CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 36


__ADS_3

...Happy reading beloved readers...


Tepat lima belas menit kemudian Zabina selesai membaca proposal kerjasama kedua perusahaan yaitu antara PT. Adhira dengan PT. Aksara,  perusahaan keluarga Alif.  Beruntung ia pernah ikut membantu Zayyan dan sering mewakili sang kakak dalam rapat penting,  untuk itu ia sangat berterima kasih pada kakaknya. Menampilkan smirk diwajahnya bertepatan dengan Byan mengetuk dan membuka pintu,  seketika pria tampan itu bergidik ngeri melihat smirk diwajah wanita cantik yang akan menjadi Direkturnya.


“Waktunya meeting sudah tiba ya, kak.” Suara Zabina membuat Byan terhenyak bukan karena terdengar menggoda atau merayu, akan tetapi panggilan KAK yang membuatnya terdiam.


Ya itulah Zabina yang selalu berlaku sopan dan menghormati semua orang baik yang lebih tua darinya ataupun yang lebih muda dan akan berlaku sebaliknya jika orang berlaku jahat atau curang padanya, ia akan memberikan balasan yang lebih kejam. Zabina bukanlah type manusia yang pasrah dengan penindasan.


“Jangan bengong kak, tolong panggilin mas Radit supaya nyusul aku diruang meeting.” Titah Zabina berjalan dengan cepat


Byan segera menuju ruangan Radit kemudian menyusul Zabina yang sudah terlebih dahulu tiba diruang meeting.  Dengan tenang Zabina memasuki  ruangan dan langsung menempati kursi Direktur perusahaan. Seketika Nindy berdiri dan mengusir serta menghina Zabina.

__ADS_1


“Wah stress nih wanita tak tahu diri, beraninya duduk di kursi Direktur. Kenapa sih kamu selalu mengikuti kami, masih sakit hati ??” bak orang yang sedang kesurupan, Nindy terus-terusan menghina Zabina


“Aku sakit hati ??? pada pria seperti tuan Alif ??? maaf nona, anda salah besar. Aku juga bukanlah manusia suci tapi berbuat sesuatu yang melanggar ajaran keyakinanku tidak pernah terlintas dalam benakku. Gak masalah jika aku dicap sebagai wanita kolot atau ketinggalan jaman. Kita hidup dengan pilihan dan keyakinan kita masing-masing dan aku tidak menyesal dengan diriku yang seperti ini. Tapi tentu saja berbeda dengan nona Nindy yang modern dan kaya.” Sambil tersenyum mengejek Zabina menekan kata kaya.


Alif yang sejak tadi terdiam merasa tertohok mendengar kata-kata Zabina, dalam hatinya masih ada rasa cinta untuk wanita cantik yang tiba-tiba berubah baik dari peampilan maupun kata-katanya yang tajam. Alif hanya menatap Zabina dengan tatapan sulit diartikan, otaknya terlalu sibuk menerka kehadiran Zabina yang berlagak seolah-olah dirinya adalah bos besar perusahaan PT. Adhira.


“Sayang ada apa, kenapa putri papa marah-marah ?? ayo ngomong sama papa.” Suara seorang pria paruh baya menginterupsi keributan antara Zabina dengan Nindy.


Wajah pria yang diakui Nindy sebagai papa menatap Zabina dengan tatapan penuh kemarahan mendengar pengaduan putrinya. Rupanya benar yang dikatakan oleh Sarah bahwa pak Alex sangat menyayangi putrinya. Zabina menampilkan senyum terbaiknya melihat kemarahan yang ditunjukkan oleh pak Alex, tak ada sedikitpun perasaan gentar ataupun takut.


“Pak Alex !!! apa yang bapak lakukan !!!” teriak Radit yang ingin memukul Zabina

__ADS_1


“Tenang mas Radit, gak apa-apa kok, kita mulai aja meetingnya. Urusanku dengan mereka setelah meeting aja kita bahas. Sepertinya memang kita harus menertibkan perusahaan ini.” Sambil membuka proposal yang sejak tadi ia simpan didepannya.


“Oh ya kak Byan,  tolong bawakan semua laporan keuangan ke ruangan saya. Sejak pak Alex menjabat sebgai maneger keuangan, sekarang ya, kak.” Zabina tak ingin dibantah da Ban pun segera meninggalkan ruang meeting untuk menunaikan tugasnya.


Meskipun ketiganya masih bertanya-tanya tentang Zabina yang dengan entengnya memerintah kedua orang penting pada perusahaan, tak urung pak Alex berkeringat dingin. Hal itu tak luput dari pengamatan Zabina sehingga senyuman tipis dan sinis menghias wajahnya, teramat sangat tipis sehingga tak ada yang menyadarinya.


🌈🌈🌈🌈


Pelan tapi pasti semua akan terbalaskan.


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


Salam hangat dari othor yang masih sabar dan ikhlas berada di dunia halu


__ADS_2