CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 21


__ADS_3

...Selamat membaca...


Selesai menjelajahi rumahnya,  Oman membawa Zabina ke perusahaannya.  Meskipun Zabina memintanya agar mengantarkannya ke perusahaan TripZA,  namun Oman tetap melajukan kendaraannya menuju Global’s Fath Corp, perusahaan miliknya


“Kak, pekerjaanku masih banyak,  kasian kak Zayyan jika aku resign tapi pekerjaanku belum kelar. “


“Mas juga ingin ditemani kerja oleh istri .” Oman ngotot membawa Zabina ke perusahaannya.


Zabina hanya bisa melotot mendengar ucapan Oman kemudian mengalihkan pandangannya keluar jalan raya menikmati hiruk pikuk jalanan yang ramai dengan suara klakson yang ingin saling mendahului.


Tiga puluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi tiba di depan lobby perusahaan.  Zabina segera keluar dan berjalan mendahului Oman memasuki lobby perusahaan. Semua mata tertutup padanya namun Zabina tetap melangkahkan kakinya menuju ke arah lift.  Oman mengikuti langkah Zabina dan langsung menarik tangan halus milik wanita yang telah berhasil mengisi hatinya.


Baru saja mereka memasuki ruangan kerja Oman yang luas dan berkelas,  tiba-tiba ponsel Zabina berdering dan langsung dijawab disertai senyuman manis menghiasi wajah cantiknya.

__ADS_1


📲”Assalamualaikum beib, tumben nelpon. “ Zabina menyapa dengan lembut dan senyum bahagia yang menghiasi wajah cantiknya dan mampu membuat mood Oman memburuk mendengar sapaan mesra istrinya.


📱”Waalaikumsalam,,,kangen beib,,,” terdengar jawaban dari ujung telpon.  Meskipun tidak terdengar jelas ditelinga Oman namun ia bisa memastikan jika yang menghubungi istrinya adalah Alif.  Pria yang sangat dekat dengan istrinya.


Rahang Oman mengeras dan segera memanggil Dirga dan Rangga keruangannya kemudian memerintahkan agar segera memanggil kandidat asisten Dirga


“Pilih yang paling cantik,  menarik dan cerdas. “ titah Oman pada keduanya dingin dan terdengar dengan jelas ditelinga Zabina.


Zabina tak mempermasalahkan apalagi protes dengan kata-kata Oman,  baginya wajar saja jika mereka memilih sekretaris yang menarik dan pintar.  Bukankah seorang sekretaris memang harus seperti itu ??? Sewaktu-waktu harus bisa mewakili bosnya jika diperlukan.


Melihat kepala bosnya mengangguk,  Dirga segera keluar memanggil ketiga kandidat asisten sekretaris yang telah lolos seleksi.  Rangga dan Dirga menyeleksi mereka dengan sangat ketat hingga tersisa tiga kandidat utama.


Zabina yang merasa terganggu dengan keributan dari ketiga wanita cantik nan seksi segera keluar ruangan melanjutkan pembicaraannya dengan Alif. Nampak Zabina sesekali tertawa mendengar guyonan Alif dibalik telpon. Oman yang melihat Zabina tertawa lepas semakin mengeraskan rahangnya. Tangannya terkepal dibawah meja kerjanya. Ia tidak fokus lagi dengan ketiga kandidat tersebut.

__ADS_1


Ketiga wanita cantik didepannya memasang senyuman manisnya berharap dirinya diterima menjadi asisten sekretaris utama salah satu perusahaan terbesar dinegeri ini. Entah ketiganya tulus ingin bekerja dan mengais rejeki atau memillik maksud tertentu mengingat ketiga pria dewasa tersebut sangat tampan dan sayang jika hanya dipandang.


“Ga,  kamu pilih aja yang cocok untuk menjadi asistenmu,  begitu juga dengan Rangga agar kalian bisa lebih fokus bekerja. “ Oman memutuskan untuk memberikan keduanya asisten agar pekerjaan yang tidak terlalu penting bisa dikerjakan oleh para asisten mereka.


“Tapi bos,  akan ada satu yang harus ditolak. “ Rangga merasa tidak enak dengan ketiga wanita cantik.  Rangga adalah tipe pria yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada apalagi menyangkut seorang gadis.


Mendengar ucapan Rangga,  Oman mendengus kasar sedangkan Dirga hanya menatap datar sahabatnya yang suka berpetualang dengan wanita.


“Itu urusanmu, bukankah aku hanya menyuruhmu mencari asisten. Tempatkan dia ditempat yang cocok untuknya dan ingat jangan melewati batasan yang ada apalagi melanggar aturan perusahaan.” Oman jengah melihat mereka dan tidak ingin berada dalam satu ruangan berlama-lama dengan para wanita itu.


Rangga dan Dirga yang mengerti dengan bahasa tubuh Oman segera mengajak calon asisten mereka keluar ruangan kerja Oman,  sementara Zabina nampak serius berbicara dengan lawan bicaranya  ditelpon entah apa yang mereka bicarakan.


🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


selamat menikmati dan jangan lupa dukungannya


__ADS_2