
...Happy reading beloved readers...
Kebahagiaan meliputi kedua keluarga besar keduanya. Sesuai kesepakatan bersama bahwa ijab qabul diadakan dengan sederhana saja agar lebih sakral, Oman dan Zabina hanya ingin membagi momen tersebut hanya dengan keluarga. Resepsi pernikahan barulah mereka akan mengundang semua rekan bisnis dan pers.
“Mas, setelah sarapan kita ke makam kak Zalsa, ya ?”
“Tentu sayang, mas juga ingin mengunjunginya. “
“Kita barengan ke sana “ Zayyan ikut menimpali.
Walaupun Zayyan dan Zalsa saudara kembar, namun tak ada kedekatan diantara keduanya sebagaimana saudara kembar pada umumnya. Zalsa yang sejak lahir selalu dijaga agar tidak capek membuat Zayyan kecil harus bermain sendiri, begitupula ketika beranjak remaja, ia harus melewati semuanya seolah ia anak tunggal. Karena Zabina dibesarkan oleh Oma mereka. Meskipun mereka dibesarkan dengan interaksi yang seadanya, namun Zayyan tetap menyayangi kembarannya.
Mereka memasuki area pekuburan yang sunyi, setelah tiba di makam almarhumah Zalsa, baik Oman, Zabina dan Zayyan segera duduk bersimpuh dan berdoa dengan khusyu’
“Kak, maafkan aku karena selama ini menyalahkanmu. “ sambil memegang nisan Zalsa
__ADS_1
“Za, maafkan kak Oman, yang tidak pernah bisa membalas perasanmu dan maafkan atas segala kesalahanku, restui pernikahan kami. Kami akan memulai segalanya dari awal. “ gumam Oman dengan mata berkaca-kaca
Setelah itu ketiganya kembali berjalan beriringan keluar dari area pemakaman dengan harapan yang baru. Perlahan Oman menginjak gas mobilnya menuju kantor Zayyan, ada beberapa hal yang harus Zabina dan Zayyan selesaikan terkait kerjasama perusahaan keduanya.
Tak lama kemudian mereka tiba dan ketiganya langsung menjadi pusat perhatian. Dua pria dewasa yang tampannya paripurna bersama seorang gadis cantik namun sayangnya cuek dengan sekitarnya. Melihat karyawan pria sedang menatap istrinya, Oman segera meraih pinggang ramping Zabina dan memeluknya posesif mengklaim jika wanita yang sedang mereka tatap adalah miliknya seorang.
Zayyan yang melihat tingkah sahabat sekaligus adik iparnya hanya mendengus kasar dan berjalan kearah lift meninggalkan keduanya.
“Sayang, sepertinya disini harus segera diisi. “ seraya mengelus lembut perut datar Zabina.
“Mas gak suka melihat mereka menatapmu dengan jelalatan.” bantah Oman tak dapat menahan rasa kesalnya.
“Dari dulu juga mereka seperti itu kali, mas. Kenapa baru sekarang protesnya.” Zabina mengikuti Zayyan memasuki lift sehingga mau tidak mau Oman mengikuti sang istri.
Oman kembali menempel pada Zabina, jiwa jomblo Zayyan meronta minta dikasihani hanya sayang, Oman seakan tak mengerti dengan penderitaan kakak iparnya.
__ADS_1
“Man, kamu gak risih diliatin sama karyawanku lengket kayak prangko, gitu. “
“Gaklah, ngapain aku harus risih, yang aku peluk dan yang aku gandeng kan istri sendiri.” bantah Oman semakin mempererat pelukannya pada Zabina.
“Ck, kamu tuh sudah tua, gak pantas dilihat seperti ABG labil yang sedang jatuh cinta.”
“Harusnya kamu segera mencari pasangan, jangan hanya kerja. Biar kamu bisa merasakan indahnya jatuh cinta, lagian kasian mommy sama daddy kalau putranya yang tampan tapi belum laku juga. “ sambil terkekeh Oman terus meledek Zayyan yang menatapnya horor.
Ting
Lift yang membawa mereka ke lantai paling atas gedung TripZA Corp akhirnya berhenti, Zabina langsung keluar meninggalkan kedua pria dewasa yang tiba-tiba saling menatap horor, entah siapa yang memulai.
🌈🌈🌈🌈🌈
...Selamat menikmati dan jangan lupa dukungannya...
__ADS_1