CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 16


__ADS_3

...Selamat membaca...


Pernikahan tanpa persiapan dan hanya dihadiri kedua orang tua mereka dan Zayyan  serta asisten dan sekretaris Oman layaknya pernikahan terjadi karena kecelakaan. Pernikahan mewah bersama pria yang dicintainya hanya tinggal angan-angan saja.  Takdir memang tak pernah berpihak padanya.


Tanpa mengucap sepatah kata,  Zabina bergegas masuk kedalam kamarnya menahan kekesalan dan rasa kecewanya pada semua yang tak seorang pun berpihak padanya.


‘Apa yang salah dengan kelahiranku sehingga takdirpun seolah tak menginginkan kebahagiaanku,,’ gumam Zabina meringis sambil menatap pantulan dirinya dicermin


Gagang pintu perlahan terbuka,  Zabina segera menyambar handuk dan pakaian gantinya kemudian masuk kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan kehadiran Oman yang kini telah resmi menjadi suaminya.


Sreeekkk


Zabina membuka kasar bajunya karena reslitingnya tersangkut, emosi yang masih mendominasi jiwanya menginginkan ia berbuat seperti itu. Zabina kemudian berendam untuk menghilangkan rasa amarahnya dan mencoba meraih kembali pikiran jernihnya.

__ADS_1


Oman yang telah berada di dalam kamar Zabina mengambil bajunya kemudian keluar dan menuju kamarnya yang dulu ia tinggali bersama Zalsa untuk membersihkan dirinya karena tidak bisa menahan rasa gerahnya.


Keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap,  bola mata Zabina mengitari kamarnya mencari keberadaan pria yang berstatus suaminya namun yang dicarinya entah kemana. Ia tidak ingin ambil pusing kemudian mendekati meja riasnya lalu mengambil krem perawatan wajah dan tubuhnya. Selesai dengan segala krem perawatannya,  Zabina beranjak menuju tempat tidurnya bersamaan dengan pintu kamarnya yang terbuka.


Tak ingin melewatkan kesempatan,  Zabina mengurungkan niatnya dan kembali duduk untuk berbicara dengan Oman,  namun belum juga membuka mulutnya,  Oman terlebih dahulu berbicara dengan tegas dan menatap tajam pada istri yang selalu menatapnya dengan mata berkilat penuh amarah


“Jika ingin membuat perjanjian dalam pernikahan kita atau pisah tempat tidur apalagi pisah kamar, maka saya menolaknya. Kita bukan hidup dalam dunia novel dan saya tidak ingin ada aturan yang akan merugikan dan mempermalukan keluarga besar kita !” tegas Oman seakan bisa menebak pikiran Zabina


“Siapa yang ingin buat perjanjian  ???? Saya hanya ingin memberitahukan jika pernikahan ini tidak akan merubah keadaan,,,” Zabina kemudian melangkah dengan cepat menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang sangat lelah.


Beberapa saat kemudian Oman berbaring di samping istrinya yang nampaknya sudah terlelap.  Perlahan Oman mencium dahi istrinya itu dengan penuh kasih sayang.  Zabina yang belum benar-benar terlelap terkejut dengan perlakuan Oman.


‘Berani-beraninya pria sinting ini menciumku’. Batin Zabina tetap memejamkan matanya pura-pura tertidur.

__ADS_1


‘Kita akan selalu bersama,  menua dan membesarkan anak-anak kita ‘ gumam Oman pelan membelai rambut Zabina perlahan


‘Menua bersama  ??? Membesarkan anak-anak pala lu peyang, dasar pria sinting.  Istri baru saja meninggal sudah menikah lagi.’ Zabina menahan kedongkolannya yang sudah siap meledak


“Tidur yang nyenyak,  honey.  Semoga esok hari senyummu kembali ceria,,” sambil memeluk Zabina, Oman menutup matanya dan terlelap dalam waktu singkat.


Zabina yang hanya pura-pura tidur merasakan jantungnya berdegup kencang mendapatkan pelukan hangat dari pria yang selalu membuatnya jengkel dan selalu ingin marah. Berbanding terbalik dengan Oman yang tersenyum manis menembus dunia mimpi yang indah.


***


Semoga saja semesta mendukung cinta Oman , othor gak berani menjanjikan kebahagiaan buat Oman maupun Zabina


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


Love you yang tak terhingga


__ADS_2