
...Happy reading...
Berhasil menyingkirkan badmoodnya dari pertanyaan sang suami yang kembali mengingatkan bayangan adegan panas mantan kekasihnya dengan seorang wanita yang melukai harga dirinya sebagai wanita. Bukan karena adegan laknat itu akan tetapi Alif melakukannya saat mereka masih berstatus sebagai sepasang kekasih. Zabina tersenyum geli, mengapa ia harus merasa harga dirinya terluka ??? Bukankah dirinya lebih parah dengan status sebagai istri seseorang padahal mereka belum sepakat memutuskan hubungan asmara mereka ??? Lagi-lagi senyuman mengejek menghiasi wajahnya entah untuk siapa senyuman itu.
“Huuufffff ,,,” tarikan berat napas dari Zabina terdengar ketika ia membuangnya kasar, kembali fokus pada laptop dihadapannya yang menunggunya. Hanya dalam hitungan detik Zabina telah menenggelamkan diri dengan tugas-tugasnya tanpa memperdulikan jam dan waktu yang terus bergerak.
Inilah kelebihan yang dimiliki oleh seorang Zabina, ia mampu mengendalikan perasaannya seberat dan sesusah apapun. Baginya kesusahan atau kesulitan jangan pernah mengganggu kegiatan yang lainnya. Salah satu didikan Oma Bella dan Opa Sony yang melekat sempurna dalam dirinya. Oma dan opanya selalu mengajarkannya bagaimana seharusnya menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan sehingga ia menjadi wanita yang tangguh dan berkemauan keras.
Rasa capek dan lelah seharian berada diluar dan kini tengah bergelut dengan laptop untuk menyelesaikan tugasnya. Rasa kantuk yang menyerang tanpa ampun membuat Zabina tak bisa lagi beranjak sekedar untuk kembali kekamar tidur. Zabina kemudian berbaring guna mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang terkuras.
Tok tok tok tok
__ADS_1
Di depan pintu ruang belajarnya, ketukan pintu terdengar semakin keras siapa lagi kalau bukan Oman yang mengetuk pintu. Namun tidak ada respon dari dalam ruangan, Zabina sudah terlanjur mengembangkan layar perahunya menuju mimpi yang indah.
Oman kembali ke kamarnya dengan wajah ditekuk membayangkan melewati malam tanpa memeluk istrinya. Beberapa bulan terakhir sudah menjadi kebiasaannya selalu tertidur dengan memeluk istrinya walaupun harus menunggu sang istri tertidur untuk melancarkan aksinya.
Cahaya mentari pagi kembali menampakkan diri dengan sinarnya yang hangat, memaksa penghuni alam semesta untuk kembali tersadar dari mimpi indahnya. Tak terkecuali Zabina yang bangun dengan terburu-buru, setengah sadar ia kemudian keluar dari ruang belajarnya setelah terlebih dahulu menyikat gigi dan cuci muka. Ia segera turun dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi mereka. Meskipun ART sudah membuat nasi goreng akan tetapi Zabina yang selalu menatanya diatas meja. Sebagai salah satu bentuk pengabdiannya pada suami, walaupun masih melayani suami hanya sebatas hal-hal yang wajar.
Tak lama kemudian Oman pun berada di meja makan dengan pakaian lengkap siap berangkat ke ke kantor. Melihat Oman yang sudah berpakaian rapi, Zabina tersenyum manis namun berbeda dengan senyum Oman yang terkesan dipaksakan.
“Maaf kak, aku bangun kesiangan jadinya gak sempat menyiapkan baju kantor kak Oman.” Dengan rasa bersalah Zabina mencoba tersenyum manis.
“Sarapan duluan aja, kak, aku mandi dulu takut terlambat kuliah. “ Zabina setengah berlari kearah kamarnya
__ADS_1
Oman hanya mendengus kasar dan menatap Zabina dengan datar , kemudian menyantap sarapannya hingga tuntas, kemudian duduk diruang keluarga dengan berkas ditangannya smbil menunggu Zabina turun. Kebiasaan yang mereka lakukan setiap pagi adalah bersamaan keluar dari rumah meskipun berbeda mobil dan tentunya juga berbeda tujuan.
“Lho, kak Oman belum berangkat ? ntar telat lho .” Zabina sudah berdiri tegak didepan Oman yang masih sibuk dengan berkasnya.
Dandanan Zabina yang apa adanya namun tampak sangat memukau membuat Oman seolah tak ikhlas mengalihkan pandangannya. Oman yang biasanya mampu memikirkan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi perusahaannya, namun kali ini ia tak bisa berpikir jernih. Dengan baju yang sederhana saja, Zabina sudah nampak cantik bagaimana kalau ia memakai pakaian bermerk ??? Lagian hanya ke kampus masa Zabina harus memakai pakaian mahal. Zabina bukanlah wanita yang suka pamer kekayaan melalui penampilan yang berlebihan. Ia selalu tampil dengan gaya sederhana
Berbalut celana jeans dan baju kaos meskipun terlihat sederhana namun harganya jangan ditanya lagi, begitupula dengan tas selempang kecil kesayangannya. Othor hanya mampu berdecak kagum karena iripun rasanya kurang baik, semua hanya ada dalam dunia novel.
🎶🎶🎶🎶🎶
Maafkan othor yang kemarin gak up. Semua karena sibuk ngurus pendaftaran sekolah anak. Sekali lagi maafkan curhatan singkat othor
__ADS_1
Selamat menikmati. Jangan lupa dukungannya dengan komen, like, boom like atau favorite. Jangan lupa pula jika sekuntum bunga atau secangkir kopi buat othor. Tolong jangan katakan othor banyak permintaan. Semua paka point aja. INGAT JANGAN PAKAI KOIN MAHALLL !!!!
Salam hangat dari dunia halu