
...selamat membaca ...
Senja bergelayut manja diujung malam ketika mobil yang dikendarai Alif memasuki pintu gerbang rumah mewah keluarga Arya Wiguna. Zabina kemudian turun dari mobil setelah Alif membukakan pintu mobil sambil tersenyum mesra. Pemandangan tersebut tak luput dari sepasang suami istri dengan pikiran masing-masing.
“Na, aku ingin ketemu dengan mommy dan daddymu. rang tuaku akan datang bertemu mommy dan daddymu,,” seraya menyelipkan rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Zabina
“Biarkan aku yang bicara dulu pada mereka, nanti aku kabari. Sekarang kamu pulang, gih. Udah malam,,,” meskipun belum yakin dengan perasaannya sendiri, Zabina tetap tak ingin mengecewakan Alif
Tak ingin berdebat dengan sang pujaan hatinya, Alif memilih untuk mengikuti kemauan Zabina. Sejak mengenal Zabina diakhir-akhir perkuliahan, Alif sudah mengetahui dan memaklumi sifat Zabina yang selalu membantah namun menjadi daya tarik tersendiri bagi Alif.
Setelah mobil Alif keluar dari pintu gerbang, Zabina melenggang masuk kedalam rumah dan melewati Zalsa dan Oman yang menatapnya datar.
“Assalamualaikum mom, dad, dan kakakku yang tampan,,” sambil membanting dirinya disamping Zayyan.
“Bahagia banget, dek,,,” Arya tersenyum menggoda putri bungsunya
“Ya gitu, deh,,,,” tersenyum malu-malu, Zabina menjawab daddynya.
Zalsa yang tiba-tiba masuk dan ikut bergabung langsung menyatakan penolakannya pada Alif yang menyulut pertengkaran dengan Zabina. Sedangkan Oman memilih untuk tidak ikut campur urusan kakak beradik itu.
__ADS_1
“Mom, dad,,,,kita gak boleh memberikan kebebasan buat adek pergi pagi pulang malam. Malu sama mas Oman,,,” Zalsa beralasan dengan mengatas namakan suaminya
“Kak, aku gak aneh-aneh, kok. Aku Cuma jalan-jalan, makan, nonton. Lagian aku juga keluar bukan pagi tapi sudah jam 10 lewat. “ Zabina tak terima dengan alasan Zalsa yang selalu mencari alasan untuk menolak kehadiran Alif.
“Ada apa sih, kak,,,Alif laki-laki yang baik, dan Nana suka sama dia “.
“Kakak gak setuju dan gak suka jika Alif menjadi bagian dari keluarga kita,,,” Zalsa berteriak emosi sehingga semua heran dengan sikap Zalsa yang tiba-tiba seperti itu.
“Aku gak peduli, kakak suka atau enggak, yang penting mommy dan daddy serta kak Zayyan setuju. Emang Alif ada kesalahan apa sama kakak,,” Zabina yang sebenarnya masih bingung dengan perasaannya pada Alif tersulut emosi.
“Kakak mau kalau aku jadi perawan tua ??? Kakak mau jika nanti kak Zayyan atau mommy dan daddy menjodohkan aku karena gak ada yang mau ??? Atau kakak ingin melihat aku menikah dengan duda ??? Maaf ya kak, aku akan mencari kebahagiaanku sendiri dan akan menikah dengan pria lajang. Kakak maunya apa, sih !!! Egois !!!” Zabina meluapkan emosinya hingga melupakan beberapa pasang mata yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Arya dan Devania berusaha meredam emosi putri bungsunya yang sulit dikendalikan. Mereka baru beberapa tahun terakhir ini saling dekat setelah opa Sahid meninggalkan dunia ini dan disusul oma Bella tahun berikutnya.
Meskipun mereka adalah orang tua Zabina namun boleh dikatakan hanya secara biologis. Salahkan mereka yang terlalu fokus pada pengobatan Zalsa yang sampai sekarang keadaannya tidak berubah.
Oma Bella mewariskan setengah harta kekayaannya pada Zabina dan setengahnya lagi diwariskan pada sepupunya yaitu anak dari Ariel yaitu adik Arya. Sesuai dengan kesepakatan Arya dan Ariel adiknya. Bukan karena oma Bella membeda-bedakan cucunya yang berjumlah lima orang, akan tetapi hanya Zabina dan Lyla yang menemani oma mereka hingga akhir hayatnya.
“Apapun alasannya, kakak gak setuju jika kamu menikah dengan Alif !!!! teriak Zalsa.
__ADS_1
“Emang gue pikirin ???” sambil mendengus kasar. “ Dad, mom,,,Nana nginap diapartemen, malas tidur satu atap dengan orang gak jelas,,” sambil mencium punggung tangan mommy dan daddynya
“Bye kak,,,,” kemudian beralih mencium pipi Zayyan yang injak gas perlahan keluar dari pintu gerbang rumah mewah keluarganya menuju apartemen yang kini sudah lengkap fasilitasnya hasil menguras black card milik Zayyan.
Beberapa hari setelah black card miliknya berpindah tangan, Zayyan hanya bisa memijit pelipisnya ketika notifikasi pada ponselnya terus-terusan menampilkan jumlah pembayaran dari kartunya yang dipegang oleh Zabina.
Yah , sebagai bayaran Zabina yang berhasil menyelesaikan pekerjaannya dan berhasil bekerjasama dengan Global’s Fath Corp. Zabina tak melewatkan kesempatan yang kemungkinan tidak akan pernah didapatkan lagi.
***
...jangan lupa ...
...VOTE ...
...KOMEN ...
...LIKE ...
...FAVORIT ...
__ADS_1