CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 20


__ADS_3

...Selamat membaca...


Suara merdu kicauan burung perlahan memasuki rongga pendengaran hingga mengusik mimpi indah Oman Fathan,  matanya mulai terbuka dan bibirnya menyunggingkan senyum bahagia.  Bagaimana tidak,  saat matanya terbuka istri yang ketika bangun selalu menatapnya dengan tatapan datar kini sedang memeluknya dengan erat seperti memeluk guling. Oman mengecup singkat dahi Zabina sebelum kembali memejamkan matanya menunggu pujaan hatinya terbangun.


Perlahan mata Zabina mulai terbuka dan matanya membulat sempurna melihat tangannya memeluk erat  dada bidang Oman yang masih tertidur. Secepat kilat Zabina menarik tangannya dengan wajah merona karena malu terbangun dalam posisi seintim itu.


Zabina segera berlari masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia tak ingin berlama-lama dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan baginya. Untuk kesekian kalinya terbangun dalam keadaan seperti itu.


‘Kenapa aku selalu terbangun dalam keadaan memeluk pria itu  ??? Untung aja dia masih tidur. Bodoh,,,,bodoh  kamu Nana. ‘ rutuk Zabina kesal pada dirinya sendiri sambil terus melanjutkan ritual mandi paginya.


Selesai mandi, Zabina segera keluar dan berjalan cepat memasuki ruangan yang cukup besar untuk memakai baju tanpa memperdulikan Oman yang berdiri didekat pintu kamar mandi dengan senyum lebar membingkai wajahnya.  Oman hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Zabina kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandi sebelum sarapan dan berangkat ke kantor.


“Lho Na, Oman mana  ? Kok gak sama-sama  ?” Zayyan melongokkan kepalanya kedalam kamar adiknya mencari keberadaan adik iparnya.


“Orangnya masih dikamar mandi kak, gak usah dicari apalagi ditungguin toh dia bukan tamu.” Ketus Zabina sambil berjalan meninggalkan Zayyan.


“Na,  sampai kapan kamu akan seperti ini, sih. Kamu gak capek emosi terus setiap hari  ??? Damai itu indah dan bisa memberiku ponakan yang lucu. “ Zayyan menyamakan langkah kaki Zabina menuruni anak tangga.


Zabina tidak menimpali ucapan kakaknya yang terkadang membuatnya jengkel, untung sayang jadi Zabina hanya bisa mendengus kasar setiap kali Zayyan mengganggunya.


Dimeja maka mommy dan daddy telah duduk menunggu mereka untuk sarapan bersama,  tak lama kemudian Oman pun ikut bergabung, mereka kemudian menyantap sarapannya seperti biasa tanpa ada yang bersuara. Hanya bunyi sendok dan garpu yang beradu dengan piring hingga mengeluarkan suara khasnya.


“Sayang,  hari ini ke kantor barengan mas,  ya,,,kita mampir dulu ke rumah baru kita. “ dengan lembut Oman mengajak istrinya berangkat bersama untuk pertama kalinya.


Sejak pernikahan mereka,  belum pernah sekalipun Oman dan Zabina jalan berdua.  Ada saja alasan yang diberikan oleh Zabina untuk menolak ajakan Oman.


Kemudian ketiganya berjalan beriringan keluar rumah setelah berpamitan pada mommy dan daddy.  Zabina mengikuti Oman yang berjalan menuju mobilnya.  Sebelum Zabina masuk kedalam mobil mewah milik Oman,  terlebih dahulu ia meminta supir keluarganya agar mengantarkan mobilnya ke perusahaan TripZA Corp.

__ADS_1


“Pak Mamat,  tolong mobilku diantar ke perusahaan ya,,,” dengan ramah Zabina berbicara pada supir keluarganya kemudian masuk kedalam mobil Oman


Oman lagi-lagi hanya bisa mendengus kasar mendengar ucapan istrinya. Sesusah inikah meraih hatinya  ??? Masihkah kisah asmara mereka terjalin  ???


Entah mengap Oman tiba-tiba mengingat laki-laki yang bernama Alif yang menjadi penyulut pertengkaran Zalsa dan Zabina  yang berakhir dengan Zalsa masuk rumah sakit meskipun kata dokter karena kelalaian Zalsa yang tidak melakukan cuci darah pada waktunya.


‘Aku harus memastikan hubungan mereka.’ Batin Oman seraya melajukan mobilnya menuju rumah yang akan mereka tempati mulai hari ini.


Beberapa menit berikutnya,  Oman membelokkan mobilnya memasuki kawasan perumahan elit diibukota.  Oman terus melaju perlahan setelah menyapa sekuriti perumahan tersebut hingga tiba didepan sebuah rumah mewah dengan pekarangan yang luas dan dipenuhi berbagai bunga.  Zabina terpesona dengan keindahan rumah mewah tersebut.


‘Hmmmm,  boleh juga selera suami warisanku.’ Gumam Zabina tersenyum geli dengan sebutan untuk pria yang kini merupakan suami sahnya.


“Suka dengan dengan rumahnya  ??” tanya Oman berbisik dekat telinga Zabina membuatnya merinding dengan hembusan napas Oman yang sangat terasa ditelinganya.


“Lumayan. “ sahut Zabina pendek kemudian mendahului Oman memasuki rumah mewah tersebut.



(source by pinterest) kira-kira gini ya readers ruang tamu rumah mereka. maaf jika tidak sesuai dengan ekspektasi kalian.


“Kak,  rumah ini gak ada ART nya  ??? “


“Ada dong sayang,  besok mereka akan mulai bekerja.” Ucap Oman tersenyum dan dengan gemes mengacak-ngacak rambut hitam legam milik Zabina.


Zabina menatap datar pada Oman yang pertama kalinya menyentuh rambutnya, meskipun pada kenyataannya Oman selalu mengelus lembut rambutnya jika Zabina sedang tidur bahkan menciumnya.


Zabina terus berjalan memasuki ruangan keluarga yang juga terlihat mewah dimana terdapat tangga menuju ke kamar mereka.

__ADS_1



(source by pinterest) ruang keluarga mereka, menurut halunya othor 😂😂


“Kamar kita dilantai dua.” Lanjutnya karena Zabina memilih memasuki kamar tamu.



(Source by pinterest) kamar tidur yang akan mereka tempati.


“Kita pisah kamar aja,  kak. Aku akan sibuk dengan tugas kuliahku dan tidak ingin mengganggu kak Oman. “ Zabina beralasan agar mereka tidur terpisah.  Ia tidak ingin terus-terusan terbangun dalam keadaan yang cukup memalukan.


“NO  !!!” tolak Oman cepat, membuat Zabina terjingkat kaget.  Mana mau Oman melewatkan bangun paginya yang selalu membuatnya tersenyum.


‘Maaf sayang,  mas selalu ingin menikmati pelukanmu sebelum bangun ‘. Gumam Oman tersenyum membayangkan dirinya selalu bangun tidur dalam posisi berpelukan dipagi hari


" Kak Oman kenapa ??? senyum senyum sendiri gak jelas. " ketus Zabina kemudian menuruni anak tangga satu per satu.


Zabina terus berjalan keluar rumah mewah yang rencananya akan mulai mereka tinggali saat pulang kerja. Semua perlengkapan Zabina dan Oman sudah tersusun rapi. Entah sejak kapan Oman menyiapkan semuanya.


🌈🌈🌈🌈


hari ini up dua bab, ya. semoga para readers puas dan terhibur


selamat membaca dan jangan lupa dukungannya


Love you berhektar-hektar

__ADS_1


__ADS_2