CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 30


__ADS_3

...Happy reading beloved readers...


Memilih kamar tamu untuk meredam kemarahannya,  Zabina kini berbaring dengan menatap langit-langit kamar yang didominasi warna gading, mengingat peristiwa yang baru saja dialaminya.  Dengan wajah merah menahan amarah,  Zabina serasa ingin menghadiahkan boleh mentah jika tak mengingat bahwa yang melakukannya adalah pria yang merupakan suami sahnya. Untuk pertama kalinya ia merasakan ciuman Oman sangat berbeda.


Zabina sedang perang batin antara membenarkan perlakuan Oman sebagai suami adalah suatu kewajaran namun caranya melukai harga dirinya ditambah dengan mengingat wanita cantik yang bersama Oman siang tadi semakin meyakinkan Zabina jika wanita itulah penyebab Oman tak bisa mencintai Zalsa.  Tapi mengapa sampai kak Oman tega menikahi kak Zalsa kalau memang ada wanita lain dihatinya ?? Tidakkah kak Oman memikirkan persahabatannya dengan kak Zayyan  ?? Berbagai pikiran membebani kepala cantik nan cerdas miliknya.  Jiwa Konan yang tercetak sempurna dalam dirinya meronta-ronta ingin dimanfaatkan.


‘Aku harus mencari tau mengapa kak Oman melakukan hal itu pada kak Zalsa.  Jika memang dia bersalah maka akan kupastikan dia akan menderita ‘ tekad Zabina sudah bulat untuk menghilangkan rasa penasarannya selama ini. Apalagi terlihat Oman dengan sukarela menerima dan melaksanakan wasiat Zalsa.  Baginya bukanlah suatu hal yang sulit untuk melakukan penyelidikan.


Menunggu Oman menjelaskan tentang wanita tersebut adalah sia-sia bagi Zabina.  Ia bertekad tak akan pernah meminta penjelasan dan akan menjaga jarak dari Oman selain itu juga akan sangat berguna untuk kesehatan jantungnya yang selalu saja bekerja ekstra jika jarak mereka berdekatan satu sama lain.


Di luar kamar,  Oman merutuki kebodohannya. Bagaimana mungkin ia tak bisa mengendalikan dirinya dan malah  melupakan tujuan utamanya. Selama ini Oman tidak pernah sekalipun merasa gentar terhadap lawan bisnisnya bagaimana pun licik dan jahatnya, akan tetapi istri yang selama ini terkesan cuek dan apa adanya ternyata mampu menciutkan nyalinya.

__ADS_1


‘Ternyata bukan hanya hatimu yang sulit disentuh tapi semua tentang dirimu adalah misteri yang harus mas ketahui ‘ gumam Oman seraya menarik napas dalam-dalam.


Karena hari semakin sore,  Oman akhirnya menuju tangga dengan gontai  ke lantai dua dimana kamar mereka berada.  Tanpa menunggu waktu Oman segera membersihkan dirinya karena sebentar lagi waktunya makan malam.


Meskipun Zabina masih marah dan kesal pada Oman, namun ia tetap menata menyiapkan makan malam yang telah dimasak oleh ARTnya. Hanya saja kali ini Zabina tidak menunggu Oman melainkan langsung kembali kedalam kamar tamu.


Malam dilalui Oman dengan gelisah karena Zabina lebih memilih tidur dikamar tamu daripada dikamar mereka. Hingga pagi kembali menyapa dengan sinarnya yang hangat menghilangkan sisa-sisa dinginnya malam, perlahan Oman membuka matanya kemudian bangun dan beranjak dari tempat tidur. Bibirnya tersenyum melihat pakaian kerjanya telah siap, Oman bisa memastikan jika Zabina yang menyiapkannya.


“Maaf tuan,  nyonya sudah berangkat.” Sambil menunduk  bi Rona salah satu ART memberitahukan Oman dan sukses membuat hatinya meringis.


“Ya udah bi, gak apa-apa.  Sarapan ini buat bi Rona aja, aku sarapan dikantor .” Sambil berlalu dan bergegas melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya karena pagi ini ada meeting penting dan harus dihadiri oleh Oman.

__ADS_1


Oman tak lagi berselera menikmati sarapan paginya mendengar istrinya lebih dulu berangkat, moodnya sudah memburuk dan hanya ingin melampiaskan dengan menenggelamkan diri pada pekerjaannya untuk melupakan persoalannya.


🎶🎶🎶🎶🎶


Dua bab untukmu readers yang masih setia menunggu up_nya.


Maafkan othor yang sering telat up


Salam hangat dari othor di dunia halu


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2