CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 47


__ADS_3

...Happy reading beloved readers...


Hari bahagia yang disepakati Oman dan Zabina bersama keluarga.  Oman dengan wajah bahagia kini duduk di hadapan penghulu bersama ayah Sahid dan daddy Arya serta Zayyan.  Sedangkan dikamar pengantin, Zabina ditemani oleh bunda Lisa dan mommy Vania.


“Cantik banget anak gadisnya mommy  ... “.


“Kan mommynya cantik jadi anaknya pasti cantik dong. “ balas bunda Lisa tersenyum bahagia menatap menantunya yang cantik sumber kebahagiaan putra tunggalnya.


“Sayang,  kehamilannya gak usah ditunda-tunda,  ya. Kami sudah pingin gendong cucu yang lucu-lucu.” Lanjut bunda Lisa dan diangguki oleh mommy Vania


Mendengar permintaan bunda Lisa, membuat wajah Zabina memerah menahan malu. Bisa-bisanya bunda meminta cucu dengan enteng seperti itu. Emangnya segampang itu bikin cucu  ? macam buat kue saja,  sekali aduk langsung jadi.


Terdengar teriakan kata SAH dari ruang tamu menandakan acara ijab qabul telah selesai,  Zabina didampingi oleh mertua dan mommynya berjalan keluar dari kamar pengantin dengan langkah anggun.  Oman yang berdiri menunggu hingga istrinya tiba didepannya tak henti-hentinya tersenyum.


Secara bergantian mereka saling memasangkan cincin dijari manis masing-masing,  setelah itu Zabina menyalami suaminya dan mencium tangannya sebagai tanda bakti seorang istri.  Kemudian Oman mencium dahi Zabina dengan hikmat dan cukup lama.  Walaupun bukan untuk pertama kalinya namun Oman tetap merasakan sesuatu yang berbeda.


Setelah semua rangkaian acara ijab qabul selesai dan bapak penghulu meninggalkan rumah mewah keluarga Arya. Mereka kembali duduk melepaskan rasa penatnya sejenak karena malam harinya acara puncak keduanya yaitu resepsi pernikahan.

__ADS_1


“Mas,  tolong pintunya di tutup aku mau ganti baju. “


Tanpa disuruh untuk kedua kalinya,  Oman segera menutup pintu dan mendekati Zabina yang sedang berusaha membuka kebaya.


“Butuh bantuan,  sayang  ?”


“Iya nih, mas.  Kebayanya susah banget dibukanya. “


Oman mengecup sekilas leher jenjang Zabina yang sejak tadi terekspose dan seolah menantang Oman untuk segera dicium.  Sejak selesai ijab qabul,  Oman terus menerus menahan diri untuk tidak tergoda namun kali ini sepertinya sudah tidak mungkin lagi ia mengendalikan dirinya.


“Maafkan mas sayang.  Mas gak bisa menyiksa diri terus. “ sambil memeluk tubuh ramping Zabina.


Kedua insan yang sedang dimabuk asmara,  akhirnya berpagutan.  Bibir mereka bertemu dan terdengar decapan dari keduanya. Sesaat mereka lupa diri hingga Zabina tersadar ketika telapak tangan Oman bermain di d***nya.


“Ahhh masss,  hentikan. “ seraya mendorong tubuh Oman menjauh,  namun desahan lolos dari bibirnya yang ranum


“Sayang,  kok di dorong sih,  lagi tanggung juga. “ Omel Oman tak terima istrinya mendorongnya

__ADS_1


Zabina berlari masuk kedalam kamar mandi dengan wajah merona menahan malu.  Ia malu mendengar desahan yang keluar dari bibirnya.


‘Bisa-bisanya aku mengeluarkan suara menjijikkan seperti itu. ‘ gumamnya kemudian membersihkan dirinya.


Menghabiskan waktu dua puluh menit  untuk melakukan ritual mandinya,  kemudian Zabina perlahan keluar dari kamar mandi walaupun malu namun tidak mungkin juga kan dirinya tetap berada didalam kamar mandi sementara malam nanti akan diadakan resepsi pernikahannya.


Oman menatap wajah segar Zabina yang baru saja mandi.  Aroma strawberry menguar penciumannya.  Perlahan Oman kembali mendekati Zabina dan langsung mengisap wangi segar tubuh istrinya,  sehingga Zabina merinding geli.


“Mas,  jangan seperti ini ah, geli. “ rengek Zabina meminta dilepaskan


“Kamu harus terbiasa sayang,  mulai hari ini dan seterusnya, setiap kamu selesai mandi,  mas harus mengisap langsung aroma tubuhmu. “ bisiknya sambil sedikit menggigit telinga Zabina.


Zabina hanya bisa pasrah mendapat perlakuan Oman yang tiba-tiba berubah mesum dan tidak ingin dibantah.  Baru kali ini Zabina menyadari sisi lain dari pria yang kini menjadi suaminya.  Mesum dan suka seenaknya.


🍒🍒🍒🍒🍒


...Selamat menikmat...

__ADS_1


__ADS_2