CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 44


__ADS_3

...Happy reading beloved readers...


“Maafkan Lena,  tante harus berteriak gara-gara gadis miskin ini. “


“Sebaiknya kamu pergi,  Lena.  Tante tidak suka kalau kamu merendahkan men ... “ bunda Lisa tidak menyelesaikan kata-katanya karena dipotong oleh Zabina.


“Jangan di usir,  bund.  Nana ingin tau perusahaan besar mana sih dibelakangnya sehingga mbak ini menganggap semua orang miskin. “ pancing Zabina


“Eh gadis miskin, levelmu hanya kelas pasar tradisional jadi untuk apa saya sebutkan perusahaan papaku. “


“Berarti perusahaan orang tuamu gak sebesar kesombonganmu. “ dengan gaya cuek dan melecehkan yang menjengkelkan bagi siapapun yang melihatnya,  Zabina mendekati bunda Lisa


“PT.  Cipta Abadi,  kamu jangan kaget mendengarnya. “ dengan sombongnya Lena menyebutkan nama perusahaan papanya,  Lena masih belum menyadari jika dirinya masuk perangkap Zabina.


Zabina tersenyum memutar badannya berhadapan dengan Lena, mendengar nama perusahaan itu, otaknya bekerja dengan cepat,  bagaikan membuka lembaran kertas mengingat nama PT. Cipta Abadi. Ia pernah mendengar pak Sapto menyebutkan nama itu. Zabina segera mengambil ponselnya dan menelepon asistennya yaitu Radit.


“Assalamualaikum mas  Radit. “ dengan gaya bossy,  Zabina duduk di sofa dan dengan sengaja mengaktifkan loudspeaker ponselnya.


“Waalaikumsalam bu bos. Ada yang bisa saya bantu,  bu bos? “


Mendengar jawaban diujung telepon seketika wajah Lena memucat dan terduduk lemas  di sofa tunggal yang berada di depan Zabina,  sedangkan bunda Lisa tersenyum kagum melihat cara menantunya menjatuhkan kesombongan seorang Lena dengan sangat elegan.

__ADS_1


“Gini loh mas Radit,  aku mau tanya.  Bukankah pak Sapto pernah menandatangani kerjasama dengan perusahaan PT. Cipta Abadi  ? gimana progress pekerjaan mereka  ? “


“Nah itu dia yang ingin saya tanyakan bu bos,  karena sampai saat ini pekerjaan mereka masih 20 % padahal sesuai dengan perjanjian seharusnya mereka telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 50 %, bu bos.” Penjelasan Radit semakin membuat wajah Lena memucat namun juga penasaran pada Zabina yang tiba-tiba berubah menurut pandangannya.


“Bukankah PT. Cipta Abadi hanya perusahaan kecil di Indonesia ? Kalau memang cara kerjanya gak bener,  putuskan saja kerjasama mereka,  perusahaan kita tidak butuh kerjasama yang malahan akan merugikan.” Tegas Zabina dengan tersenyum miring menatap Lena yang terduduk dengan lesu


“Tapi bu bos,  dimana perusahaan kita akan mendapatkan pengganti PT. Cipta Abadi, sebaiknya kita memberikan peringatan dulu agar kita ada waktu mencari perusahaan lain yang bersedia melanjutkan pekerjaan mereka “ suara Radit terdengar putus asa sehingga diam-diam membuat bibir Lena tersenyum.


“Mas Radit gak usah pikirkan hal itu, sekarang suruh kak Byan membuat surat pemutusan kontrak dan bayar sesuai dengan kesepakatan jika memang ada.  Aku akan meminta PT. TripZA melanjutkan pekerjaan mereka. “ Zabina kembali menegaskan keinginannya untuk mengakhiri kerjasama tersebut.


Selama ini Zabina sudah cukup bersabar menghadapi perlakuan Lena yang semena-mena pada dirinya.  Ia sudah bisa memastikan perlakuan wanita sombong itu pada orang lain, membayangkan hal itu saja sudah membuatnya meradang.


“Man,  wanita sombong ini siapa sih, seenaknya aja menyuruh orang memutuskan kerjasama perusahaan papa. “ dengan suara manja membuat Zabina mendengus sedangkan bunda Lisa lebih memilih memasang handsheet ditelinganya.


“Saya istrinya mas Oman. “ tegas Zabina sebelum Oman berbicara.


Serasa tak percaya Oman mendengar ucapan Zabina untuk pertama kalinya memanggilnya mas dan mengakuinya sebagai suami. Kebaikan apa yang Oman lakukan hari ini sehingga pulang mendengar kata-kata yang membuatnya sangat bahagia,  sehingga mengabaikan keberadaan Lena yang selalu membuat masalah baginya.


“Sayang,  terima kasih telah merubah panggilanmu. “ sambil memeluk istrinya dengan erat dan mencium seluruh wajah Zabina.


Bunda Lisa segera menanggalkan handsheet ditelinganya melihat anak dan menantunya berpelukan, rasa bahagia membuncah dalam dadanya, airmata bahagia membasahi pipinya yang masih pucat karena kesehatannya belum pulih.

__ADS_1


“Kalian  ?!! Oman kamu hanya akting kan ? “ Lena masih tak percaya dengan penglihatannya.


“Oh maaf,  Len.  Aku sangat bahagia hingga mengabaikanmu. “


“Kamu kesini benar-benar hanya jenguk bunda, kan ?” lanjut Oman dengan tatapan menyelidik.


“Gak kok, mas.  Mbak Lena malah telah berhasil memutuskan kerjasama perusahaan papanya dengan salah satu perusahaan di Singapura. “ sambil tersenyum Zabina memberikan penjelasan


“Sayang,  jangan bilang kalau ... “ Oman menggantung kalimatnya melihat anggukan kepala istri cantiknya.


Oman teringat peristiwa di Singapura beberapa waktu lalu, Zabina membalas perbuatan Alif dan pak Alex dalam waktu yang sama dengan sangat kejam. Perusahaan orang tua Lena yang hanya berada pada urutan 10 di tanah air,  bukanlah perusahaan yang selevel dengan PT. Adhira milik Zabina.


“Sayang,  jangan .... “ lagi-lagi Oman tidak menyelesaikan ucapannya karena segera di potong dengan tegas oleh Zabina


“Maaf mas,  mbak Lena sudah sangat sombong dan menilai segalanya dengan uang yang dia miliki,  jadi dengan sedikit sentilan pada perusahaan orangtuanya adalah hal wajar menurutku. Dan jika dia masih berusaha menggangguku dan masih selalu mengejar-ngejar cinta mas Oman,  maka dia harus bersiap jadi gembel. Ini bukanlah ancaman dan itu akan terjadi.” Suara tenang, datar mengalir dari bibir ranum Zabina.


🌈🌈🌈🌈


...SELAMAT MENIKMAT...


...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA...

__ADS_1


__ADS_2