CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 33


__ADS_3

...Happy reading beloved readers....


Setelah Radit menyerahkan berkas pada Zabina,  kemudian Zabina memutuskan untuk ke Hotel istirahat karena badannya terasa lengket sejak pagi belum ganti baju. Pak Sapto tidak setuju jika Zabina harus menginap di hotel, sedangkan rumah besar miliknya yang hanya ditempati berdua dengan Retno putri tunggalnya.


“Nana ke hotel dulu ya, pak,,,,” belum selesai ucapan Zabina namun pak Sapto sudah memotongnya.


“Gak usah ke hotel sayang, kami sangat senang jika kamu tinggal bersama dengan kami.” Dengan tatapan penuh harap,  pak Sapto meminta Zabina agar tinggal bersamanya dan putrinya


“Bener kata papa,  mbak.  Lagian di rumah banyak kamar kosong. “ Retno ikut menimpali permintaan papanya.


Akhirnya Zabina mengiyakan permintaan pak Sapto dan disambut dengan gembira oleh keduanya.  Zabina kemudian pamit dengan diantar oleh sopir keluarga.


Sedangkan di tanah air,  jam dinding sudah menunjukkan pukul 19.15 namun Zabina belum menampakkan diri, Oman mulai gelisah.  Seandainya siang tadi tak terjadi peristiwa yang membuat semua orang salah paham,  mungkin Oman tidak segelisah saat ini.  Ia berjalan mondar mandir didepan pintu rumah yang sengaja dibuka lebar agar bisa melihat jika istrinya pulang.


Semua ART telah ditanya namun jawaban mereka sama, “sejak nyonya keluar pagi belum pernah kembali sampai saat ini “. Oman semakin galau kata-kata Zabina kembali terngiang ditelinganya.

__ADS_1


‘rumah ini bukan milikku dan aku gak tahu sampai kapan akan berada disini ‘ Oman kembali menekan nomor telepon Zabina namun lagi-lagi harus menelan kekecewaan. Kamu dimana sayang,  jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku.


Pucuk dicinta ulam pun tiba,  ditengah kegalauan Oman yang tak bertepi,  ponselnya berbunyi dan menampilkan ID pemanggilnya adalah sahabat sekaligus kakak iparnya.  Tanpa membuang-buang waktu Oman segera menjawab panggilan Zayyan.


“Halo Yan,  kamu tau gak istriku dimana ???” tanpa ucapan salam seperti biasanya,  Oman langsung bertanya mungkin saja kakak iparnya itu tau keberadaan Zabina.


“Lho,  emangnya Nana gak bilang  ???” Zayyan balik bertanya dengan alis menyatu.


“Kalau aku tau keberadaannya,  ngapain aku nanya.” Meskipun menahan kekesalannya namun Oman tetap menjawab


“Ck,  rumah tangga kalian gak beres.  Istri pergi suami gak tau.  Kamu jadi suami harus tegas dan jika ada masalah segera selesaikan. Buat kehidupan rumah tangga kalian lebih bermakna dan berwarna.  Hanya satu pesanku jangan pernah mengekang ruang gerak istrimu karena dia memiliki tanggung jawab yang besar pada perusahaannya. “ bukannya menjawab pertanyaan Oman,  malahan Zayyan memberikan nasihat layaknya orang yang telah berpengalaman dalam kehidupan berumah tangga padahal ia sendiri masih jomblo.


“Zabina ke Singapura, perusahaannya membutuhkan kehadirannya karena orang kepercayaan Oma yang mengurus perusahaannya selama ini sedang sakit sedangkan ada rapat penting yang tidak boleh diwakili. “


Oman terdiam mendengar kata demi kata yang diucapkan oleh Zayyan dan mencernanya dengan baik.  Ada sedikit rasa lega didalam hatinya karena ternyata Zabina bukannya bersembunyi akan tetapi keadaan perusahaannya yang tidak boleh diabaikan.

__ADS_1


Kembali ponsel pintarnya beraksi,  kali ini tujuannya menelpon asisten dan sekretaris andalannya agar menghandle pekerjaannya.


“Bos,  hari sudah malam, besok aja kita bicarakan dikantor. “ terdengar suara kesal Rangga diujung telpon.


“Dasar asisten kurang ajar, dikantor ataupun diluar kantor aku tetap bosnya dan kamu wajib melakukan perintahku jika tidak ingin jadi pengangguran. Besok aku akan ke Singapura jadi kamu dan Dirga yang bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaanku.  Dan ingat jangan berbuat yang aneh-aneh. “ Oman tidak ingin dibantah dan Rangga hanya ternganga mendengar kata-kata bos lucnutnya sepanjang sejarah.


“Astaga bos, besok hari Selasa.  Weekend masih lama,  masa tiba-tiba liburan.” Rangga tak dapat lagi menahan rasa kesalnya mendengar bos sekaligus sahabatnya seenaknya meninggalkan pekerjaan untuknya walaupun bukan pertama kalinya Oman melakukannya


“Yang mau liburan siapa  ??!! Aku mau menjemput istriku. “ terang Oman dengan datar  kemudian mematikan panggilannya sepihak.


Rangga seketika tertawa ngakak mendengar jika Zabina ke Singapura.  Ia berpikir jika Zabina menghindari Oman karena peristiwa siang tadi di ruang kerja Oman.


‘Bagus bu bos.  Berikan pelajaran pada bos yang selalu dimanfaatkan sama si ulet bulu.’ Gumam Rangga melupakan kekesalannya.


🎶🎶🎶🎶

__ADS_1


selamat menikmati, semoga terhibur dan jangan lupa dukungannya ya.


salam hangat dari othor yang masih setia di dunia halu


__ADS_2