
...happy reading...
Matahari kini mengistirahatkan sinarnya dan diganti dengan sinar rembulan yang perlahan tapi pasti menguasai gelapnya malam. Suara binatang malam bagaikan sebuah nyanyian penyambutan bagi datangnya kegelapan malam. Penduduk alam semesta yang ketika terang merajai bumi perlahan mulai berkurang dan lebih memilih mengistirahatkan diri untuk menyambut hari esok meskipun masih ada segelintir dari mereka yang memang memiliki pekerjaan dimalam hari.
Zabina yang terlambat tiba di rumah langsung masuk kedalam kamar dan menyambar handuknya dan tak lupa membawa pakaian ganti setelah meletakkan belanjaannya didapur. Setelah selesai dengan segala aktifitasnya didalam kamar mandi, kemudian Zabina segera turun untuk menyiapkan makan malam yang telah dimasak oleh ARTnya. Ia sudah bertekad akan mulai membuka hatinya untuk suaminya, walaupun masih ada keraguan.
Tok tok tok
"Kaaakkk, makan malam sudah siap,,,". Teriak Zabina sambil mengetuk pintu ruang kerja Oman tanpa berniat untuk masuk.
Oman yang sedang memeriksa berkas kemudian berdiri mendengar suara Zabina yang lumayan mengganggu pendengarannya lalu membuka pintu dan menampilkan wajah tampannya dan dada bidangnya yang tercetak jelas dibalik kaos putih polos yang dikenakannya. Sesaat Zabina terpesona namun segera disingkirkannya. Secepat kilat ia membalikkan badannya dan berjalan mendahului Oman.
__ADS_1
"Baru pulang ?? Gak mungkin kan ada kuliah dari pagi sampai malam ??" Sambil mengikuti langkah kaki Zabina, Oman bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.
Gak ada salahnya juga kan jika ia bertanya pada istrinya ??? Lagian sejak pagi istrinya pamit kuliah hingga siang yang berarti seharusnya istri keras kepalanya sudah berada di rumah paling lambat sore hari. Oman tidak ingin jika istrinya diam-diam menemui Alif di belakangnya.
"Makan dulu kak, Nana gak bisa tahan lapar. " Zabina mengalihkan pembicaraan, ia tak ingin membahas lagi tentang Alif. Baginya semua sudah selesai. Dalam hati Zabina malu menceritakan jika ia diselingkuhi dan parahnya mendapati kekasihnya bermain cinta dengan wanita lain.
Karena kesal dengan jawaban istrinya yang tidak memuaskan, Oman dengan berani memeluk pinggang Zabina dengan erat sehingga badan mereka menempel. Jantung Zabina bekerja berkali-kali lipat dari biasanya namun ia berusaha untuk tetap tenang menormalkan detak jantungnya. Sedangkan Oman diam-diam tersenyum melihat tak ada tanda-tanda penolakan dari belahan jiwanya. Mereka melangkah dalam diam dengan pikiran masing-masing hingga menuruni anak tangga dan tiba di meja makan.
Keduanya makan malam dalam diam. Zabina makan dengan lahap tanpa memperdulikan mata elang yang terus melihatnya dengan wajah sumringah, sedangkan Oman memilih menikmati makanannya sambil memperhatikan sang istri yang makan seperti orang yang tidak makan seharian.
Selesai bersantap malam, Zabina segera berdiri ingin menyelesaikan tugasnya yang deadline besok pagi jam pertama. Namun Oman yang sejak tadi penasaran dengan pertanyaan yang tak dijawab oleh Zabina kembali mengulang pertanyaannya dengan tatapan menuntut.
__ADS_1
"Sayang,,,tadi kemana aja, kok pulangnya malam. " meskipun nadanya lembut namun tatapannya membuat Zabina serba salah.
"Biasa aja kali kak kalau bertanya. Lagian yang penting kan aku pulang. " seraya mendelik tak suka dengan tatapan mata elang milik Oman yang diam-diam membuatnya salah tingkah.
"Apa salahnya sih kalau ingin tahu kegiatan istriku seharian diluar ?" Oman mulai ngotot karena merasa jika Zabina menyembunyikan sesuatu.
Karena tidak ingin beradu mulut dengan Oman yang bisa mengakibatkan moodnya memburuk dan tugasnya terbengkalai, Zabina memilih memasuki ruangan belajarnya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya yang belum disentuh sama sekali olehnya. Berusaha meredam emosi yang mulai terpancing kini Zabina mulai mengerjakan tugasnya.
🍒🍒🍒🍒
maaf baru up seharian ada kesibukan yang tidak bisa othor abaikan.
__ADS_1
jangan lupa dukungannya dengan komen yang sopan 🤗🤗🤗