
...Selamat membaca...
Selesai didandani oleh pihak MUA yang entah sejak kapan dihubungi oleh mommy. Zabina menatap bayangan dirinya dicermin. Ia menahan amarah dan kecewa yang memenuhi rongga dadanya. Setelah mendengar penjelasan mommy dan daddynya tentang surat wasiat almarhumah Zalsa, Zabina benar-benar putus asa. Harus menerima pernikahan ini. Ingin rasanya ia memilih untuk tidak dilahirkan.
Menarik napas panjang dan menghembuskannya secara kasar berharap bebannya berkurang, berbalut kebaya yang melekat sempurna pada tubuhnya yang proporsional, ia mencoba tersenyum namun yang terlihat hanyalah sebuah ringisan.
‘Ada gak, sih stok takdir yang gak ada pemiliknya. Kayak gadis yang gak laku, menikah dengan mantan suami kakak sendiri itupun karena wasiat ‘ gumam Zabina sambil menghapus airmatanya dengan tisu yang sudah bertebaran dilantai
Kembali memandangi wajahnya dicermin yang sangat menyedihkan, usaha petugas MUA mempercantik dirinya sia-sia karena make up yang menempel pada wajahnya tak berpengaruh, tetap yang terlihat wajah yang tak bersemangat jauh dari kata bahagia layaknya seorang gadis yang akan melepas masa lajangnya
Lagi-lagi Zabina tersenyum miris memikirkan nasibnya yang hanya dalam hitungan beberapa menit kedepan akan resmi menjadi istri dari seorang Oman Fathan mantan kakak iparnya.
'Alih-alih dapat harta warisan, malah dapat suami warisan,,,' kembali Zabina bergumam pelan bersamaan dengan pintu kamarnya terbuka menampilkan senyuman bahagia dari bunda dan mommy.
“Ayo sayang, ijab qabul sudah selesai. Kamu harus menemui suamimu,,” seraya menggamit lembut lengan Zabina, kedua wanita paruh baya yang masih cantik kompak mendampingi Zabina kiri kanan.
__ADS_1
Zabina sesaat terhenyak mendengar kata suami. Bahkan mendengar namanya saja disebutkan saat pengucapan ijab qabul pun tak mampu menembus gendang telinganya. Apa daya nasi sudah jadi bubur, tidak mungkin berubah menjadi nasi apalagi kembali kebentuk asal yaitu beras, roda kehidupan tetap berputar bukan ???.
Kini Zabina telah berdiri di depan pria yang baru saja mengucap janji atas namanya. Senyum bahagia terlihat membingkai wajah suaminya.
‘Kuburan istrimu masih basah, kini kamu sudah tersenyum. Ck dasar laki-laki buaya ‘. Rutuk Zabina dalam hati sambil menatap dingin Oman
Oman lalu memakaikan cincin pernikahan dijari manis Zabina dengan binar bahagia, kemudian Zabina melakukan hal yang sama berbanding terbalik dengan wajah Oman. Setelah itu Oman mendaratkan bibir yang menjadi impian banyak kaum hawa diluar sana. Semua itu tak luput dari pandangan kedua orang tua mereka.
deggg
Devania dan Arya menyadari rona wajah Oman yang bahagia dengan tatapan penuh cinta untuk putri bungsunya. Berbeda ketika menikahi almarhumah Zalsa. Saat itu tatapan Oman tak bersemangat.
Kedua keluarga merasa lega meskipun terkesan terburu-buru karena sudah memenuhi permintaan almarhumah, senyum bahagia tergambar jelas pada wajah mereka kecuali Zabina hanya memperlihatkan wajah datar tanpa ekspresi.
“Semoga hidup kalian dilimpahi kebahagiaan hingga maut memisahkan ,,,” Lisa memeluk menantunya dengan bahagia.
__ADS_1
Kemudian satu persatu anggota keluarga memberikan ucapan selamat pada keduanya. Mommy, daddy, ayah, bunda dan terakhir Zayyan.
Zabina bingung, semua keluarga memancarkan rona kebahagiaan dari wajahnya. Sedemikian sayangnyakah mereka pada kak Zalsa sehingga hanya dengan melaksanakan wasiatnya saja, mereka sangat bahagia ??? Tidakkah mereka memikirkan sedikitpun tentang kehidupan dan kebahagiaanku ??? Airmata Zabina kembali menggumpal disudut matanya.
'Aku gak akan pernah meneteskan airmata. Cukup sudah mereka mengacaukan kehidupanku'. tekad Zabina dengan tatapan lurus kedepan.
“Apapun masalahmu kelak, kakak selalu ada untukmu,,,” sambil memeluk dan mencium pucuk kepala Zabina dengan sayang.
🎶🎶🎶🎶
maaf kemarin gak up, othor masih sibuk urus pendaftaran anak
selamat menikmati semoga terhibur
jangan lupa dukungannya
__ADS_1