CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 35


__ADS_3

...Happy reading beloved readers...


Zabina kaget melihat penampakan dua sejoli berdiri tepat didepannya, kembali adegan panas terlintas dibenaknya membuat dirinya tersenyum sinis. Ia masih ingat wajah wanita yang mengerang nikmat dibawah tubuh Alif saat itu. Yah sepasang anak manusia itu adalah Alif dan kekasihnya yang Zabina tidak tahu namanya.


“Hai,,,,apa kabar ?? selamat ya atas pernikahan kalian. “ dengan senyum mengejeknya, Zabina sok akrab tidak ingin mengalah.


“Ck, kamu gak usah sok akrab denganku jika hanya ingin diterima diperusahaan ini. Lagian perusahaan sebesar ini gak butuh karyawan seperti kamu.” Dengan nada sombong dan meremehkan khas miliknya.


“Sayangnya aku adalah type orang yang selalu optimis karena aku mengandalkan kepintaran ku bukan yang lainnya.” Menekan kata yang lainnya membuat gadis sombong itu meradang.


“Udahlah Nin, jangan ribut malu didengar orang.” Bisik Alif namun masih didengar oleh Zabina


“Aku akan meminta papa untuk menolakmu.” Kemudian berlalu meninggalkan Zabina yang hanya menanggapinya dengan menaikkan bahunya.


Setelah keduanya menghilang, Zabina dengan rasa penasarannya menghampiri Sarah yang sejak tadi memperhatikan pertengkaran mereka. Lebih tepatnya keributan yang dilakukan oleh ga sombong yang oleh Alif dipanggilnya Nin. Entahlah Nin singkatan dari namanya atau panggilan sayang Alif. Hanya othor yang tau.


“Nona Sarah, kalau boleh tahu gadis yang tadi siapa, ya ?? apakah dia anak salah satu petinggi perusahaan ini ??”


“Betul, nona Nindy adalah putri tunggal manajer keuangan perusahaan ini dan gaya hidupnya jauh lebih mewah daripada putri  pak Direktur.”  Dengan suara kesal Sarah menjawab pertanyaan Zabina.

__ADS_1


Hampir semua karyawan wanita diperusahaan tidak menyukai Nindy yg selalu meremehkan dan merendahkan mereka. Nindy berlagak seolah-olah perusahaan Adhira adalah milik orang tuanya, hal itu disebabkan karena pak Alex sebagai ayah terlalu memanjakan putrinya dan menuruti semua keinginannya.


“Dan pria yang bersamanya adalah suami nona Nindy ???” kembali Zabina memancing Sarah agar menceritakan lebih banyak tentang mereka


“Oh, pak Alif adalah salah satu pengusaha asal Indonesia yang ingin bekerjasama dengan PT. Adhira atas rekomendasi pak Alex, dan jadwal rapatnya hari ini karena pak Direktur sedang sakit jadi sepertinya pemilik perusahaan yang akan menggantikannya. Seperti pesan pak Radit kemarin.”


‘Rupanya Radit sudah menitip pesan sama resepsionis dan menjelaskannya.’ Gumam Zabina seraya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti


Baru saja Zabina akan meninggalkan meja resepsionis, dari arah pintu masuk terlihat Radit berjalan tergesa-gesa kearahnya dengan wajah bersalah. Melihat hal itu Zabina berjalan lebih cepat menghampiri Radit dan berbicara perlahan.


“Pak Radit bersikap biasa saja, jangan berlebihan. “


“Berikan aku waktu lima belas menit untuk mempelajari proposal mereka.” Tegas Zabina sambil mengikuti langkah Radit menuju lift khusus pemilik perusahaan.


Tak ada suara ketika mereka berada di dalam lift, Radit yang baru pertama kali berinteraksi dengan pemilik perusahaan dan belum mengenalnya dengan baik sehingga ia menjaga tutur katanya. Karena meskipun Zabina terlihat selalu tersenyum namun sorot matanya yang tajam dan sikap masa bodohnya seolah memberikan isyarat pada Radit agar berhati-hati.


Tiba pada lantai tertinggi gedung mewah PT. Adhira, kemudian Radit menunjukkan ruangan Direktur yang biasa ditempati oleh pak Sapto dan akan digantikan oleh Zabina. Melihat kedatangan Radit, pria yang duduk dimeja depan ruangan Direktur segera berdiri dan membungkuk memberi salam menyambut mereka.


“Selamat datang, bu Direktur.”

__ADS_1


“Kenalkan dia sekretaris Byan, bu.” Radit memperkenalkan pria tampan yang akan menjadi sekretarisnya


“Hai, senang berkenalan denganmu, Byan dan semoga kita bisa bekerjasama dengan baik.” Sapa Zabina dengan ramah.


“Silahkan bu, jika sudah selesai anda bisa memanggil saya.” Kata Radit sebelum meninggalkan Zabina


“Byan, tolong bawakan proposal untuk meeting pagi ini.” Titah Zabina kemudian melangkahkan kakinya memasuki ruangan Direktur.


Zabina berdecak kagum melihat betapa mewahnya ruangan yang akan ditempatinya kini, cat yang didominasi warna krem yang lembut dan dipadukan dengan furnitur warna kayu membuatnya tak berhenti mengagumi selera pak Sapto yang sangat berkelas.


Sepintas masa kecilnya terbayang ketika ia berada diruangan ini walaupun saat itu belum semewah sekarang. Sejak dulu ia selalu duduk manis dikursi kebesaran oma Bella sambil memegang pulpen seolah-olah ia akan menandatangani berkas yang berserakan dimeja.


“Oma, biar Nana aja yang gantikan Oma bekerja.”


Lagi-lagi senyuman manis tersungging dibibirnya  mengingat kejadian dimasa lalu. Siapa sangka hari ini semua ucapannya menjadi kenyataan.


🎶🎶🎶🎶


selamat menikmati dan jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2