CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 06


__ADS_3

...Selamat membaca ...


Sebulan setelah ijab qabul,  resepsi  pernikahan mereka belum juga digelar,  entah mengapa Zalsa selalu menolak mengadakan pesta. Alasannya selalu takut kelelahan.  Bagi Oman tidak ada masalah yang penting bukan dirinya yang menolak.


Hari minggu merupakan hari keluarga suatu tradisi dalam keluarga Arya Wiguna,  untuk pertama kalinya bagi pasangan pengantin baru. Mereka berkumpul diruang keluarga kecuali Zabina yang nampak sudah rapi.


“Mau kemana, dek,,,,hari keluarga lho ini,,,,” tegur Zalsa yang akhir-akhir ini selalu menanyakan semua kegiatan sang adik.


“Santai kak,  hari keluarga masih bisa minggu depan.  Sekarang biarkan aku menikmati hari liburku,,ya kan,  bos,,” menggoda Zayyan yang sibuk dengan ponselnya


“Dijemput atau bawa mobil sendiri,  dek,,,”  Zalsa penasaran dengan jawaban Zabina seraya melirik suaminya yang sejak tadi hanya diam.


“Dijemput dong dengan calon imam masa depan. Bye  semua Nana berangkat,,,” Zabibna segera pamit setelah mendengar suara mobil memasuki halaman rumahnya yang mewah kemudian mencium punggung tangan mommy dan daddynya.


“Hati-hati sayang,,,,jaga diri baik-baik,,,” pesan daddynya.


Zabina  menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya tanda ok sambil tersenyum sebelum keluar pintu dan segera masuk kedalam mobil Alif.


Oman menatap nanar Zabina hingga menghilang,  hal itu tidak luput dari pengamatan Zalsa yang tersenyum getir.

__ADS_1


“Mom,,,sebaiknya jangan bebaskan Nana pacaran dengan pria gak jelas,,,”.


“Jangan khawatir sayang,  Nana bisa jaga diri,  dia bukan anak kecil lagi,  kita hanya perlu mengawasinya dari jauh “.


‘Kalian pasti akan bersama,,,’ batin Zalsa dengan sesak did***nya


Bagaimana tidak sejak menikah Oman belum menyentuhnya sama sekali meskipun mereka berbagi tempat tidur.  Setiap kali akan tidur Oman selalu beralasan tidak ingin membuatnya kelelahan. Alasan yang masuk akal seandainya ia tidak mendengar pembicaraan suaminya dengan kakaknya.


“Man,  keluar yuk jalan-jalan,,,,” Zayyan akhirnya menyimpan ponselnya dan mengajak Oman keluar


“Mau kemana kita,,,,” Oman bingung dengan Zayyan yang mengajaknya jalan tanpa memberitahukan tujuannya.


Bagaimana bisa Oman melupakan perasaan cintanya yang datang tanpa permisi untuk pertama kalinya. Hanya gadis itu mampu mengacaukan hatinya. Entah sampai kapan ia akan bertahan dengan siksaan batinnya


“Berikan aku waktu,  Yan. Gak segampang itu mengalihkan perasaan pada orang lain.  Bukan kamu yang merasakannya,,,” balas Oman sengit tak terima dengan ucapan sahabat sekaligus kakak iparnya yang menggampangkan segalanya.


Mobil terus melaju diantara pengendara lainnya.  Hingga mereka tiba dipelataran parkiran mall terbesar di ibukota.


“Ngapain kesini,,,”tanyanya

__ADS_1


“Makan,  nonton atau cuci mata.  Aku juga bingung mau ngapain,,,” jawaban Zayyan sukses mendapatkan pukulan pada lengannya


Keduanya melangkah masuk ke dalam mal tersebut dan diiringi tatapan memuja dari kaum hawa yang haus akan belaian.  Mereka tak menyia-nyiakan kesempatan melihat pemandangan yang memanjakan mata.  Dua pria dewasa yang tampannya diatas rata-rata bagaikan pahatan dewa. Nyaris sempurna.


Oman yang melihat Zabina bergandengan tangan dengan mesra dengan seorang pria memasuki restoran merasa gelisah tak terima pujaan hatinya digandeng oleh pria lain.


“Jangan serakah,  biarkan adikku menikmati masa mudanya.  Ingat kamu sudah punya istri,,” Zayyan kembali mengingatkan posisi sahabatnya setelah melihat arah pandangan Oman.


Oman hanya mendengus kasar mendengar kata-kata Zayyan yang memang benar adanya. Bisakah ia berdamai dengan hatinya  ???? Ia ingin keluar dari rumah keluarga Arya agar bisa melupakan perasaannya pada adik iparnya namun Zalsa selalu menolaknya dengan berbagai alasan.


“Yan,  bantu aku dong bujuk Zalsa agar pindah rumah. Aku akan berusaha membuka hatiku buat Zalsa tapi kalau setiap hari melihat Zabina rasanya hal itu mustahil,,” keluh Oman frustasi dengan kehidupannya.


Sejak menikah dengan Zalsa,  pekerjaannya jadi sering terbengkalai karena hati dan pikirannya tidak sejalan.  Setiap kali memeriksa berkas-berkas,  yang terlintas dalam benaknya hanya Zabina.  Kesalahan yang dilakukan bunda dan mertuanya menghancurkan impiannya.


Nasi sudah menjadi bubur,  semua sudah terjadi.  Tidak mungkin ia menceraikan Zalsa kemudian menikahi Zabina.  Yang ada ia akan ditembak mati oleh papa mertuanya.  Belum lagi Zayyan yang akan memukulnya hingga tidak bisa berjalan.


***


Jangan lupa dukungannya vote,  like,  fav dan komen yang sopan ya. Gak usah pakai koin mahal

__ADS_1


Love you bertubi-tubi


__ADS_2