CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 23


__ADS_3

...Selamat membaca...


Perlahan mentari pagi menyembulkan sinarnya yang berwarna keemasan memberikan rasa hangat pada tubuh penduduk bumi yang masih terlena dalam mimpi indahnya.  Zabina bergegas bangun dan melepaskan diri dari pelukan hangat Oman. Baru saja ia berhasil melepaskan diri dari jeratan tangan Oman, bel tanda ada tamu tak henti berbunyi memaksanya keluar kamar tanpa membersihkan dirinya.


Zabina kemudian berlari menuruni anak tangga untuk membuka pintu.  Ia mengira yang datang adalah ART mereka yang hari ini akan mulai bekerja.


Ceklek


“Bunda ???!!! “ kaget Zabina dan langsung memeluk ibu mertuanya. Wanita yang selalu memberikannya pelukan hangat setiap kali mereka bertemu


“Bunda gak ganggu, kan,  sayang ??? Oman belum bangun ??? “ seraya melerai pelukan hangatnya


“Belum bund,  kak Oman kayaknya semalam banyak kerjaan.” Zabina kemudian berjalan kedapur untuk menyiapkan sarapan pagi


“Gak usah bikin sarapan,  sayang.  Bentar lagi bi Narti datang bawa nasi goreng kesukaan Oman. Duduk sini aja,  temani bunda. “ sambil menepuk-nepuk kursi disampingnya, Lisa bergeser agar Zabina duduk.


“Nana kekamar bersih-bersih dulu, bund. Tadi belum sempat.” tolak Zabina risih dengan keadaan dirinya yang masih belum mandi.


Setelah mendapat persetujuan dari bunda Lisa,  Zabina segera melesat menaiki tangga menuju kamarnya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandi paginya.


Mandi kilat selesai dilakukan Zabina,  hanya menghabiskan waktu lima belas menit.  Setelah berpakaian rapi,  ia membangunkan Oman yang masih setia dengan mimpinya.


“Kak,,,bangun.  Bunda dibawah lho. “ Zabina membangunkan Oman perlahan.

__ADS_1


Oman hanya bergumam dan kembali tertidur hingga sebuah bohlam yang menyala terang diatas kepala cantik Zabina memunculkan sebuah ide. Dengan tersenyum miring dan tanpa memikirkan akibatnya, Zabina mulai melancarkan idenya.


“Honey, bangun dong. Bunda datang dan nungguin dibawah. “ dengan suara manja dan meniup telinga Oman yang masih terlena.


Mendengar suara manja dan hembusan napas ditelinganya bahkan merasakan daun telinganya sedikit basah membuat sesuatu yang selama ini ditahannya bergejolak.  Seketika mata Oman terbuka dan membalikkan badannya sehingga bibir mereka bersentuhan untuk pertama kalinya. Sesaat keduanya hanya saling menatap hingga Zabina tersadar dan langsung memukul lengan Oman


Plaaakkk


“Kakak !!!! Enak aja mengambil ciuman pertamaku, cepatan mandi,  bunda ada dibawah. “ ketus Zabina dengan wajah merona menahan malu.


Meskipun Zabina telah berpacaran dengan Alif selama dua tahun,  namun mereka tidak pernah sekalipun berciuman.  Zabina berprinsip bahwa hanya pria yang akan menjadi  suaminya kelak yang berhak dan yang akan melakukan semuanya untuk pertama kalinya. Arif pun menghormati dan menghargai keputusan Zabina.


Oman tersenyum melihat tingkah Zabina yang merona dan segera berlari kedalam kamar mandi menidurkan adik kecilnya yang sempat terbangun.  Terdengar gemericik air menandakan Oman sudah memulai ritual mandinya. Oman mengguyur kepalanya dengan air dingin berusaha menjernihkan pikirannya yang berfantasi liar hanya dengan bibirnya bersentuhan dengan bibir lembut Zabina.


Senyum bahagia masih menghiasi wajah Oman yang menghampiri bunda Lisa yang kini duduk bersama Zabina dimeja makan menunggu Oman.  Yah Oman seperti halnya dengan Zabina,  ia melakukan mandi kilat.


“Assalamualaikum bunda,,,ayah kemana  ??? “ Oman heran dengan kedatangan bundanya pagi-pagi sendiri


“Waalaikumsalam sayang. Hari ini kalian libur. Kami mengundang para tetangga dan pak ustadz untuk mengadakan pengajian, sekaligus kalian berkenalan dengan tetangga. “ bunda Lisa mengatakan maksud kedatangannya pagi-pagi dan tidak ingin dibantah.


Zabina dan Oman hanya bisa saling menatap tak bisa membantah perkataan bunda Lisa.  Seandainya mommynya yang mengatakan hal itu pasti Zabina dengan sukarela akan mematahkan keinginannya.


“Kamu sakit sayang  ???” dengan wajah khawatir bunda Lisa menyentuh dahi Zabina

__ADS_1


“Enggak kok,  bund.  Emang Nana kenapa  bund  ???” Zabina ikut menyentuhkan telapak tangannya pada dahinya


“Wajahmu memerah makanya bunda kira menantu cantik bunda sedang tidak enak badan. “ celoteh bunda membuat Oman tersenyum semakin lebar karena ia tahu yang membuat istri cantiknya merona.


Zabina pura-pura tidak mendengar ucapan bunda Lisa dan memilih melanjutkan sarapannya yang tertunda dengan pembahasan yang unfaedah.  Dalam hati Zabina menggerutu melihat senyuman Oman yang semakin lama semakin membuatnya terpesona.


Setelah mereka selesai sarapan,  Oman kemudian merangkul pinggang Zabina dan berjalan didepan bunda Lisa.  Oman tersenyum senang melihat ekspresi kesal Zabina namun   kesempatan emas tidak boleh disia-siakan,  bukan ??? Zabina tidak akan mungkin memperlihatkan penolakannya didepan bunda Lisa, bagaimanapun marahnya Zabina pada Oman, ia sangatlah menyayangi dan menghormati bunda Lisa. Jika didepan mommy dan daddy sudah bisa dipastikan jika Zabina akan mengeluarkan tanduknya. Oman perlahan sudah bisa memahami tabiat istri tercintanya. Sementara itu jantung Zabina berdebar kencang untuk kesekian kalinya.


“Aauuuww,,,” teriak Oman tiba-tiba karena tangan halus Zabina perlahan mencubit tangannya yang telah berani merangkulnya dengan mesra.


“Omannn  !!! Ngapain teriak pagi-pagi, untung bunda tidak ada riwayat penyakit jantung. “ bunda Lisa mengomeli putranya.


Oman kemudian tersenyum usil  lalu mencium pipi Zabina sehingga wajah Zabina kembali bersemu merah. Pagi ini Oman bener-bener memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan hal-hal manis pada wanita keras kepala yang kini sudah berstatus sebagai istrinya.


"Kalau kalian ingin mesra-mesraan,  noh dikamar sekalian buatkan bunda cucu yang banyak dan lucu."


"Bahan bakunya sudah siap setiap saat bund,  hanya saja pabriknya belum siap. " balas Oman semakin membuat wajah Zabina memerah kesal dan malu pada waktu bersamaan mendengar ucapan absurd suami yang selalu membuat jantungnya berdebar setiap kali berlaku hangat padanya.


💥💥💥💥


Hai,,,hai,,,hai,,,othor up lagi. Jangan pernah bosan memberikan dukungan dengan melemparkan bunga atau menyuguhkan kopi, biar othor semangat menulis dan selalu mendapatkan ide cerita


Salam kangen dari dunia halu

__ADS_1


__ADS_2