabatnya secara bergantian.


“Maksudmu ??? adegan ***-*** ??? atau mantap-mantap ???” Diyah yang terkenal dengan ucapannya yang tak pernah disaring bertanya antusias d langsung dipelototi oleh Laura


“Emang apa bedanya ***-*** dengan mantap-mantap ??? Laura malah lebih penasaran dengan kata-kata Diyah

__ADS_1


“Ya bedalah, anak dibawah umur gak boleh membahas hal-ha yang tabu seperti itu.” Jawab Diyah santai dan langsung mendapat pukulan dari keduanya


“Astogeehhh, kalian jangan pukul kepala dong, kasian otak cerdasku. Gimana kalau bergeser gara-gara tangan jahat kalian.” Dengan wajah dibuat-buat memelas, Diyah mengusap kepalanya bekas pukulan kedua sahabatnya.


Saat mereka sedang menikmati hidangan yang telah tertata rapi didepannya, dari arah pintu terlihat seorang gadis sedang memasuki kafe sambil bergelayut mesra dilengan seorang pria tampan yang menyita perhatian pegunjung yang lain. Kecuali Zabina, Laura dan Diyah lebih memilih mengisi perutnya daripada memperhatikan sekitarnya.


Setelah urusan dengan perut selesai, barulah ketiganya  melihat sekeliling untuk mencari tau sesuatu yang menghebohkan barusan. Laura yang melihat Oman duduk tak jauh dari mereka bersama seng gadis yang duduk samping Oman sambil bergelayut manja. Dalam hati Laura berdoa agr Zabina tidak melihatnya, namun rupanya doa yang ia panjatkan terlambat karena sahabatnya sudah melihatnya.


Laura dan Diyah saling melempar pandangan, mereka khawatir sifat bar-bar sahabatnya muncul kepermukaan, siapa yang tidak emosi dengan pemandangan yang menyakitkan hati. Diluar dugaan keduanya ternyata Zabina hanya menatap dengan tatapan biasa seolah tak mengenal Oman. Berbeda dengan Oman yang terkejut melihat Zabina yang duduk bersama teman-temannya, baru saja Oman akan menghampirinya namun Zabina dan kedua sahabatnya telah berdiri dan melenggang keluar dan melewatinya dengan santai.


“Man, kamu sakit ?? kok mendadak pucat, tadi sepertinya kamu baik-baik, aja.”  Dengan wajah khawatir Lena memperhatikan perubahan wajah pria yang telah mengisi hatinya sejak mereka kuliah diuniversitas yang sama.


Oman tak memperdulikan kekhawatiran Lena sahabatnya dan Zayyan.  Mereka bertiga adalah sahabat karena selain berasal dari negara yang sama  mereka juga kuliah pada jurusan yang sama.  Pikiran Oman hanya tertuju pada Zabina apakah istrinya itu marah atau tidak mengingat Oman tidak sempat menghubungi istri yang belakangan ini sudah mulai menerima pernikahan mereka.


Flashback on


Oman yang sedang sibuk diruangannya, melihat pada CCTV diruangannya Dirga sedang bersitegang dengan seorang wanita yang ia kenal adalah sahabatnya dan segera keluar memisahkan keduanya.


“Dirga, Lena, ada apa dengan kalian,  kenapa bertengkar layaknya anak kecil !!!” teriak Oman dan berhasil membuat keduanya terdiam

__ADS_1


“Pecat aja nih karyawanmu yang sombong. “ Lena mengadukan Dirga sambil menunjuknya dengan dagu.


Dirga mendengus kasar melihat Lena mengadukannya seraya bergelayut manja pada lengan bosnya.


‘Istri sahnya aja gak berkelakuan seperti itu,  lagian si Oman kayak laki-laki jablay aja,  menerima perlakuan seperti itu.  Diliat Zabina baru tau rasa.’  Gumam Dirga dengan sorot mata tajam pada keduanya


Flashback off


Disinilah mereka berakhir,  Oman yang tidak ingin Lena merecokinya dikantor kemudian mengajaknya keluar makan siang bersama.  Tidak ada salahnya kan menjamu sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.


Akan tetapi rupanya  nasib dan takdir baik tidak berpihak padanya karena baru saja ia akan menghubungi Zayyan,  namun netranya menangkap pergerakan wanita yang memenuhi relung hatinya dan sedang menatapnya tanpa ekspresi.  Tatapan kecewa, terluka ataupun marah tak terlihat sama sekali. Hal inilah yang membuat Oman gelisah. Ia ingin segera meninggalkan kafe dan segera menemui Zayyan untuk menjelaskan semuanya


“Maaf Len, aku harus pergi ada yang harus aku selesaikan.” Tanpa menunggu jawaban Lena,  ia segera berdiri dan berjalan dengan langkah lebar menuju pintu keluar.


Tiba di parkiran,  Oman langsung menginjak gas mengarahkan mobilnya kejalan raya menembus padatnya ibukota menuju perusahaan TripZA Corp dimana sahabat sekaligus kakak iparnya bertahta.


🎶🎶🎶🎶


Up_nya satu bab dulu,  ya.  Insya Allah malam lagi kalo othornya sempat 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya seperti biasa.


Salam hangat dari dunia halu


__ADS_2