CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 48


__ADS_3

...happy reading beloved readers...


Perlahan senja menyapa, matahari mulai menarik sinarnya berganti dengan sinar rembulan yang sebentar lagi akan menguasai malam. Zabina pun telah selesai didandani oleh pihak MUA.


Gaun pengantin berwarna biru lembut dengan rambut digelung menyisakan sedikit anak rambut mengekspose leher jenjang dan putih bak pualam milik Zabina. Dengan belahan dada yang sedikit rendah menambah kesan seksi, sehingga semua mata menatap takjub dengan kecantikan Zabina malam ini. Malam ini Zabina benar-benar cantik bak ratu. Dengan perasaan campur aduk Oman memeluk erat pinggang Zabina, sungguh dirinya tak rela para tamu undangan menatap istrinya dengan tatapan kagum.


"Setelah ini jangan pernah lagi memakai baju terbuka lagi sayang, hanya mas yang boleh melihatmu dengan baju terbuka. " sambil terus berjalan ke arah pelaminan sambil sesekali membalas sapaan para tamu


"Pilihan bunda sama mommy, mas. Aku tidak ingin mengecewakan mereka. "


Dengan wajah datar dan senyum dipaksakan, Oman menerima ucapan selamat dari para tamu undangan dan para kolega bisnisnya.


"Selamat menempuh hidup baru, bos. Semoga langgeng dan segera memberi kita ponakan yang lucu-lucu. " Rangga dan Dirga memberi ucapan selamat pada keduanya sambil tersenyum pada Zabina


"Kalian cepat turun sana, gak usah lama-lama dan memamerkan senyum kalian yang jelek itu. " Oman mengusir kedua orang kepercayaannya sekaligus sahabatnya.


"Gak usah didengarin mas, malam ini mas Oman sensitif banget, semua diomeli olehnya. "


"Biasa bu bos, mungkin pak bos gak sabaran menunggu acara cepat selesai. " dengan menaik turunkan alisnya menggoda Oman, Rangga tertawa ngakak hingga menarik perhatian tamu yang lainnya.

__ADS_1


Setelah keduanya puas mengganggu Oman dan antrian tamu untuk memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin semakin panjang, kedua manusia jomblo itu kemudian turun dari pelaminan dan berbaur dengan para tamu yang lain.


Malam semakin larut tamu undangan pun satu per satu sudah mulai meninggalkan lokasi resepsi pernikahan dan tertinggal keluarga inti saja karena mereka sudah membooking kamar dihotel tersebut.


"Kalian berdua istirahat aja dikamar. Kasian menantu bunda udah capek. "


Pucuk dicinta ulampun tiba, mendengar ucapan bunda Lisa, seketika senyum lebar terbit disudut bibir Oman, sejak tadi otaknya berputar mencari alasan agar ia bisa segera membawa istrinya beristirahat. Oman segera berpamitan untuk beristirahat.


Dengan langkah ringan, Oman menggandeng pinggang Zabina menuju lift yang akan membawanya kekamar pengantin mereka.


"Mas aja yang mandi lebih dulu." sambil berusaha melepas resleting gaunnya.


Tak lama terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi menandakan jika Oman mulai melakukan ritual mandinya. Hanya beberapa menit nampak Oman keluar dengan handuk melilit pada pinggangnya dengan titik-titik air yang masih menetes dari rambutnya yang masih basah menambah kesan seksi.


Sesaat Zabina terpesona dengan penampakan suaminya, matanya tak berkedip hingga Oman mengecup bibirnya sekilas membuatnya tersadar.


"Mandi dulu sayang, baru kamu nikmati tubuhku. " kemudian Oman berlalu dengan santai


Dengan wajah malu, Zabina segera berlari kedalam kamar mandi. Bagaikan maling kedapatan mencuri, Zabina tak henti-hentinya mengutuk dirinya menatap Oman yang bertelanjang da**.

__ADS_1


'Kenapa aku harus malu, mas Oman kan suamiku. Wajar kan kalau aku mengaguminya. ' gumamnya membenarkan dirinya.


Zabina kemudian mandi dengan tenang sambil berendam. Karena terlalu capek seharian tanpa sempat beristirahat, akhirnya Zabina tertidur sejenak hingga suara gedoran pintu kamar mandi membuatnya terbangun.


tok tok tok


"Sayang, ngapain dikamar mandi ? " teriakan Oman mengembalikan kesadaran Zabina


"Astaga mas, pelan-pelan aja kali. " omel Zabina sambil mengikat kimono mandinya


Tanpa memperdulikan omelan Zabina, seketika Oman mengangkat tubuh istrinya dan membaringkan di kasur empuk. Zabina terdiam tak sempat memberontak karena Oman langsung mengunci pergerakannya.


Perlahan mereka mulai melakukan ritual malam pertama yang sempat tertunda beberapa bulan. Keduanya tenggelam dalam lautan asmara hingga penyatuan mereka berada pada puncaknya.


🎶🎶🎶🎶


Maaf gak sesuai dengan ekspektasi readers untuk ritual malam pertama


jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2