CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 17


__ADS_3

...Selamat membaca...


Seminggu sudah usia pernikahan Oman dan Zabina, bunda dan ayah Oman pun sudah kembali ke kediamannya beberapa hari yang lalu.


Seperti biasa mereka menikmati sarapan bersama dengan hikmat tanpa bersuara hingga tuntas sebelum berangkat ke kantor.  Zabina selalu menghindari tatapan mata Oman, bayangan semalam berada dalam dekapan pria yang berstatus suaminya membuatnya salah tingkah.


“Apa gak sebaiknya kamu kerja dikantor nak Oman,  aja  sayang,,,” Arya bertanya dengan nada lembut pada putri bungsunya setelah mereka menyelesaikan sarapannya.


Zabina hanya tersenyum kecut sebagai jawabannya kemudian mencium punggung tangan mommy dan daddynya lalu berjalan kearah mobilnya. Diikuti oleh Zayyan yang juga akan ke kantor. Oman hanya menatap istrinya yang keras kepala.


‘Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku ‘. Batin Oman seraya berjalan kearah mobilnya.


Ketiga mobil tersebut kemudian beriringan keluar dari pintu gerbang rumah mewah keluarga Arya, namun mobil Zabina mengambil jalan yang berlawanan dengan arah kantor Zayyan. Oman yang berada tepat dibelakang mobil Zabina mengerutkan alisnya.  Baru saja Oman akan mengikuti Zabina, ponselnya berdering dan menampilkan nama Dirga sekretarisnya menelpon.


Drrrrttttt drrrrttttt


📲” Hmmm,,,aku masih dijalan !” tanpa basa basi Oman langsung menjawab panggilan Dirga.  Ia teringat meeting pagi-pagi yang harus dihadirinya dengan investor asing.

__ADS_1


Oman memukul stir mobilnya kemudian memutar balik mobilnya menuju perusahaan Gobel's Fath Corp. Meskipun penasaran kemana istrinya pagi-pagi, namun ia juga tidak ingin melewatkan meeting yang sangat penting bagi perusahaannya.


‘Astaga si bos jutek banget,,,alamat aura gelap akan menyelimuti kantor seharian ‘. Gumam Dirga memijit pelipisnya


“Ngapain pagi-pagi udah pusing ,,,” tiba-tiba Rangga datang dan memukul meja kerja Dirga sehingga si empunya meja terjingkat kaget.


“Astagfirullah,,,Rang,  kamu mau aku mati muda  ??? Gimana kalau aku punya riwayat penyakit jantung,,,” sungut Dirga kesal


“Rang,,,Rang,,,namaku Rangga Dwipangga  !!! Enak aja manggilnya sepotong-sepotong gitu.  Emangnya semut rangrang,,,” Rangga mengomeli Dirga tak kalah kesalnya yang selalu seenaknya memanggil namanya hanya depannya saja.


Wajah kesal Dirga berubah bersamaan dengan tawa bahagia melihat kekesalan sahabatnya.  Sejenak Dirga melupakan Oman yang sepertinya sedang kesal diujung telpon beberapa saat lalu. Rangga dan Dirga terlibat pembicaraan unfaedah hingga keduanya tak menyadari sepasang mata elang menatap dengan tajam dan berjalan menghampiri mereka.


Rangga menatap Dirga dengan wajah penuh tanda tanya,  biasanya juga mereka saling bercanda sebelum jam kerja,  bahkan terkadang bos sekaligus sahabat mereka turut serta. Dirga yang ditatap oleh Rangga hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.


Dirga segera mengambil berkas yang tersusun rapi dan membawa keruangan presdir,  sedangkan Rangga terlebih dahulu berada didalam ruangan tersebut.


Sementara itu disebuah kampus ternama diibukota,  Zabina dan kedua sahabatnya yaitu Laura dan Diyah terlibat pembicaraan yang serius.  Ketiganya sedang dilema,  karena disatu sisi mereka berencana melanjutkan studi namun disisi lain mereka juga diharuskan mempersiapkan diri untuk menggantikan orangtua mereka memimpin perusahaan.

__ADS_1


“Bisa gak sih,  aku bagi waktu antara sekolah dengan perusahaan  ???” Laura terlihat frustasi


“Kalau pas ada meeting penting, gimana  ???!!!” seru Diyah mengacak-ngacak rambutnya


“Kalian kenapa sih,  jalani aja dulu.  Kalian kan punya asisten dan sekretaris,  manfaatkan mereka.  Lagian kan emang sudah tugas mereka untuk membantu pekerjaan kalian,,,” Zabina mencoba menenangkan kedua sahabatnya yang terkadang o'on.


“Tapi kalau pas meetingnya gak bisa diwakili,  gimana  ???” Diyah masih memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.


“Ck, meeting kayak gitu kan gak setiap hari,  Mumun. Kamu gak malu sama karyawanmu yang pendidikannya rata-rata S2 sedangkan kalian para bos hanya S1,,” sambil menoyor kepala Diyah


Laura menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Zabina. Memang mereka harus melanjutkan pendidikan dengan jurusan Manajemen Bisnis agar bisa mengerti seluk beluk dalam menangani perusahaan,  mengingat jurusan mereka sebelumnya adalah arsitek.


Setelah urusan mereka dikampus selesai, Zabina mengajak kedua sahabatnya ke kafe. Sebelumnya Zabina telah mengirimkan pesan pada Zayyan bahwa ia akan ke kantor setelah jam istirahat. Zabina memutuskan untuk menceritakan pernikahannya pada Laura dan Diyah.  Mereka bertiga memang tidak pernah menyembunyikan sesuatu. Mereka saling terbuka apapun masalahnya.


🎶🎶🎶🎶


hari ini up dua episode ya. kemarin gak sempat 🙏🙏🙏

__ADS_1


semoga memuaskan para readers dan jangan lupa dukungannya


__ADS_2