CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 22


__ADS_3

...Selamat membaca...


Selesai menelpon,  Zabina kembali memasuki ruang kerja Oman dan kemudian duduk dengan tenang di sofa tunggal yang menghadap ke meja kerja Oman.  Diam-diam Zabina menatap kagum pada Oman yang serius memeriksa berkas-berkas yang menumpuk didepannya.


‘Tampan juga ternyata,  tapi sayang kami menikah hanya karena wasiat. ‘ batin Zabina buru-buru mengalihkan pandangannya sebelum Oman menyadarinya.


Menyadari Zabina duduk dengan tenang didepannya,  Oman tetap mendiamkan wanita yang mampu mencuri hatinya sejak pertemuan pertama mereka sembari mencari cara agar hubungan keduanya berakhir. Bagaimana pun  Ia berhak atas istrinya.  Mereka sudah menikah dengan sah baik secara agama maupun secara hukum negara.


“Kak, aku mau balik ke kantor.” Zabina merasa bosan hanya berdiam diruangan Oman tanpa melakukan apapun sedangkan pekerjaannya dikantor Zayyan sudah dipastikan menumpuk.


“Jangan beralasan,  kamu pasti ingin bertemu dengan Alif kan ??? Ingat jika saat ini kamu sudah bersuami. “ sambil menatap Zabina dengan sendu


“Ck,  curiga banget sih, kak. “ Zabina mencebikkan bibirnya menghalau rasa bersalahnya pada Oman yang menatapnya sendu.


‘Maafkan aku kak,  gak mudah bagiku untuk melepas dan melupakan Alif.’ Batin Zabina dalam dilema.

__ADS_1


Jam istirahat siang mengakhiri kebosanan Zabina yang harus berdiam diri didepan meja kerja Oman. Zabina segera beranjak dari tempat duduknya bertepatan dengan asisten Dirga yang langsung bekerja berdiri didepan pintu ruangan CEO.


“Maaf pak,  saya Larasati asisten pak Dirga,  mungkin bapak dan adik bapak  ingin memesan makanan.  Saya bisa memesankan.” Sebelum Oman bertanya asisten Dirga langsung memperkenalkan diri tanpa diminta dan menawarkan bantuan  dengan ramah.


Oman hanya menatap tajam pada wanita yang sedang tersenyum manis padanya. Sedangkan Zabina membalas senyuman Larasati dengan tak kalah manisnya.


“Gak perlu mbak,  kami akan makan siang diluar.  Mbak Laras berurusan aja dengan mas Dirga karena yang bisa berurusan dengan CEO hanya mas Dirga dan mas Rangga. “ dengan nada lembut namun pedas ditelinga,  Zabina menyadarkan posisi Larasati.


Tanpa disadari oleh Zabina,  sebuah garis panjang melengkung menghiasi wajah tampan milik Oman. Senyuman dibibirnya tersungging dengan manis.


‘Bolehkah aku merasa jika istriku ini sudah mulai membuka hatinya  ??’ gumam Oman dalam hati.


Karena tak dapat menahan rasa kesalnya,  Oman berjalan terlebih dahulu meninggalkan Zabina yang masih berbicara dengan asisten Dirga yang cantik dan seksi. Tiba di depan kotak besi yang berbentuk segi empat,  Oman menunggu Zabina yang berjalan dengan santai menuju ke arahnya membuatnya semakin kesal.


“Bisa gak, sih,,kamu mengganti panggilan kakak padaku.  Kita sudah menikah secara sah. “ kekesalan Oman terdengar dari nada bicaranya saat mereka berada dalam lift.

__ADS_1


Dimulai saat sarapan pagi tadi,  Oman terus-terusan menahan kekesalannya pada wanita tinggi semampai tercintanya.  Dilanjutkan dengan keinginannya untuk pisah kamar,  Oman masih bisa menahannya. Setelah itu maksud Oman ingin membuat Zabina cemburu dengan menerima ketiga wanita cantik nan seksi sebagai asisten kedua orang kepercayaannya namun malahan Zabina asyik berbicara ditelpon bahkan terlihat bahagia.  Puncak kekesalannya ketika Zabina menyebut nama Dirga dan Rangga dengan mas yang terdengar mesra ditelinga Oman.


“Kenapa kakak baru protes  ??? Bukankah sejak dulu aku memanggil kak Oman seperti itu  ??? Kedepannya tidak ada yang tahu kita akan seperti apa,  jadi jangan protes. “ sewot Zabina mendengar nada bicara Oman.


“Maksudnya  ??!!” Oman menautkan alisnya menatap Zabina dengan tatapan mata elang miliknya.


Zabina  hanya mengedikkan bahunya  tanpa ingin membalas ataupun menjawab Oman perkataan Oman.  Ponsel ditangannya lebih menarik perhatiannya daripada melanjutkan pembicaraan yang akan berujung dengan silang pendapat.


Sejak keduanya terikat dalam hubungan pernikahan selalu saja ada yang menyebabkan mereka bersitegang. Mereka hanya akan terlihat akur dan mesra ketika dalam keadaan tidur.  Entah apa yang terjadi dengan mereka.


Melihat sepasang suami istri yang tidak pernah akur membuat othor hanya mampu memijit pelipisnya,  bingung dengan kehidupan  mereka.


🍒🍒🍒🍒


Up dua bab pagi-pagi serasa membayar lunas utang.  Perasaan jadi plong

__ADS_1


Jangan lup berikan othor bunga sekebun ataupun kopi bergalon-galon agar semangat up_nya


Salam hanga dari othor yang sabar meskipun sering dibullying 🤭🤭


__ADS_2