
...Happy reading beloved readers...
Bunda Lisa menatap sendu menantunya, matanya berkaca-kaca, wajah bersalahnya membuat Zabina tak mampu melihatnya. Zabina kemudian segera memeluk ibu mertuanya sambil mengusap perlahan punggungnya.
“Ada apa, bund ... ? Kenapa bunda sedih seperti ini ?”
Tak ada jawaban yang keluar dari bibir bunda Lisa, hanya punggung bunda Lisa yang semakin bergetar hebat. Zabina merenggangkan pelukannya lalu menghapus air mata bunda Lisa sambil tersenyum.
“Bunda jangan nangis lagi, ya. Bunda harus cepat sembuh. Ceritanya kapan-kapan aja, Nana siap mendengarkan. “
“Mau kan memaafkan bunda, sayang ?” Sambil menggenggam tangan Zabina dengan erat
“Kalau bunda salah pun pasti Nana maafkan, tapi kan selama ini bunda selalu sayang sama Nana dan tidak pernah sekalipun bunda menyinggung perasaan Nana. Jadi kesalahan dari mananya sampai bunda minta maaf ?”
__ADS_1
“Entah bunda harus memulai cerita dari mana, yang pasti pernikahan antara Oman dengan kakakmu Zalsa adalah kesalahan bunda. Karena terlalu gembira mendengar untuk pertama kalinya Oman meminta agar bunda melamar adiknya Zayyan untuk dijadikan istrinya sehingga bunda tidak bertanya nama gadis yang mampu mencuri hatinya. Jika saja waktu bisa diulang, ingin rasanya bunda memutar waktu agar kesalahan itu tidak terjadi. “
“Maksud bunda ?” Zabina masih dalam mode bingung mendengar cerita bunda Lisa
Kemudian bunda Lisa menceritakan semua kejadiannya mulai dari awal hingga pernikahan Zalsa dan Oman, bagaimana Oman berusaha membunuh perasaan cinta yang tumbuh untuk pertama kalinya dan berusaha menumbuhkan rasa cintanya untuk Zalsa, walaupun Oman tahu itu adalah hal yang mustahil. Sampai kemudian Zalsa meninggalkan surat wasiat agar Oman dan Zabina menikah.
Zabina pun teringat bagaimana sikap Zayyan ketika diberitahukan bahwa Oman melamar Zalsa. Lalu kata-kata Zayyan ketika ia menolak untuk menikah. Semua peristiwa kini bagaikan sebuah film terputar dengan jelas. Rasa penasaran Zabina perlahan sirna. Zabina kembali memeluk bunda Lisa.
“Maafkan Nana, bund. Selama ini telah salah menduga. “
“Bunda sehat dulu ya, agar semua berjalan sesuai keinginan bunda “
Mendengar jawaban Zabina, senyum bahagia terpancar menghiasi wajah pucat bunda Lisa. Ia kini yakin jika sesungguhnya ada tempat untuk putranya dihati menantu cantiknya hanya saja belum menyadarinya.
__ADS_1
“Terima kasih, sayang. “ untuk kesekian kalinya bunda Lisa kembali memeluk Zabina.
Waktu terus bergulir tanpa mereka sadari, sesi cerita bunda Lisa ternyata cukup lama hingga waktu makan siang, terdengar suara ketukan pintu ruang rawat bunda Lisa dan Zabina pun bergegas menjangkau pintu khawatir makanan bunda Lisa yang diantarkan.
“Silah ... kan masuk. “ suara Zabina tersendat melihat siapa yang datang.
“Minggir !” dengan wajah angkuh dan tatapan melecehkan sembari mendorong Zabina yang masih berdiri di depan pintu.
“Mbak yang sopan dong. Kalau saya jatuh dan terluka, mau bertanggung jawab !” bentak Zabina tak terima perlakuan seenaknya dari wanita sombong itu.
“Kalau kamu terluka, saya bisa ganti rugi ke kamu. Lagian gadis seperti kamu dikasih uang 100 juta pasti sudah sangat senang. Dan satu lagi, jangan pernah memanggil mbak, kita gak level. “ Lagi-lagi Lena melecehkan Zabina.
“Lena !! Hentikan !!” teriak bunda Lisa emosi
__ADS_1
🌈🌈🌈🌈
Selamat membaca