CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 31


__ADS_3

...Happy reading beloved readers...


Baru saja Zabina tiba di kampus,  ponselnya kembali berdering.  Sejak tadi ponselnya dalam tas berdering terus menerus, Zabina merogoh tasnya mencari keberadaan benda pipih yang mengganggu pendengarannya sebelum ia keluar dari mobilnya. Melihat ID pemanggilnya adalah pak Sapto,  ia mengurungkan niatnya dan kembali menutup pintu mobil dan buru-buru mengeser tombol hijau untuk menjawab panggilan pak Sapto.


“Assalamualaikum,  om,,,”


“Waalaikumsalam salam,  mbak, saya Retno putrinya pak Sapto.” Dengan suara panik dan menahan tangis Retno mencoba menormalkan suaranya


Mendengar lawan bicaranya seorang gadis,  perasaan Zabina tak enak karena tidak biasanya pak Sapto menyuruh orang lain menelponnya bagaimana pun sibuknya beliau, apalagi pagi-pagi seperti saat ini.


“Ada apa, kak,,,,pak Sapto kemana. “ Zabina semakin penasaran dan khawatir


“Jantung papa tiba-tiba  amfal,  mbak. Kalau bisa mbak Nana secepatnya datang karena lusa ada rapat penting dan saya tidak bisa mewakili karena tidak mengerti seluk beluk perusahaan.” Retno terbata-bata menahan tangisnya membuat Zabina tak tega mendengarnya lebih lanjut.


“Nana berangkat hari ini, kak Retno fokus aja pada perawatan pak Sapto dan berikan perawatan terbaik buat beliau. Aku tutup dulu ya, kak. Aku urus cuti dulu dikampus. “ Seraya mematikan panggilannya.


Zabina memutuskan untuk mengambil cuti dari kampus,  ia tidak bisa memaksakan pak Sapto untuk terus mengurus perusahaannya.  Zabina tidak ingin egois,  ia merasa sudah waktunya terlibat langsung pada perusahaan PT. Adhira dan menjadikan pak Sapto sebagai penasehatnya dalam mengambil keputusan. Ia tidak mungkin secara instan bisa menguasai segalanya mengingat perusahaan PT.  Adhira merupakan salah satu perusahaan terbesar seAsia setingkat dibawah perusahaan milik Oman.


Selesai mengurus cuti, Zabina kemudian membeli tiket online kemudian mengarahkan mobilnya menuju perusahaan Oman.  Meskipun ia belum menerima pernikahan sepenuhnya namun tetap menghargai dan menghormati Oman sebagai suami.


Tak lama kemudian, Zabina tiba  dikantor Oman dan kebetulan bertemu dengan Rangga yang kebetulan juga berada didepan lobby perusahaan.


“Tumben bu bos berkunjung, mau ketemu pak bos ya,,,” mendengar Rangga memanggilnya bu bos sukses membuat Zabina mendelik tajam

__ADS_1


“Mas Rangga mau bolos,  ya. “ tuduh Zabina masih dengan delikan tajamnya.


“Ck,  mas baru pulang ketemu klien.  Yuk,  mas antar ketemu pak bos. “


Beberapa karyawan memusatkan perhatiannya pada interaksi Zabina dan Rangga yang terkenal dengan sifat dinginnya dan sikap tegasnya yang tanpa ampun. Zabina mengikuti langkah kaki Rangga memasuki kotak besi yang akan mengantarkan mereka ke lantai tertinggi gedung mewah perusahaan Gobel’s Fath Corp.


Lift berhenti didepan sebuah ruangan besar milik Rangga  kemudian sang pemilik ruangan menggiring Zabina menuju ruang kerja Oman,  melewati Dirga yang sedang sibuk,  Zabina mendahului Rangga mendorong pintu besar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“Ma,,,af,,,”. Zabina menggantung kalimatnya dengan menutup mulutnya kaget dengan apa yang dilihatnya.


Wajahnya pucat tak menyangka akan melihat hal yang tidak sepantasnya. Rangga yang mengikuti Zabina juga ikut menyaksikan dan meneriaki nama bos besar perusahaan Gobel’s Fath Corp.


“Omannn !!!! Astaga apa yang kalian lakukan  !!!!” teriakan Rangga mengagetkan Oman. Dirga yang mendengar teriakan Rangga berlari meninggalkan pekerjaannya dan menghambur masuk kedalam ruang kerja Oman.


Lena tersenyum tanpa rasa malu melihat ketiga manusia didepannya melotot sempurna.  Oman yang tak menyangka kehadiran Zabina  merasa sangat bersalah karena perlakuan Lena yang tiba-tiba memeluk dan menciumnya.


“Maaf mengganggu kegiatan kalian,  aku pamit ada urusan yang lebih penting.  Silahkan dilanjut. “ Zabina setengah berlari keluar dari ruangan mewah Oman,  tidakingin ketinggalan pesawatnya yang satu jam kedepan akan berangkat.  Ia melupakan tujuan utamanya berkunjung ke kantor Oman.


Oman menyugar kasar rambutnya tak sempat mencegah kepergian Zabina yang melesat dengan cepat, demikian pula Dirga dan Rangga.  Kemudian Oman dengan kesal mengusir Lena yang selalu saja menjadi sumber masalahnya.


“Bos,  kok mau aja sih disosor sama makhluk seperti itu,  cantik sih tapi gak menarik !!” tegas Dirga menahan kesal . Rasanya ia ingin memaki dan memukul bosnya yang selalu menjaga perasaan orang lain.


“Semoga Zabina menemukan pria yang bisa menghargainya dan mencintainya dengan tulus. “ Rangga mendengus kasar dan mencebikkan bibirnya ke arah Oman.

__ADS_1


“Kalian berdua payah,  kenapa gak ada satupun diantara kalian yang menahan istriku.  Keluar kalian!!” Oman semakin kesal mendengar ucapan Rangga.


Tanpa menunggu perintah berikutnya,  Rangga dan Dirga berhamburan keluar tidak ingin menjadi sasaran kekesalan dan kemarahan bos sekaligus sahabatnya.


Sementara itu Zabina mengirimkan pesan pada Zayyan untuk memberitahukan keberangkatannya ke negeri Singa.


Me


Kak, Nana ke Singapura,  perusahaan membutuhkanku


^^^Sumber Uangku^^^


^^^Kok mendada,  dek^^^


Me


Pak Sapto sakit kak


^^^Sumber Uangku^^^


^^^Ok, hati-hati,  dek^^^


🎶🎶🎶🎶

__ADS_1


Nah loh,  gimana cerita selanjutnya.  Dukung othor dong dengan bunga atau secangkir kopi agar rajin up_nya


Salam hangat dari dunia


__ADS_2